PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: Rifan Financindo Surabaya

Harga Emas Tergelincir Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga

 

 

Rifan Financindo – Harga emas tergelincir dari posisi puncaknya dalam 10 bulan. Demikian pula harga paladium keluar dari rekornya.

Melansir laman Reuters, Jumat (22/2/2019), harga emas tergelincir dari level tertinggi dalam 10 bulan di sesi sebelumnya. Ini setelah risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve membuka peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini. Sementara paladium jatuh dari posisi puncaknya sepanjang masa.

Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.335,60 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 19 April di sesi sebelumnya USD 1.346,73. Adapun harga emas berjangka AS turun 0,7 persen menjadi USD 1.338,20 per ounce.”Risalah The Fed telah membuat sebagian dovishness keluar dari pasar dan (itu) menyebabkan sedikit pelunakan emas,” kata Analis Capital Economics, Ross Strachan.

Dalam risalah pertemuan terbarunya, The Fed mengatakan ekonomi AS dan pasar tenaga kerja menguat, mendorong beberapa harapan setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi tahun ini. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas yang tidak memberi imbal hasil.

Di sisi lain, Dolar AS kembali menguat terhadap mata uang utama lainnya, dan mengurangi daya tarik emas.

Morgan Stanley mengatakan dalam sebuah catatan, emas akan membutuhkan lebih dari sekedar dolar yang lebih lemah dan sikap dovish dari The Fed untuk mendorong harganya naik. Bahkan perbankan telah menutup posisi dalam logam.

Investor juga terus mengawasi perundingan yang bertujuan mengakhiri sengketa perdagangan antara China dan Amerika Serikat.

 

Harga emas telah naik 4 persen tahun ini dipicu ekspektasi jika Bank Sentral AS akan menghentikan siklus kenaikan suku bunganya, dan pada harapan untuk kesepakatan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Sementara itu, harga paladium turun 0,8 persen menjadi USD 1.476,13 per ons setelah logam ini sempat melampaui level USD 1.500 pada hari Rabu.

“Palladium menyentuh USD 1.500 dan itu telah menarik beberapa aksi ambil untung dalam jangka pendek, tetapi keseluruhan prospek fundamental tetap sama,” kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Di antara logam mulia lainnya, harga platinum turun 0,5 persen menjadi USD 818,50, sementara perak turun 0,6 persen menjadi USD 15,93. Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Hasil Risalah Rapat The Fed Bayangi Harga Emas

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas melonjak ke posisi tertinggi dalam 10 bulan dengan sentimen pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China mendukung permintaan logam mulia. Selain itu, ada harapan negosiasi tersebut mendukung kemungkinan permintaan tinggi terhadap emas dari China.

Di perdagangan elektronik, mengikuti rilis rapat the Federal Reserve atau bank sentral AS pada Januari, harga emas bergerak lebih rendah ke posisi USD 1.342,50 per ounce.

Hasil rapat the Federal Reserve menunjukkan akan ada kenaikan suku bunga lebih banyak jika inflasi di atas target. Sementara lainnya menunjukkan kalau kenaikan suku bunga dibutuhkan jika ekonomi berkembang sesuai yang diharapkan.

The Federal Reserve atau bank sentral AS mengejutkan pasar pada akhir bulan lalu ketika tiba-tiba menunda kenaikan suku bunga di masa mendatang.

Jelang berita the Federal Reserve, harga emas untuk pengiriman April di divisi Comex naik USD 3,1 atau 0,2 persen menjadi USD 1.347,90 per ounce setelah sentuh level tertinggi USD 1.349,80.

Harga perak untuk pengiriman Maret bertambah 21 sen atau 1,3 persen ke posisi USD 16.177 per ounce.

“Ada banyak alasan bagus untuk perbaikan harga baru-baru ini dalam emas, di antaranya dolar AS melemah,” ujar Direktur Pelaksana RBC Wealth Management, George Gero, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (21/2/2019).

Ia menuturkan, kekhawatiran perlambatan global, brexit dan politik AS adalah semua alasan tambahan bagi investor untuk mencari tempat berlindung lain seperti emas.

Adapun pembicaraan perdagangan AS-China yang dilanjutkan di Washington pada pekan ini usai diskusi tingkat tinggi pada pekan lalu di Beijing. Kesepakatan perdagangan akan positif untuk prospek pasar negara berkembang terutama untuk keuntungan emas.

“Sementara terutama dilihat sebagai safe haven, emas sangat terpapar ke pasar negara berkembang, yang merupakan lebih dari setengah permintaan globalnya,” ujar Carsten Menke, Analis Julius Baer.

Selanjutnya
Ia menuturkan, latar belakang ekonomi yang membaik di pasar negara berkembang dan penguatan mata uang lokal serta dolar AS menjadi pertanda baik untuk permintaan emas.

Hal ini terutama berlaku untuk China. Permintaan emas selama beberapa tahun terakhir makin lemah karena konsumen semakin khawatir tentang prospek ekonomi.

Dalam catatan Morgan Stanley juga menyebutkan untuk pegang emas dalam jangka panjang. Sejumlah faktor pengaruhi antara lain the Federal Reserve. Saat ini ada harapan the Federal Reserve selesai menaikkan suku bunga.

Adapun harga logam lainnya yaitu, harga palladium untuk pengiriman Maret ke posisi USD 1.462,10 per ounce. Harga platinum naik USD 13,20 atau 1,6 persen menjadi USD 834,20 per ounce. Harga tembaga naik 4,55 sen atau 1,6 persen menjadi USD 2,92 per pound.

“Harga tembaga telah bertahan karena optimism pembicaraan perang dagang akan berhasil. Hasil positif dipandang sebagai positif untuk perdagangan global,” ujar Scott Gecas, Chief Market Strategist Walsh Trading.

Namun, prospek global untuk pertumbuhan mengisyaratkan perlambatan. Pergerakan logam, menurut Gecas akan tergantung dari data ekonomi. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam 10 Bulan

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas naik ke level tertinggi dalam 10 bulan pada perdagangan Selasa karena kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia. Kekhawatiran tersebut membuat investor memburu aset-aset safe haven seperti emas.

Selain itu, kenaikan harga emas juga didukung oleh pelemahan dolar AS akibat pelaku pasar sedikit sanksi dengan proses pembicaraan perang dagang antara AS dengan China.

Mengutip CNBC, Rabu (20/2/2019), harga emas di pasar spot naik 0,86 persen menjadi USD 1.337,51 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 20 April di USD 1.341,18 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS naik USD 22,70 menjadi USD 1.344,80 per ounce.

“Kami mendapatkan lebih banyak bukti perlambatan pertumbuhan ekonomi global,” kata analis SP Angel Sergey Raevskiy.

“Ada beberapa komentar dovish dari Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Eropa.” tambah dia.

Sinyal dovish dari Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Eropa tersebut menambah kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global dan mengikuti lemah data ekonomi dari Amerika Serikat dan China.

Saat ini, investor tengah menunggu risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve AS untuk panduan lebih lanjut mengenai rencana kenaikan suku bunga tahun ini.

Kenaikan suku bunga atau suku bunga yang tinggi cenderung membebani harga emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas naik ke level terkuat sejak April 2018 pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Selasa (19/2/2019), harga emas spot naik 0,4 persen menjadi USD 1.326,15 per ounce, setelah sebelumnya mencapai USD 1.327,64, tertinggi sejak 25 April. Harga emas berjangka AS naik 0,6 persen menjadi USD 1.329,7 p er ounce.

Membantu kenaikan emas batangan, dolar AS mundur dari level tertinggi dua bulan pada minggu lalu seirinngnya meningkatnya optimisme untuk kesepakatan perdagangan AS-China.Resolusi perdagangan kemungkinan akan meningkatkan nilai yuan dan pada gilirannya, permintaan dari China, analis Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan. “Tercapainya kesepakatan AS dan China akan menekan dolar karena pemerintah AS akan memutuskan untuk menurunkan tarif impor, yang akan menurunkan harga impor, menyebabkan inflasi turun dan mengurangi kebutuhan Federal Reserve AS untuk meningkatkan suku bunga.”

Investor akan menunggu risalah pertemuan kebijakan Januari The Fed pada hari Rabu untuk kejelasan lebih lanjut tentang kenaikan suku bunga tahun ini. Tingkat yang lebih tinggi cenderung membebani harga emas. Di antara logam mulia lainnya, platinum tidak berubah di level USD 802 per ounce, sementara perak naik 0,2 persen menjadi USD 15,8 per ounce. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Naik ke Level Tertinggi Sejak April 2018

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas naik ke level terkuat sejak April 2018 pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Selasa (19/2/2019), harga emas spot naik 0,4 persen menjadi USD 1.326,15 per ounce, setelah sebelumnya mencapai USD 1.327,64, tertinggi sejak 25 April. Harga emas berjangka AS naik 0,6 persen menjadi USD 1.329,7 p er ounce.

Membantu kenaikan emas batangan, dolar AS mundur dari level tertinggi dua bulan pada minggu lalu seirinngnya meningkatnya optimisme untuk kesepakatan perdagangan AS-China.

Resolusi perdagangan kemungkinan akan meningkatkan nilai yuan dan pada gilirannya, permintaan dari China, analis Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan. “Tercapainya kesepakatan AS dan China akan menekan dolar karena pemerintah AS akan memutuskan untuk menurunkan tarif impor, yang akan menurunkan harga impor, menyebabkan inflasi turun dan mengurangi kebutuhan Federal Reserve AS untuk meningkatkan suku bunga.”

Investor akan menunggu risalah pertemuan kebijakan Januari The Fed pada hari Rabu untuk kejelasan lebih lanjut tentang kenaikan suku bunga tahun ini. Tingkat yang lebih tinggi cenderung membebani harga emas. Di antara logam mulia lainnya, platinum tidak berubah di level USD 802 per ounce, sementara perak naik 0,2 persen menjadi USD 15,8 per ounce.

Palladium cetak rekor

Harga Palladium melonjak ke rekor tertinggi karena defisit pasokan yang berkelanjutan. Harga paladium spot, yang diperdagangkan setinggi USD 1.458 per ounce, naik 1,8 persen menjadi USD 1.457 per ounce.

Defisit di pasar paladium akan melebar secara dramatis tahun ini karena standar emisi yang lebih ketat meningkatkan permintaan, kata pabrikan autokatalis Johnson Matthey dalam sebuah laporan pekan lalu.

“Pasar pada dasarnya kuat,” kata analis Julius Baer, ??Carsten Menke. “Defisit yang sedang berlangsung dan produsen autokatalis mengatakan mereka tidak melihat substitusi berbasis luas dari paladium menjadi platinum benar-benar memperkuat sentimen positif yang berlaku.”

Kedua logam tersebut terutama digunakan oleh pembuat mobil dalam catalytic converter, tetapi platinum lebih banyak digunakan pada kendaraan diesel, yang tidak disukai sejak skandal kecurangan emisi Volkswagen pecah pada 2015.

Tidak seperti platinum, paladium telah diuntungkan dari beralih dari mesin diesel dan harapan untuk pertumbuhan kendaraan listrik hibrida, yang cenderung sebagian bertenaga bensin. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Emas Naik Yang Bukan Disebabkan Karena Melemahnya Dolar AS

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Untuk pertama kalinya sementara emas naik dengan tajam dan memperoleh keuntungan yang tidak berdasarkan pada kelemahan dolar AS. Selama beberapa bulan terakhir, mayoritas dari hari-hari trading berisi perubahan bersih dari emas adalah hasil langsung dari menguatnyan atau melemahnya emas.

Pada hari Sabtu minggu lalu jam 02:10 pagi WIB emas berjangka kontrak berjangka yang paling aktif bulan April diperdagangkan naik $10.90 (+0.84%) dan berhenti $1,324.20. Mempertimbangkan indeks dolar AS pada saat itu turun hanya sedikit, hanya 0.1%, menjadi jelas bahwa sebagian besar dari keuntungan emas pada hari Jumat minggu lalu disebabkan oleh para trader yang menawarkan pembelian emas dengan harga yang terus dinaikkan.

Begitu juga dengan emas spot yang naik $8.90 dan berhenti pada $1,321.20 yang adalah keuntungan bersih sebesar 0.68% pada hari itu. Menurut Kitco Gold Index (KGX) hanya $1.30 keuntungan pada hari itu disebabkan oleh kelemahan dolar AS, dengan sisa keuntungan sebesar $7.60 secara langsung disebabkan oleh para pembeli dan sentiment pasar yang “bullish”.

Selain itu, sentimen yang baru dan disambut dengan pasar, keuntungan pada hari Jumat di metal berharga terjadi bersamaan dengan pasar saham yang mengalami keuntungan yang besar pada hari itu juga. Dow Jones Industrial mengalami keuntungan rata-rata diatas 443 poin pada hari itu dengan ditutup pada 25,883.25. Itu adalah keuntungan bersih sebesar 1.74% pada hari itu. NASDAQ mengalami keuntungan 6/10 persen dan ditutup 7471.75.

Keuntungan kuat ini yang disaksikan di dalam saham dan metal berharga AS adalah hasil langsung dari sentimen pasar yang didasarkan pada negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dengan Cina yang dilaporkan sedang membuat kemajuan dan mendekati kepada resolusi yang disukai. Sementara berita ini hanya memberikan pengaruh yang  minor terhadap dolar AS, hal ini memberikan pengaruh yang kuat pad saham AS dan pada tingkat yang lebih rendah, pengaruh yang kuat pada metal berharga.

Secara tehnikal, kenaikan harga emas berikutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1326 dan selanjutnya $1328 dan $1332. Sebaliknya penurunan harga emas akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1310 dan selanjutnya level psikologis $1300 yang apabila tertembus akan berhadapan dengan “resistance” terakhir di $1293. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews