PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: Rifan Financindo Surabaya

Fed Tetap Mempertahankan Tingkat suku Bunga, Emas Rally Karena Persepsi Yang Dovish

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Meskipun mendapatkan lebih banyak tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk memangkas tingkat bunga, Federal Reserve mengumumkan bahwa mereka tetap mempertahankan tingkat bunga “benchmark” tidak berubah setelah pertemuan kebijakan moneter selama dua hari.

Ini adalah keputusan yang telah diperkirakan secara luas, dengan para investor sebagian besar fokus terhadap setiap petunjuk mengenai kemungkinan pemangkasan tingkat suku bunga pada bulan Juli. Sebelum keputusan berlangsung, pasar memperhitungkan dalam harga probabilita the Fed akan tetap mempertahankan tingkat bunga sekarang ini sebanyak 74% dan probabilita pemangkasan tingkat bunga pada bulan Juli adalah sebanyak 63.8%, menurut CME FedWatch Tool.

The Fed mengumumkan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga pada rentang 2.25% – 2.50%, dengan 9-1  Federal Open Market Committee mengambil suara untuk mempertahankan tingkat suku bunga tidak berubah.

Segera sesudah pernyataan ini dirilis emas melompat dan Emas berjangka Comex bulan Agustus terakhir diperdagangkan pada $1,357.30, naik 0.52% pada hari itu.

Pernyataan dari the Fed mengatakan,”Konsisten dengan mandat dari undang-undang, Komite berusaha mencari stabilitas harga dan employment yang paling maksimum. Untuk mendukung tujuan ini, komite memutuskan untuk tetap mempertahankan rentang target tingkat bunga bank sentral pada 2 ¼ – 2 ½ persen. Komite terus memandang aktifitas ekonomi sedang ekspansi berkelanjutan, kondisi pasar tenaga kerja kuat, dan inflasi dekat dengan obyektif 2% sebagai hasil yang paling mungkin terjadi, namun ketidakpastian mengenai outlook telah meningkat.”

Hal kunci dari keputusan ini adalah proyeksi “dot-plot”, ekspektasi inflasi yang lebih rendah, proyeksi GDP dan the Fed menghapuskan perkataan “sabar” dari gudang senjatanya ketika merujuk kepada pergerakan kebijakan pada masa yang akan datang.

“Dot plot” yang baru menunjukkan tidak ada perubahan pada tahun 2019 dan akan ada pemangkasan sebesar 25 basis poin pada tahun 2020.

The Fed mengurangi proyeksi inflasi pada tahun ini dari 1.8% menjadi 1.5% sementara menyatakan bahwa ukuran inti juga akan tetap dibawah target bank sentral sebesar 2%.

Pernyataan the Fed tetap mempertahankan proyeksi GDP untuk tahun 2019 tidak berubah pada 2.1% dan merevisi perkiraan untuk 2020 menjadi 2%.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid pada $1,362.20 setelah melewati $1,358.50. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,323.60 setelah melewati $1,344.80 dan $1,336.60. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Terpangkas Optimisme Pembicaraan Perang Dagang

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Kenaikan harga emas pada perdagangan Selasa terpangkas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkonfirmasi bahwa ia akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping ada pertemuan G20 di Jepang.

Sebelumnya, di awal sesi harga emas sempat melonjak hingga 1p ersen setelah Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral AS mengisyaratkan akan menjalankan kebijakan pelonggaran moneter.

Mengutip CNBC, Rabu (19/6/2019), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.432,15 per ounce. Harga emas ini sempat naik ke USD 1.354,20 per ounce, sebelum Trump mengatakan dalam akun twitternya bahwa ia telah melakukan sambungan telepon yang sangat baik dengan Presiden China.

Kedua pemimpin akan bertemu pada Pertemuan G20 akhir bulan ini di Jepang, di mana diskusi akan fokus pada perdagangan di tengah perang tarif yang berdampak pahit pada pasar global.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS naik USD 7,80 ke level USD 1.350,70 per ounce.

“Kami melihat sedikit kebangkitan dalam selera risiko,” kata Bart Melek, kepala analis komoditas TD Securities di Toronto.

“Komoditas yang memiliki risiko tinggi telah naik dan emas telah diperdagangkan lebih rendah,” tambah dia.

Pasar saham menguat mengikuti komentar Trump sementara indeks dolar AS menguat ke level tertinggi dalam dua minggu.

Perdagangan Sebelumnya
Sebelumnya, harga emas tergelincir dari level tertinggi lebih dari 14 bulan pada sesi belumnya dipicu data ekonomi AS yang optimistis yang mengurangi harapan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga acuan.

Dilansir dari Reuters, Selasa (18/6/2019), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.338,9 per ounce. Harga telah melonjak ke USD 1.358,04 pada hari Jumat, tertinggi sejak 11 April 2018. Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.342,9 per ounce.

Data produksi industri AS di atas perkiraan dan penjualan ritel yang positif dan pembacaan kepercayaan konsumen pada hari Jumat mendorong kembali ekspektasi pasar berjangka dari setiap penurunan suku bunga cepat oleh Federal Reserve A.S.

Ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan Fed 18-19 Juni turun menjadi 21,7 persen dari 28,3 persen pada hari Kamis setelah rilis data ritel, menurut FedWatch CME Group. Tetapi peluang untuk pelonggaran moneter pada pertemuan Juli tetap di 85 persen.

Pada hari Senin, harapan untuk penurunan suku bunga acun telah turun lebih rendah.

Investor juga melihat ke arah KTT G20 akhir bulan ini di mana Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di tengah percekcokan perdagangan mereka yang telah mengacak-acak pasar sejak tahun lalu.

Kekhawatiran tetap ada bahwa perang dagang yang pahit dapat mendorong ekonomi dunia ke dalam resesi.

Holdings dari SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, naik 0,6 persen menjadi 764,1 ton pada hari Jumat dari 759,7 ton pada hari Kamis.

Tak hanya harga emas yang turun, logam mulia lainnya juga diperdagangkan lebih rendah, dengan harga perak di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 14,82 per ounce, dan paladium menurun 0,4 persen menjadi USD 1.459,01.

Harga platinum merosot ke level terendah sejak 31 Mei, turun 0,8 persen pada USD 793,75 per ounce. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Terjungkal Dipicu Kecilnya Peluang The Fed Turunkan Suku Bunga

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas tergelincir dari level tertinggi lebih dari 14 bulan pada sesi belumnya dipicu data ekonomi AS yang optimistis yang mengurangi harapan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga acuan.

Dilansir dari Reuters, Selasa (18/6/2019), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.338,9 per ounce. Harga telah melonjak ke USD 1.358,04 pada hari Jumat, tertinggi sejak 11 April 2018. Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.342,9 per ounce.

Data produksi industri AS di atas perkiraan dan penjualan ritel yang positif dan pembacaan kepercayaan konsumen pada hari Jumat mendorong kembali ekspektasi pasar berjangka dari setiap penurunan suku bunga cepat oleh Federal Reserve A.S.

Ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan Fed 18-19 Juni turun menjadi 21,7 persen dari 28,3 persen pada hari Kamis setelah rilis data ritel, menurut FedWatch CME Group. Tetapi peluang untuk pelonggaran moneter pada pertemuan Juli tetap di 85 persen.

Pada hari Senin, harapan untuk penurunan suku bunga acun telah turun lebih rendah.

Investor juga melihat ke arah KTT G20 akhir bulan ini di mana Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di tengah percekcokan perdagangan mereka yang telah mengacak-acak pasar sejak tahun lalu.

Kekhawatiran tetap ada bahwa perang dagang yang pahit dapat mendorong ekonomi dunia ke dalam resesi.

Holdings dari SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, naik 0,6 persen menjadi 764,1 ton pada hari Jumat dari 759,7 ton pada hari Kamis.

Tak hanya harga emas yang turun, logam mulia lainnya juga diperdagangkan lebih rendah, dengan harga perak di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 14,82 per ounce, dan paladium menurun 0,4 persen menjadi USD 1.459,01.

Harga platinum merosot ke level terendah sejak 31 Mei, turun 0,8 persen pada USD 793,75 per ounce. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Emas Kehilangan Sebagian Keuntungannya Dengan Trader Jangka Pendek Mengambil Untung

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas berbalik turun sedikit dari ketinggian selama 13 bulan pada Jumat malam. Para trader jangka pendek membukukan keuntungannya menjelang akhir minggu lalu. Namun, minat jual terbatas menjelang akhir minggu, ditengah semakin meningkatnya ketidakpastian di pasar. Amerika Serikat telah mempersalahkan Iran untuk penyerangan yang terjadi pada minggu lalu atas kapal-kapal di Teluk Oman. Kapal perang AS berpatroli di area tersebut dan kesabaran Presiden Trump menipis terhadap Iran.

Emas bulan Agustus terakhir naik $7.10 per ons pada $1,350.80.

Harga emas sempat bertahan dekat ketinggian selama satu tahun, diuntungkan dari sentimen “risk-off” yang kuat di pasar meskipun belanja konsumen AS relative masih sesuai dengan yang diperkirakan.

Penjualan eceran AS pada hari Jumat minggu lalu naik 0.5% pada bulan Mei setelah pada bulan April direvisi nak 0.2%, menurut data terbaru dari Departemen Perdagangan AS; data ini sedikit meleset dari yang diperkirakan oleh para ekonom yang memperkirakan kenaikan 0.7%.

Penjualan inti, yang mengeluarkan penjualan kendaraan, meningkat 0.5% pada bulanlalu, dibandingkan dengan kenaikan setelah direvisi untuk bulan April dengan angka yang sama 0.5%. Data ini sesuai dengan yang diperkirakan.

Sementara itu, “control group” yang tidak memasukkan auto, gas, bahan bangunan, makanan dan jasa meningkat 0.5% pada bulan lalu, lebih besar daripada yang diperkirakan sebesar 0.4%.

Menurut sebagian ekonom, data penjualan eceran hanya sedikit menenangkan bertumbuhnya ketakutan bahwa perlambatan ekonomi global bisa bertransisi menjadi resesi. Namun, melihat melalui data yang relatif sesuai dengan yang diperkirakan, sebagian analis pasar mencatat bahwa revisi yang lebih baik daripada yang diperkirakan pada bulan April menambah nada optimis dari laporan tersebut.

Adam Button, managing director pada Forexlive.com mengatakan bahwa data ini meredupkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengeluarkan nada yang “dovish” pada pertemuan kebijakan moneter minggu depan.

Katherine Judge, senior economist pada CIBC Capital Markets, mengatakan bahwa data ekonomi yang terakhir mendukung pandangannya bahwa the Fed tidak akan memangkas suku bunga secepatnya sebagaimana yang telah diperhitungkan pasar dalam harga.

Dia berkata,”belanja konsumen kelihatannya semakin bertambah cepat pada kuartal kedua, setelah permulaan yang lambat pada awal tahun yang dihambat oleh penghentian sebagian dari operasi pemerintah.”

Secara tehnikal, jika mengalami kenaikan lagi maka akan bertemu dengan “resistance” terdekat di $1,357.10 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,373.56 dan akhirnya $1,415.24. Sebaliknya apabila mengalami penurunan akan bertemu dengan “support” terdekat di $1,315.42 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,290.20 dan akhirnya $1,248.52. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Emas Mendapatkan Pembelian Safe Haven Dengan Naiknya Ketegangan Di Teluk Persia

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas naik pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Kamis kemarin, didukung oleh minat pembelian “safe-haven” karena berita penyerangan atas kapal-kapal di regional Teluk Persia semalam. 2.80

Emas berjangka bulan Agustus terakhir naik $2.80 per ons pada $1,339.60. Harga perak Comex bulan Juli terakhir naik $0.0037 pada $14.79 per ons.

Pasar sedikit resah pada hari Kamis kemarin setelah laporan lebih banyak kapal di areaTeluk Persia yang diserang oleh perahu-perahu bersenapan yang lebih kecil. Kapal-kapal angkatan laut AS dikabarkan sekarang memproteksi sebagian kapal minyak di area tersebut.

Harga minyak naik dengan solid kemarin karena berita tersebut. Sekarang ketegangan di pasar tidak begitu tinggi, namun situasi ini bisa memburuk dengan cepat jika Iran dan AS terlibat konfrontasi militer secara langsung.

Indeks saham Eropa dan Asian kebanyakan menguat semalam. Indeks saham AS juga mengarah pada penguatan pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Pandangan akan lebih banyak kebijakan moneter yang lebih akomodatif dari bank sentral utama dunia, ditengah tekanan inflasi yang sangat rendah yang mengglobal, mendukung pasar saham dunia belakangan ini.

Hal kunci diluar pasar emas kemarin adalah naiknya harga minyak mentah Nymex secara solid dan diperdagangkan disekitar $53.25 per barel, karena berita Teluk Oman. Sementara itu indeks dolar AS mendekati stabil pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid pada $1,352.70 setelah melewati $1,342.70 dan kemudian $1,350.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid pada $1,300.00 setelah melewati $1,335.90 dan kemudian $1,329.80. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews