PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: Rifan Financindo

Harga Emas Tetap Dalam Tekanan Meskipun Data Perumahan AS Yang Mengecewakan

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Di dalam sebuah pasar dimana sedang “bullish” secara grafik tehnikal, tekanan turun terhadap koreksi harga disambut para trader yang melangkah masuk untuk membeli dari bawah (buy the dips) atas sebagian yang dipandang sebagai “bargain hunting”. Demikianlah halnya dengan emas kemarin. Tren harga emas tetap naik, yang berarti jalur pergerakan harga akan tetap “sideways” sampai naik lebih tinggi. Selain itu, indeks dolar AS juga turun pada hari Rabu kemarin, yang juga membantu kenaikan pasar metal berharga.

Emas berjangka bulan Agustus terakhir naik $1.20 pada $1,412.40 per ons.

Harga emas tetap berada dalam tekanan namun masih bertahan diatas $1,400 per ons setelah data yang menunjukkan konstruksi perumahan AS kehilangan momentum pada bulan Juni.

Housing Starts AS jatuh 0.9% ke 1.253.000 unit setahun pada bulan lalu, kata Departemen Perdagangan. Data ini sedikit lebih buruk daripada yang diperkirakan dimana para ekonom memperkirakan 1.260.000 unit.

Saham Asia dan Eropa bercampur semalam. Indeks saham AS mengarah menguat pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai dan berada pada rekor ketinggiannya pada minggu ini.

Hal kunci diluar pasar emas adalah menguatnya harga minyak mentah Nymex dan diperdagangkan pas di bawah $58.00 per barel. Sementara itu indeks dolar AS turun sedikit setelah mengalami keuntungan pada hari Selasa.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid pada $1,442.90 setelah terlebih dahulu melewati $1,421.60 dan kemudian $1,425.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid pada $1,384.70 setelah terlebih dahulu melewati $1,400.00 dan kemudian $1,390.00. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Emas Melemah Setelah Keluarnya Data Penjualan Ritel AS

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas turun sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Selasa kemarin, setelah muncul tanda-tanda lebih jauh ekonomi AS yang kuat. Setelah Consumer Price Index dan Producer Price Index dan sekarang Penjualan ritel AS.

Penjualan ritel AS bulan Juni kelihatan sangat kuat dengan penjualan eceran inti dari “control group” meningkat 0.7% MoM, sementara konsensus memperkirakan hanya 0.3%. Hal ini mendorong indeks dolar AS naik secara solid pada hari itu dan pada gilirannya memberikan tekanan turun atas pasar emas.

Emas berjangka bulan Agustus terakhir turun $2.90 per ons pada $1,410.20. Harga perak Comex bulan Septermber terakhir naik $0.045 pada $15.41.

Harga emas mendapatkan dukungan naik sebentar ketika ada berita dari pidato Powell yang kebanyakan berisi hal yang sama dengan yang telah didengar dari para pembicara Federal Reserve yang “dovish” sebelumnya. Namun meskipun demikan kenaikan harga tertolak oleh penurunan karena membaiknya kondisi geopolitik dan munculnya data Industrial Production dan Penjualan Eceran dari Cina yang naik secara mengejutkan. Industrial Production meningkat 6.3% YoY dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 5.0%, sementara Penjualan Ritel meningkat 7.5% dibandingkan dengan sebelumnya sebesar 6.4%.

Saham-saham Asia dan Eropa bercampur semalam. Indeks saham AS mengarah bercampur pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai dan berada pada rekor ketinggiannya. Sebegitu jauh pada minggu ini tidak ada perkembangan berita utama yang menggerakkan pasar dengan signifikan. Dengan demikian terjadi kembali perdagangan musim panas yang ogah-ogahan. Namun, data ekonomi AS pada hari yang sibuk bisa membangunkan kemalasan musim panas ini.

Hal kunci diluar pasar emas kemarin adalah harga minyak mentah Nymex yang menguat dan diperdagangkan pas dibawah $60.00 per barel. Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $1,442.90 setelah lebih dahulu melewati $1,421.60 dan kemudian $1,425.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,384.70 setelah lebih dahulu melewati $1,411.20 dan kemudian $1,400.00. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Tertekan Kenaikan Saham Global

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas di pasar spot tertekan pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta) karena kenaikan bursa saham global. Investor cukup optimistis melihat data ekonomi China.

Mengutip CNBC, Selasa (16/7/2019), harga emas di pasar spot turun sekitar 026 persen menjadi USD 1.411 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka naik 0,1 persen menjadi USD 1.413 per ounce.

Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua China turun ke level terendah dalam 26 tahun di angka 6,2 persen. Meskipun turun tetapi angka tersebut sesuai dengan prediksi analis.

Beberapa data-data lain seperti produksi industri, penjualan ritel dan investasi di perkotaan sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar.

“Pasar saham melihat data ini secara positif dan beberapa investor mulai memindahkan risiko investadi ke luar emas,” jelas Bart Melek, analis TD Scurities di Toronto.

Bursa saham dunia naik ke level tertinggi dalam 18 bulan setelah keluarnya data-data ekonomi dari China tersebut. Tentu saja, kenaikan bursa saham tersebut memberikan tekanan kepada harga emas.

Sementara, dolar AS menguat terhadap beberapa mata uang utama dunia. Penguatan ini memberikan beban kepada emas karena investor harus mengeluarkan uang yang lebih banyak jika bertransaksi dengan mata di luar dolar AS.

“Dolar AS nampaknya telah mendapat beberapa dukungan dan hal tersebut menjadi beban bagi harga emas,” kata Tai Wong, analis BMO.

The Fed
Investor tengah menunggu data lain pada pekan ini. Data-data tersebut antara lain penjualan ritel AS dan produksi industri. Hal tersebut untuk melihat pertumbuhan ekonomi negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut.

Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) merilis Beige Book pada Rabu nanti. Pelaku pasar akan melihat arah kebijakan bank sentral dari laporan tersebut.

Selain itu, pelaku pasar juga akan melihat pandangan the Fed mengenai perang dagang dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Emas Bergerak Naik, Trader Membeli Dari Kerendahan

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas pada pertengahan hari Jumat bergerak keatas dari posisi sebelumnya level yang stabil dan cenderung melemah yang terlihat tepat setelah dibukanya sesi berjangka AS. Para trader yang “bullish” melangkah masuk untuk membeli dari bawah, ditengah tren naik yang berlangsung pada grafik harian.

Emas berjangka terakhir naik $4.40 per ons pada $1,1411.20.

Sebelumnya konsumen AS melihat harga emas turun dengan data ekonomi AS menyoroti kenaikan di dalam inflasi produsen. Hari Jumat, departemen tenaga kerja AS mengatakan Producer Price Index (PPI) naik 0.1% pada bulan Juni, setelah kenaikan bulan Mei sebesar 0.1% juga. Data yang keluar ini sesuai dengan yang diperkirakan.

Pada saat yang bersamaan PPI inti, yang mengeluarkan biaya energy dan makanan yang volatil, meningkat 0.3% pada bulan Juni yang lalu, setelah kenaikan bulan Mei sebanyak 0.2%. Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan inflasi secara grosir sebanyak 0.2%.

Data yang keluar ini menciptakan sedikit tekanan jual pada harga emas dengan harga terus bertahan diatas $1,400 per ons, pada $1,406.10.

Para ekonom menaruh perhatian yang seksama terhadap harga produser karena menjadi indikator terdepan untuk harga konsumen. Perusahaan mengoper kenaikan biaya dibebankan kepada para pelanggan.

Sebagian analis mencatat bahwa data inflasi yang terbaru hanya akan sedikit mempengaruhi harga emas dengan pasar terus memperkirakan Federal Reserve untuk memangkas tingkat bunga pada akhir bulan ini. Para ekonom mencatat bahwa kenaikan inflasi tidak akan banyak menghantui bank sentral AS karena sudah rendah selama periode yang berkepanjangan.

Secara tehnikal, kenaikan harga emas akan berhadapan dengan “resistance” awal pada $1.419.9 yang apabila berhasil dilalui akan lanjut ke $1.436.2 dan kemudian $1.445.35. Sedangkan penurunan harga emas akan berhadapan dengan “support” awal pada $1,394.4 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,385.3 dan kemudian $1.369.0. Rifan Financindo.

 

Sumber : Vibiznews

Data Inflasi AS Membaik, Harga Emas Tergelincir Tipis

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas untuk perdagangan Kamis (11/7/2019) ditutup sedikit tergelincir. Hal ini dikarenakan data inflasi Amerika Serikat lebih baik dari perkiraan.

Dikutip dari CNBC, Jumat (12/7/2019), harga emas di pasar spot turun 0,85 persen menjadi USD 1.406,8 per ounce, atau turun USD 6. Penurunan ini sekaligus menahan laju kenaikan yang sudah tejadi sehari sebelumnya.

Sementara untuk harga emas berjangka AS pengiriman Agustus naik 0,26 persen menjadi $ 1.408,8 per ounce. Harga emas telah menyentuh level tertinggi satu minggu di $ 1.426 di awal sesi.

Federal Reserve AS bulan lalu menurunkan proyeksi inflasi untuk 2019 menjadi 1,5 persen dari 1,8 persen. Namun, ini dinilai tidak mengubah harapan The Fed memangkas suku bunga bulan ini.

“Kami melihat data inflasi hari ini, menjadikan pasar hari ini mulai cooling down karena menahan ekspektasi rencana penurunan suku bunga tambahan, ” kata Chris Gaffney, presiden pasar dunia di TIAA Bank.

“(Langkah Kamis) hanya penyesuaian fakta bahwa mungkin kemarin sudah sedikit naik, tetapi harga emas masih bertahan dengan baik di atas USD 1.400, dan sepertinya akan terus berada di atas $ 1.400,” tambahnya.

Harga Emas Sempat Naik
Harga emas di pasar spot naik 1,5 persen pada hari Rabu setelah pernyataan dovish Ketua Fed Jerome Powell. Dimana ia mengkonfirmasi ekonomi AS masih di bawah ancaman dari produktifitas industri yang mengecewakan, inflasi yang terkendali dan perang dagang yang meningkat, dan mengatakan The Fed siap untuk bertindak sebagaimana mestinya.

Pernyataan ini jelas menekan laju dolar dan sekaligus memperpanjang pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.

Para pembuat kebijakan dari bank sentral AS dijadwalkan bertemu pada 30-31 Juli, di mana investor akan mencari petunjuk lebih lanjut tentang pelonggaran kebijakan moneter.

Emas menguat ke puncak enam tahun terakhir di USD 1,438.63 per ons pada bulan lalu.

“Jika harga emas kembali tembus di atas USD 1.438 dapat menyebabkan penguatan kembali dengan USD 1.500 menjadi target level selanjutnya,” tulis Hussein Sayed, kepala strategi pasar di FXTM. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6