PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Trik Cara Berpikir Orang Kaya agar Selalu Hasilkan Uang

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Untuk menjadi orang kaya bukannya kurang keinginan, tetapi juga dari cara berpikir. Menurut Penulis Steve Siebold, menjadi kaya dimulai dengan cara Anda berpikir dan apa yang Anda yakini menghasilkan uang. Hal itu disebutkan Siebold dalam tulisannya How Rich People Think.

Sebenarnya, “bukan kurangnya keinginan yang menahan massa untuk tidak menjadi kaya raya, tapi kurangnya kepercayaan akan kemampuan mereka untuk mewujudkannya”.

Inilah trik mental yang digunakan orang kaya untuk maju, menurut Siebold, seperti dikutip dari laman CNBC, Minggu (1/10/2017):

1. Mereka mengatakan pada diri mereka sendiri tidak ada kekurangan uang, bahkan ketika mereka tidak memiliki cukup uang

Orang kaya tidak takut mendanai masa depan mereka dari kantong orang lain. Jika mereka menghasilkan ide bagus, tetapi mereka tidak dapat membiayai, maka mereka akan terus menggunakan uang orang lain untuk mewujudkannya.

Yang menjadi pertanyaan bagi mereka, apakah ini layak dibeli, diinvestasikan atau dikejar? Jika demikian, orang kaya tahu uang selalu tersedia karena orang kaya selalu mencari investasi besar dan pemain hebat untuk membuat investasi itu menguntungkan.

2. Mereka berpikir menghasilkan uang sebagai permainan

Orang kaya memikirkan bisnis, kehidupan, dan penghasilan sebagai permainan. Inilah alasan jutawan masih bekerja setiap hari mengejar kesuksesan mereka. Kegembiraan “bermain game” mendorong mereka untuk terus meningkatkan tingkat harapan mereka. Siebold menuturkan, semakin bersemangat mereka, semakin sulit mereka bekerja dan semakin mereka sukses.”

3. Menetapkan harapan yang tidak masuk akal

Sementara kelas menengah menetapkan harapan keuangan mereka rendah sehingga mereka tidak pernah kecewa, orang kaya menetapkan harapan mereka sangat tinggi. Tidak ada yang akan membuatnya kaya dan mewujudkan impian mereka tanpa harapan yang besar. Setelah menetapkan tujuan ambisius, orang kaya segera mulai menanganinya. Membangun kekayaan lebih berkaitan dengan pola pikir Anda daripada yang mungkin Anda pikirkan.

4. Mereka melihat uang sebagai teman

Orang kaya menganggap uang sebagai salah satu sekutu dan teman terbesar mereka. Sementara orang kaya percaya, uang dapat memecahkan masalah dan membeli ketenangan pikiran, kelas menengah melihat uang sebagai kejahatan yang tidak pernah berakhir yang harus dialami sebagai bagian dari kehidupan.

5. Mereka menghalangi ketakutan

Untuk bertindak pada tingkat ini, Anda harus rela meninggalkan zona nyaman Anda, itulah yang dilakukan para orang kaya. Pemikir kelas dunia belajar sejak awal menjadi jutawan tidaklah mudah dan kebutuhan akan kenyamanan bisa sangat menghancurkan. Orang kaya percaya kesuksesan, pemenuhan dan kebahagiaan adalah tatanan alami keberadaan. Keyakinan tunggal ini mendorong orang-orang hebat untuk berperilaku dengan cara yang hampir menjamin kesuksesan mereka.

6. Mereka mengatakan pada diri mereka bahwa mereka layak untuk menjadi kaya

Orang kaya tidak hanya percaya menjadi kaya itu wajar, tapi mereka percaya itu benar. Pemikir kelas dunia tahu, di negara kapitalis mereka memiliki hak untuk menjadi kaya jika mereka bersedia menciptakan nilai besar bagi orang lain. Sementara itu, orang banyak berpikir menjadi kaya disediakan untuk beberapa orang beruntung. Kelas dunia percaya jika mereka membuat hidup lebih baik atau lebih mudah bagi orang lain, itu adalah hak mereka untuk menjadi kaya. (Fransiska Wahyuning) Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6