PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: Rifan Financindo Surabaya

Harga Emas Menguat Tipis Imbas Bursa Saham AS Melemah

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas menguat di awal sesi perdagangan dengan ada short covering di pasar berjangka dan sejumlah pembelian.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa, harga emas sempat turun ke level terendah dalam hampir empat bulan pada Selasa. Pelaku pasar pun dalam beberapa minggu terakhir mengalirkan dananya ke bursa saham. Hal ini menekan harga logam termasuk emas.

Harga emas untuk pengiriman Juni bertahan hingga USD 1,9 per ounce atau ke posisi USD 1.279,10. Harga perak untuk pengiriman Mei di divisi Comex naik USD 0,065 ke posisi USD 14.795 per ounce. Berdasarkan data goldprice, harga emas di pasar spot 0,14 persen ke posisi USD 1.274 per ounce. Sedangkan di divsi Comex melemah ke posisi USD 1.272 per ounce.

Indeks saham Asia dan Eropa sebagian besar menguat. Sedangkan pada awal pembukaan, bursa saham Amerika Serikat (AS) sedikit naik dan dekati posisi tertinggi dalam enam bulan. Kemudian bursa saham AS pun melemah terbatas.

Selain itu, sentimen lainnya pengaruhi pergerakan harga emas yaitu laporan pertumbuhan ekonomi China yang naik 6,4 persen pada kuartal I 2019. Angka ini sedikit lebih baik dari perkiraan. Produksi industri dan penjualan ritel lebih kuat disebut sebagai pendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya
Di sisi lain, indeks harga konsumen zona Euro untuk Maret naik 1 persen dari Februari. Namun, hanya naik 1,4 persen secara year on year (YoY). Sementara itu, indeks harga konsumen Inggris menguat 0,2 persen pada Maret dan naik 1,9 persen secar YoY.

Perubahan penting dalam psikologi telah terjadi hanya beberapa minggu terakhir. Imbal hasil obligasi pemerintah di negara-negara utama sedang meningkat setelah turun dalam dua bulan pertama. Hal ini sebagian disebabkan oleh sedikit penghindaran risiko dengan melihat uang mengalir ke pasar saham. Ini pada gilirannya mendorong hasil obligasi meningkat untuk menarik minat beli investor.

Data lainnya yaitu indeks dolar AS melemah. Sementara itu, harga minyak mentah Nymex lebih tinggi dan diperdagangkan sekitar USD 64,50 per barel.

Analis Kitco melihat, secara teknikal, harga emas mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek. Harga emas berikutnya untuk menguat dengan level resistance USD 1.300, sedangkan support di USD 1.250. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Turun ke Level Terendah dalam Seminggu

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu pada hari Senin (Selasa pagi WIB) karena harapan Amerika Serikat (AS) dan China akan mencapai kesepakatan perdagangan yang mengangkat selera untuk aset berisiko bahkan ketika dolar AS melemah.

Dilansir dari Reuters, Selasa (16/4/2019), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.287,61 per ounce., turun dari USD 1.281,96, terendah sejak 4 April. Emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi USD 1.291,30 per ounce.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia berharap Washington dan Beijing “dekat dengan putaran final” perundingan untuk menyelesaikan sengketa perdagangan antara dua ne ekonomi terbesar dunia.

Tanda-tanda kedua negara sedang menuju kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang yang telah merugikan kedua negara miliaran dolar AS dan pasar keuangan yang berantakan – mengangkat sentimen investor dan menekan permintaan emas sebagai safe-haven.

“Secara keseluruhan, orang tidak terpesona oleh emas, mereka tidak melihat banyak potensi terbalik di dalamnya,” kata Miguel Perez-Santalla, Wakil Presiden Heraeus Metal Management di New York

Laporan pemerintah AS minggu lalu yang menunjukkan harga impor naik untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Maret, ditambah dengan ekspor Cina yang positif dan angka produksi industri zona euro, meredakan beberapa kekhawatiran atas pertumbuhan global, juga membatasi permintaan untuk emas.

Di sisi teknis, harga turun di bawah MA 100-hari di sekitar USD 1.287, yang menurut para pedagang bisa menjadi sinyal bearish. Logam mulia juga menembus di bawah tanda psikologis kunci USD 1.300 minggu lalu, menunjuk ke bias negatif lebih lanjut.

“Emas datang menuju level support USD 1.280. Orang-orang mengantisipasi bahwa jika emas turun di level ini dan pembeli kembali, itu akan menciptakan bottom jangka pendek, menjadikannya waktu yang tepat untuk mulai mengejar emas,” kata Michael Matousek, Kepala Pedagang di Global Investors AS.

“Secara keseluruhan, minggu ini akan sangat lambat dalam hal volume, karena harga akan berfluktuasi; itu akan tampak sedikit lebih tidak stabil karena akan ada lebih sedikit pelaku pasar.”

Harga platinum dan paladium di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 881,5 per ounce dan menjadi USD 1.364,38 per ounce, masing-masing.

Harga perak naik 0,2 persen menjadi USD 14,98 per ounce. Sebelumnya di sesi harga menyentuh terendah sejak 26 Desember di USD 14,81. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Mengalami “Rebounds” Karena Aksi Jual Dolar AS

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas dan perak naik secara moderat pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Jumat minggu lalu, karena kenaikan koreksi setelah terjual tajam pada hari Kamisnya. Aksi jual terhadap indeks dolar AS pada hari Jumat yang lalu juga menguntungkan pasar metal berharga.

Emas berjangka bulan Juni terakhir diperdagangkan naik $3.60 per ons pada $1,297.00. Perak Comex bulan Mei terakhir naik $0.153 pada $15.02 per ons.

Indeks saham Asia dan Eropa bercampur mengarah turun semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Minat terhadap resiko dari para trader/investor tetap tajam sampai akhir minggu lalu, didorong oleh berita-berita “mega-merger” antara perusahaan minyak Chevron dan Anadarko.

Musim melaporkan penghasilan perusahaan AS sedang berlangsung, dengan hasil-hasil dari bank-bank besar dirilis, termasuk JP Morgan dan Wells Fargo. Beberapa analis dari industri bank memperkirakan laporan penghasilan yang agak buruk untuk kuartal pertama tahun ini. Namun, hasil dirilis oleh JP Morgan dan Wells Fargo lebih baik daripada yang diperkirakan.

Cina melaporkan aktivitas impor dan ekspor untuk bulan Maret. Ekspor naik 14.2% YoY sementara Impor turun 7.6% pada periode yang sama. Angka terakhir ini dianggap bagus untuk ekonomi Cina, dengan ekspor pada bulan Februari turun 20.7% dari tahun yang lalu. Para peramal memperkirakan kenaikan ekspor pada bulan Maret hanya sekitar 9%.

Hal kunci diluar pasar pada hariJumat yang lalu adalah turunnya indeks dolar AS, sementara harga minyak mentah Nymex naik dan diperdagangkan disekitar $64.50 per barel.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas berikutnya adalah menembus “resistance” yang solid di $1,330.80 setelah melewati $1.300.00 dan kemudian $1,305.00.  Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,284.90 setelah melewati $1,292.90. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Dolar AS Menguat Dorong Harga Emas Turun

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas turun lebih dari 1 persen di bawah level kunci USD 1.300. Penurunan dipicu data ekonomi yang kuat mendorong Dolar AS, dan membuat harga logam mulia meredup.

Melansir laman Reuters, Jumat (12/4/2019), harga emas di pasar spot turun 1,3 persen menjadi USD 1,290,34 per ounce. Harga emas berjangka AS menetap 1,6 persen lebih rendah menjadi USD 1.293,3.

“Emas berada di bawah banyak tekanan saat ini karena kehilangan dukungan kritis pada USD 1.300,” kata Ahli Strategi Komoditas Senior RJO Futures, Phillip Streible.

“Indeks harga produsen naik lebih baik dari yang diharapkan, menunjukkan sedikit inflasi. Itu bisa berpotensi membuat Federal Reserve AS bertindak menaikkan suku bunga. Juga, dolar sedikit lebih kuat, mengarah ke aksi jual,” kata Streible.

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang mata uang lain. naik menyusul laporan bahwa harga produsen membukukan kenaikan terbesar dalam lima bulan pada Merat. Dan ini setelah klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah sejak 1969.

Dolar AS yang kuat membuat emas lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Harga Logam Lainnya
Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa memberi Inggris waktu enam bulan lagi untuk meninggalkan blok itu dan para analis mengatakan langkah itu membuat emas terlihat tidak menarik.

“Brexit yang tertunda tidak baik untuk emas karena mengambil risiko dari pasar,” kata Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group.

Harga emas di bawah USD 1.300 akan dilihat sebagai bias negatif dalam grafik yang digunakan oleh pedagang teknis, kata analis dan pedagang.

“Sementara emas masih terikat di kisaran USD 1.275 hingga USD 1.325. Emas menjadi sarana perdagangan bagi banyak orang yang menjual kisaran atas dan membeli kisaran lebih rendah,” ujar George Gero, Direktur Pelaksana RBC Wealth Management.

Sementara harga platinum turun 1,2 persen menjadi USD 890,34 per ons. Harga Palladium turun 2 persen menjadi USD 1.360,38 per ons, sementara perak tergelincir 1,9 persen menjadi USD 14,92. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Melejit Imbas Kekhawatiran Ekonomi Global

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas menguat didorong kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global. Sentimen itu mendukung harga emas.

“Dengan keseluruhan risiko ekonomi, prospek suram telah memicu respons langsung ke aset safe haven, dengan emas nyaman berada di atas angka USD 1.300,” tulis Analis FXTM, Lukman Otunuga, dalam catatannya seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (11/4/2019).

Sejumlah sentimen pengaruhi harga emas terutama kekhawatiran ekonomi global. Bank sentral Eropa melihat prospek ekonomi masih belum baik untuk zona euro.

Bank sentral Eropa juga tidak membuat perubahan pada kebijakan moneter, dan mengulangi rencana untuk mempertahankan suku bunga setidaknya hingga akhir tahun.

Selain itu, Dana Moneter Internasional atau the International Monetary Fund juga memangkas pertumbuhan ekonomi global dan ini penurunan prospek ketiga kalinya dalam enam bulan.

Harga emas di divisi Comex pun naik USD 5,6 atau 0,4 persen menjadi USD 1.313,90 per ounce.

Harga emas ini tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak 26 Maret. Harga logam mulia mencetak kenaikan dalam empat sesi berturut-turut dan menandai kenaikan terpanjang sejak 31 Januari.

Risalah Rapat The Fed
Pada perdagangan elektronik, harga emas bergerak lebih rendah usai rilis risalah pertemuan kebijakan moneter the Federal Open Market Committee (FOMC) pada Maret.

“Risalah FOMC hanya mengkonfirmasi pemahaman pasar tentang sikap the Federal Reserve saat ini tentang kenaikan suku bunga di masa depan atau tidak adanya hal tersebut,” ujar Brien Lundin, Editor Gold Newsletter.

Risalah menunjukkan keputusan the Federal Reserve pada Maret untuk berhenti menaikkan suku bunga pada Maret didorong oleh kegelisahan AS terhadap ekonomi global dan inflasi tertahan. Pada perdagangan elektronik, harga emas berada di posisi USD 1.311,90 per ounce.

Presiden Bank sentral Eropa, Mario Draghi juga mengakui perlambatan ekonomi berlanjut pada 2019. Ini sebagian karena ketidakpastian yang dihadapi pebisnis akibat dari ancaman AS untuk menaikkan tarif mobil dan impor lainnya dari Eropa.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Theresa May bertemu pejabat Eropa dalam upaya untuk mendorong tenggat waktu Brexit hingga 30 Juni. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6