PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: Rifan Financindo Surabaya

Harga Emas Tertekan Usai Rilis Rapat The Fed

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas melemah didorong indeks dolar Amerika Serikat (AS) meningkat ke posisi tertinggi. Hal ini terjadi usai rilis hasil pertemuan kebijakan moneter bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) pada September.

Indeks dolar AS sentuh posisi tertinggi dengan naik 0,5 persen ke posisi 95,54. Kenaikan indeks dolar AS terjadi usai pertemuan kebijakan moneter the Fed. Mayoritas pejabat senior the Fed yakin suku bunga akan terus meningkat

“Hasil pertemuan kebijakan the Fed menekankan kenaikan suku bunga selanjutnya. Selain itu masih menunjukkan kekhawatiran inflasi, baik konsumen dan produsen pada 2019,” ujar Wakil Presiden Direktur GoldMining Inc, Jeff Wright, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (18/10/2018).

Ia menuturkan, dampaknya terhadap emas sedikit negatif. Namun, tidak ada kejutan baik dan buruk yang memberikan kejelasan.

Dalam perdagangan elektronik, harga emas untuk pengiriman Desember melemah USD 3,6 atau 0,3 persen ke posisi USD 1.227,40 per ounce. Kontrak itu berakir pada Selasa ke posisi USD 1.231 yang merupakan posisi tertinggi sejak 31 Juli. Sepanjang Oktober, harga emas sudah naik hampir tiga persen.

Kebijakan The Fed Bayangi Harga Emas
Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Desember turun 0,3 persen menjadi USD 14.633 per ounce. Dolar AS menguat seiring kebijakan moneter the Federal Reserve. Indeks dolar AS sudah naik 3,7 persen sepanjang tahun berjalan 2018.

The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2018. Suku bunga the Fed akan kembali naik untuk keempat kali sebelum akhir 2018. Ini dapat memberikan perlawanan terhadap harga emas. Hal ini karena kenaikan suku bunga membuat dolar AS menguat. Selain itu, obligasi pemerintah pun menjadi investasi lebih menarik ketimbang emas.

Bursa saham dan emas bergejolak di tengah meningkatnya kekhawatiran suku bunga dan imbal hasil surat berharga AS. “Dengan inflasi tidak hadir dari data produksi industri AS itu tidak menggeser the Fed,” kata Head of Trading Oanda, Stephen Innes.

Innes menambahkan, pandangan ini signifikan untuk harga emas. Aksi jual dolar AS menjadi risiko utama di AS yang akan meningkat dan pengaruhi kinerja harga emas. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Pelemahan Dolar AS Tak Mampu Dorong Harga Emas

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas stabil pada perdagangan Selasa karena pelemahan dolar AS diimbangi oleh kenaikan pasar saham. Biasanya, pelemahan dolar AS mendorong kenaikan harga emas tetapi karena pasar saham bergairah maka investor lebih memilih untuk mengalihkana portofolio di saham.

Mengutip Reuters, Rabu (17/10/2018), harga emas di pasar spot tidaak berubah di level USD 1.226,29 per ounce pada pukul 1.52 siang waktu New York. Pada Sesi sebelumnya harga emas sempat mencapai level USD 1.233,26 per ounce yang merupakan harga tertinggi sejak 26 Juli.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS ditutup naik USD 0,7 atau 0,1 persen ke level USD 1.231 per ounce.

“Pasar saham tengah membaik karena data menunjukkan bahwa laporan keuangan beberapa emiten membaik. Hal itu menghalangi harga emas untuk melanjutkan reli,” jelas analis INTL FC Stone, Edward Meir.

Sebenarnya, harga emas tengah mendapat angin segar karena pelemahan dolar AS. Namun kesempatan ini sulit untuk tterwujud karena pasar ekuitas.

Indeks dolar AS turun ke posisi terendah dalam dua pekan pada perdagangan Selasa. Sementara mata uang negara-negara berkembang mampu menguat.

Di sisi teknis, harga emas diperdagangkan di kisaran rata-rata USD 1.227 per ounce.

Perdagangan Sebelumnya
Pada perdagangan sebelumnya, harga emas naik lebih dari 1 persen ke level tertinggi dalam 2,5 bulan karena para investor beralih ke logam mulia setelah memuncaknya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi yang memperparah kegelisahan di pasar saham global.

“Emas kini mendapat penarik yang lebih kuat dari aksi investor menyelamatkan diri dari aset berisiko,” kata analis dari Quantitative Commodity Research Peter Fertig. “Langkah selanjutnya dari emas akan tergantung pada berapa lama sell-off ini berlanjut.”

Saham global berada di bawah tekanan, dengan saham Eropa menyentuh terendah dalam 22 bulan dipicu sejumlah faktor termasuk sengketa perdagangan AS-China, meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kekuatan barat, negosiasi Brexit yang macet dan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi di China.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pekan lalu bahwa risiko terhadap sistem keuangan global yang telah meningkat selama enam bulan terakhir, dapat meningkat tajam jika tekanan di pasar negara berkembang meningkat atau hubungan perdagangan global memburuk. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Meroket Akibat Ketegangan AS-Arab Saudi

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas naik lebih dari 1 persen pada hari Senin ke level tertinggi dalam 2,5 bulan karena para investor beralih ke logam mulia setelah memuncaknya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi yang memperparah kegelisahan di pasar saham global.

Dilansir dari Reuters, Selasa (16/10/2018), harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 1.230,05 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sejak 26 Juli 2018 di USD 1.233,26 per ounce. Harga emas berjangka AS naik 1 persen menjadi USD 1.234,2 per ounce.

“Emas kini mendapat penarik yang lebih kuat dari aksi investor menyelamatkan diri dari aset berisiko,” kata analis dari Quantitative Commodity Research Peter Fertig. “Langkah selanjutnya dari emas akan tergantung pada berapa lama sell-off ini berlanjut.”

Saham global berada di bawah tekanan, dengan saham Eropa menyentuh terendah dalam 22 bulan dipicu sejumlah faktor termasuk sengketa perdagangan AS-China, meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kekuatan barat, negosiasi Brexit yang macet dan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi di China.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pekan lalu bahwa risiko terhadap sistem keuangan global yang telah meningkat selama enam bulan terakhir, dapat meningkat tajam jika tekanan di pasar negara berkembang meningkat atau hubungan perdagangan global memburuk.

Emas, biasanya menjadi penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian politik dan ekonomi, tetap turun sekitar 10 persen dari puncaknya di bulan April, dengan para investor memilih dolar AS ketika perang perdagangan AS-China dibuka dengan latar belakang suku bunga AS yang lebih tinggi.

Tak hanya emas, harga platinum naik 0,6 persen menjadi USD 841,6 setelah sebelumnya menyentuh tertinggi sejak 10 Juli USD 850,1. Palladium naik 1 persen menjadi USD 1.077 dan perak naik 1,1 persen menjadi USD 14,71. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Mingguan Melonjak 1,5 Persen; Pergerakan Dolar AS Menjadi Acuan

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga Emas jatuh pada akhir pekan hari Jumat, mundur dari tertinggi lebih dari dua bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya, karena pasar saham global memulihkan beberapa kerugian.

Harga emas spot LLG turun 0,4 persen pada $ 1,218.76 per ons pada akhir pekan, setelah melompat sekitar 2,5 persen pada Kamis karena aksi jual dalam ekuitas mengirim investor menuju aset safe-haven. Harga mencapai tertinggi sejak 31 Juli di $ 1,226.27 pada hari Kamis.

Harga Emas telah meningkat sekitar 1,5 persen minggu ini, di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar dalam tujuh minggu.

Saham global mengalami hari terkuat mereka dalam hampir sebulan pada hari Jumat karena pasar Eropa dan Asia pulih dari aksi jual tajam yang membuat mereka bersiap untuk minggu terburuk mereka sejak Februari.

Meskipun persentase kenaikan satu hari tertajam emas sejak Juni 2016 pada hari Kamis, logam mulia masih turun sekitar 11 persen dari puncaknya pada bulan April karena investor membeli dolar saat perang perdagangan AS-China terhampar dengan latar belakang meningkatnya suku bunga AS.

Sementara itu, palladium turun 0,8 persen pada $ 1,068.20, setelah mencapai tertinggi sejak 26 Januari di $ 1,096.80 pada sesi sebelumnya.

Perak naik 0,1 persen menjadi $ 14,58, sementara platinum datar di $ 839,20.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpotensi maju jika pelemahan dolar AS terus berlanjut. Sentimen kekuatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi juga dapat mengangkat emas sebagai aset safe haven. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,221-$ 1,223, dan jika turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,217-$ 1,215. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Pasar Saham Global Melemah, Harga Emas Menguat

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas dunia melonjak lebih dari 2 persen dipicu pelemahan pasar saham global yang mendorong investor bergegas membeli logam mulia.

Melansir laman Reuters, Jumat (12/10/2018), harga emas di pasar spot naik 2,6 persen menjadi USD 1.225,26 per ounce. Harga naik usai mencapai posisi tertinggi sejak 31 Juli di USD 1.226,27 per ounce. Ini juga merupakan persentase persentase satu hari terbaik sejak Juni 2016.

Adapun harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) ditutup naik USD 34,20, atau 2,87 persen ke posisi USD 1.227,60 per ounce.

Pasar emas kali ini dipengaruhi Wall Street yang memperpanjang penurunannya ke sesi keenam pada Kamis. Ini setelah Pasar Saham Eropa merosot ke posisi terendah dalam 21 bulan, menunjuk meningkatnya keengganan risiko di seluruh pasar global.

“Banyak orang berlari ke emas sebagai perdagangan safe haven, diversifikasi ke aset dan menjual dolar,” kata Michael Matousek, Kepala Pedagang di Global Investor AS.

“Sekarang emas telah menembus level resistance kuat di USD 1.210, banyak posisi panjang baru datang,” tambah dia.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump, kembali mengkritik Federal Reserve, dengan menyebut jika kenaikan suku bunga merupakan kebijakan “konyol” yang membuatnya lebih mahal bagi pemerintah untuk membiayai defisit yang berkembang.

The Fed menaikkan suku bunga pada bulan lalu untuk ketiga kalinya untuk tahun ini dan secara luas diperkirakan akan menaikkannya lagi pada bulan Desember.

“Ketika aksi jual pasar saham berlanjut, emas sekali lagi menjadi tujuan yang diinginkan pada saat ada ketidakpastian,” kata Alfonso Esparza, Analis Pasar Senior di OANDA. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6