PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Wall Street Tumbang Angkat Harga Emas

Emas batangan. (Foto: Liputan6.com)

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, Chicago – Harga emas ditutup naik pada perdagangan awal pekan ini didorong data ekonomi mengecewakan dan bursa saham Amerika Serikat (AS) yang anjlok. Hal itu mengangkat harga komoditas logam termasuk emas menjelang pertemuan bank sentral AS pada pekan ini.

Selain itu, kecemasan investor terhadap kemungkinan gagal bayar utang juga membuat aksi beli untuk emas. Di sisi lain, konsentrasi pelaku pasar juga membantu mengangkat dolar terhadap euro.

Harga emas berjangka untuk pengiriman Agutus naik 0,6 persen atau sekitar US$ 6,60 menjadi US$ 1.185 per ounce di divisi Comex. Harga perak untuk pengiriman Juli menguat 25,8 sen (1,6 persen) menjadi US$ 16.083 per ounce.

“Gerak harga emas mencoba menemukan level support dengan level teknikal penting di kisaran US$ 1.180 jelang pertemuan The Fed,” ujar Fawad Razaqzada, Analis Teknikal Forex.com, seperti dikutip laman Marketwatch, Selasa (16/6/2015).

Ia menambahkan, pelaku pasar juga khawatir terhadap risiko Yunani. Penyelesaian krisis utang Yunani dapat berlangsung dramatis.

“Akan tetapi bila situasi Yunani terselesaikan maka harga emas dapat kembali jatuh, dan membuat spekulan kembali ke saham,” kata Faward.

Data ekonomi AS juga turut mempengaruhi harga emas. Pada awal pekan dilaporkan, indeks manufaktur menjadi negatif ke level 2 dari level 3,1 pada Mei. Produksi industri secara musiman sekitar 0,2 persen. Dengan data ekonomi AS kurang baik membantu pergerakan harga emas.

Tekanan harga emas juga dipengaruhi bursa saham AS merosot. Pembicaraan penyelesaian utang Yunani menemui jalan buntu membuat bursa saham Eropa dan AS melemah. Hal ini membantu permintaan emas.

Ke depan, harga emas akan bergantung terhadap hasil pertemuan bank sentral AS yang dimulai pada Rabu. Pelaku pasar akan fokus terhadap pernyataan pimpinan bank sentral AS Janet Yellen soal suku bunga.

“Semua orang berpikir The Fed akan memutuskan kenaikan suku bunga pada September. Waktu tepat akan mengejutkan,” ujar Kepala Riset BullionVaut Adrian Ash. (Ahm?)

 

Sumber : Liputan 6