PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: Rifan Financindo Berjangka

Pergerakan Harga Emas Terhenti Ditengah Terjunnya Pasar Saham AS

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas mendekati stabil pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat pada hari Kamis kemarin. Metal kuning saat ini sedang ada dalam “pause mode” dengan para trader menunggu pembukaan pasar saham Amerika Serikat.

Emas berjangka bulan Februari terakhir diperdagangkan naik $0.90  per ons pada $1,243.40. Perak Comex bulan Maret turun $0.102 pada $14.48 per ons.

Laporan “employment” nasional dari ADP yang baru saja dirilis menunjukkan kenaikan 179.000, yang sedikit dibawah dari yang diperkirakan yaitu kenaikan 190.000. Pasar metal naik sedikit tepat setelah laporan ini dirilis. Laporan “employment” dari ADP ini adalah petunjuk awal dari Laporan “Labor Department Employment Situation” untuk bulan November yang akan keluar pada hari Jumat pagi. Angka kunci dari pekerjaan “non-farm” di dalam laporan tersebut diperkirakan naik menjadi 198.000.

Keengganan terhadap resiko kembali menguasai pasar dunia secara penuh pada hari Kamis kemarin. Pasar saham dunia turun semalam dengan indeks saham AS dibuka turun tajam.

Ada beberapa faktor “bearish” yang bekerja menghantui pasar saham dunia. Chied Financial Officer (CFO) dari perusahaan tehnologi raksasa Cina Huawei ditahan di Kanada, atas nama Amerika Serikat dan akan diekstradisi ke Amerika Serikat. Perusahaannya kemungkinan mengirimkan produk-produk tehnologi tinggi ke Iran yang akan melanggar sanksi AS terhadap Iran. Hal ini menyebarkan ketakutan ketegangan perdagangan antara AS dengan Cina naik lagi, meskipun pada akhir minggu lalu sudah terjadi gencatan senjata antara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Setiap pergerakan harga emas dibawah level $1233 akan bertemu dengan “support” di area $1227, yang jika tertembus kemungkinan akan sampai ke $1220. Sebaliknya, area $1240 kemungkinan akan bertindak sebagai rintangan yang kuat terdekat, diatas mana komoditi kelihatannya semuanya sedang bersiap untuk mengetes level $1250. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Emas Turun Dari Ketinggian 5 Minggu Ditengah Rebound USD

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas turun dari ketinggian 5 minggu pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu kemarin.

Emas berjangka bulan Februari terakhir turun $3.70 per ons pada $1,242.90. Perak Comex bulan Maret turun $0.075 pada $14.565 per ons.

Pasar saham dunia kebanyakan turun semalam, setelah aksi jual yang besar di indeks saham AS pada hari Selasa. Eforia awal dari investor dan trader atas gencatan senjata pertikaian perdagangan antara AS dan Cina selama 90 hari dengan cepat lenyap.

Dolar AS mengalami “rebound” dan muncul sebagai salah satu faktor kunci yang memicu suatu aksi jual yang baru atas komoditi yang berdenominasikan dolar AS, meskipun kombinasi dari faktor-faktor lainnya membantu membatasi dari kerugian yang lebih dalam.

Sentimen “risk-off” yang mendominasi pasar, khususnya setelah kejatuhan lebih dari 3% atas saham-saham AS, dianggap sebagai suatu dukungan terhadap metal yang berstatuskan “safe-haven” ini.

Ditambah lagi, spekulasi akan berhentinya siklus kenaikan tingkat bunga the Fed pada tahun 2019, yang ditekan lagi dengan penurunan yang berkelanjutan di dalam imbal hasil obligasi treasury AS lebih jauh berkoloborasi membatasi setiap penurunan tajam dari metal kuning yang tidak memberikan imbal hasil secara langsung ini.

Karenanya, perlu berhati-hati untuk menunggu suatu gerakan jual yang kuat, ditengah absennya berita ekonomi yang relevan yang menggerakkan pasar, sebelum diteguhkan bahwa emas bisa jagi telah mencapai puncaknya secara jangka pendek.

Setiap kejatuhan dari harga emas berlkutnya akan menemukan “support” pada level $1230, dibawah ini koreksi penurunan bisa berlanjut kearah “support horizontal” di $1225. Sebaliknya, area $1239 sekarang kelihatannya bisa bertindak sebagai “resistance” terdekat, dimana jika tertembus akan mengangkat harga komoditas “safe-haven” ini lebih jauh ke ketinggian bulanan pada bulan Oktober disekitar $1244. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Dapat Keuntungan dari Kejatuhan Wall Street

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas naik dan mencapai level tertinggi dalam lima pekan pada perdagangan selasa sore di Amerika Serikat (AS). Harga perak juga ikut menguat dan mencapai level tertinggi dalam tiga pekan.

Harga logam mulia yang merupakan instrumen safe haven ini mampu menguat karena investor melarikan dana-dana mereka dari kejatuhan pasar saham yang telah anjlok lebih dari 3 persen pada perdagangan Selasa.

Secara teknikal, harga emas juga mendapat dorongan jangka pendek usai mengalami tekanan yang cukup dalam pada perdagangan sebelumnya. Saat ini, harga emas berada dalam tren naik di grafik harian.

Mengutip Kitco, Rabu (5/12/2018), harga emas berjangka untuk pengiriman Februari 2019 naik hingga USD 5,40 per ounce ke level USD 1.245 per ounce. Sedangkan untuuk harga perak untuk pengiriman Maret naik USD 0,156 ke level USD 14,65 per ounce.

Sebagian besar pasar saham di dunia juga mengalami tekanan seperti yang terjadi pada pasar saham AS. Para pedagang di awal cukup euforia karena adanya gencatan senjata perdagangan AS-Cina selama 90 hari.

Namun kemudian komentar dari Presiden AS Donald Trump bahwa kemungkinan besar AS akan mengenakan tarif ke China jika kesepakatan perdagangan gagal langsung menjadi berita buruk bagi investor.

Masalah ini kemungkinan akan terus menghasilkan ketidakpastian di pasar, dengan komentar dari berbagai pejabat pemerintah AS dan China, seperti halnya sebelum pertemuan antara pimpinan AS dan China akhir pekan lalu.

Kematian mantan Presiden AS George H.W. Bush dan hari berkabung nasional Rabu akan menutup pasar saham dan keuangan AS. Pasar berjangka AS lainnya akan tetap terbuka seperti biasa. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Emas Dunia Selasa Terus Menanjak oleh Merosotnya Dollar, Emas Antam Naik ke Rp647.500 per gram

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas dunia terpantau terus menanjak pada perdagangan Selasa siang (4/12) WIB, sempat menembus level lebih dari tiga minggu tertinggi di sesi sebelumnya, karena dolar yang tersandung setelah Amerika Serikat dan China menyetujui gencatan senjata sementara dalam konflik perdagangan mereka.

Spot emas terpantau naik 0,2 persen ke level $1,235.20 per ounce pada Selasa siang WIB. Harga emas sempat menyentuh posisi puncak $1,234.87 kemarin Senin, level tertinggi sejak 7 November. Emas berjangka AS turun 0,1 persen pada $ 1,238.2 per ounce.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke level 96,73, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 96,89.

Amerika Serikat mengharapkan tindakan yang segera oleh China pada masalah perdagangan setelah kesepakatan dicapai oleh para pemimpin negara itu, termasuk penurunan tarif pada mobil dan upaya-upaya terhadap pencurian kekayaan intelektual dan transfer teknologi, demikian pejabat Gedung Putih mengatakan pada hari Senin, seperti dirilis Reuters (4/12).

Pejabat Federal Reserve AS mengatakan bahwa kondisi ekonomi AS yang kuat kemungkinan akan membuat tetap berjalan utuh rencana kenaikan suku bunga mereka, tetapi pada Senin nampaknya sinyal yang utama mulai goyah, yang dapat mengintensifkan perdebatan apakah kondisi ekonomi masih sekokoh seperti yang terlihat.

Prospek ekonomi global tampak suram mendekati akhir tahun setelah aktivitas pabrik dan pesanan ekspor AS dirilis melemah pada bulan November, mendorong analis berprediksi bahwa tidak akan ada rebound yang cepat di tengah ketegangan konflik perdagangan global yang berlanjut.

Sementara itu, analis Vibiznews melihat bahwa spot emas dunia sudah menembus naik range konsolidasi di sekitar 5 minggu terkuatnya, sedangkan dollar tampak rentan koreksi oleh berkurangnya permintaan mata uang ini sebagai safe haven. Harga emas, kalau terdongkrak ke atas akan menuju ke level resistant $1.236,94 dan level $1.243,01. Sedangkan, bila tertekan, akan menuju level support di $1.211,11 dan $1.196,17.

Di dalam negeri, harga emas ANTAM terpantau naik Rp1.500 ke level harga Rp647.500 per gramnya, dibandingkan harga pada Senin kemarin di Rp646.000. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Outlook Emas Jangka Pendek 3 Desemeber 2018

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Investor dan partisipan pasar minggu lalu memfokuskan diri kepada pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping pada pertemuan tingkat tinggi G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina.

Pertemuan tingkat tinggi G20 yang berlangsung sejak hari Jumat minggu lalu telah memberikan keberhasilan dalam bentuk penandatangan persetujuan perdagangan yang baru antara Amerika Serikat, Mexico dan Kanada yang dahulu dikenal dengan nama NAFTA.

Emas berjangka Comex kontrak Desember pada hari Jumat minggu lalu diperdagangkan turun sekitar $2,60 dari hari sebelumnya pada $1,227.80, masih diatas level “support” saat itu dimana secara mingguan harga emas diakhiri dengan naik sedikit lebih tinggi.

Emas spot diperdagangkan lebih baik pada hari Jumat minggu lalu dengan hanya mengalami kerugian $1.80. Penelitian yang lebih dalam, menunjukkan bahwa penurunan harga emas pada hari Jumat minggu lalu dibandingkan hari Kamis, 100% disebabkan oleh menguatnya dolar AS. Menurut Kitco Gold Index, penguatan dolar AS menyebabkan turunnya harga emas sebanyak $5.30. Namun meningkatnya pembelian menyebabkan kenaikan harga emas sebanyak $3.50, yang menghasilkan emas mengalami kerugian bersih sebanyak $1.80 pada satu hari Jumat tersebut.

Semua Mata Tertuju Kepada G20

Saat ini, pemimpin Cina dan Amerika Serikat memegang semua kartu. Trump dan Xi bertemu berdua untuk mendapatkan resolusi yang menyenangkan dan untuk mengakhiri perang dagang yang telah begitu merugikan ekonomi global.

Walaupun retorika kedua belah pihak telah begitu kasar karena kedua pemimpin memposisikan diri mereka masing-masing untuk mendapatkan keuntungan yang paling banyak selama diskusi berlangsung, kemungkinan Trump untuk mendapatkan kesepakatan kelihatannya menguntungkan menurut analis dan pejabat level tinggi.

Menurut Wall Street Journal, “kedua belah pihak telah terlibat dalam pembicaraan selama berminggu-minggu dan sedang mencari dan membentuk suatu arsitektur yang baru setelah pertemuan tingkat tinggi G20 pada akhir minggu lalu, yang memberikan daftar yang panjang dari isu-isu yang dimiliki Amerika sehubungan dengan kebijakan ekonomi dan perdagangan Cina.

Pada saat yang bersamaan, Cina sedang berusaha untuk menopang ekonomi mereka. PMI Cina berada pada 50.02, level terendah sejak bulan November 2016 menurut Bloomberg. Derek Scissors, seorang ekonom di American Enterprise Insitute, mengatakan,”Pertumbuhan ekonomi AS lebih cepat pada tahun 2018 dibandingkan dengan 2017, sementara pertumbuhan Cina melambat, jadi dalam hal ini, Amerika Serikat berada dalam posisi yang lebih baik.“

Jika berita dari Argentina positip, maka kita akan melihat dolar AS berada dibawah tekanan yang dramatis dan memberikan banyak keuntungannya kembali yang diperoleh selama pertikaian dagang bermetamorforsa menjadi perang dagang. Dan hal ini tentunya akan membuat harga emas menjadi sangat “bullish”.

Pertemuan Donald Trump Dengan Xi Jinping

Pertemuan yang sangat dinantikan yang disertai makan malam antara Presiden AS dan Presiden Cina Xi Jinping pada hari Sabtu minggu lalu, berakhir dengan nada yang positip. Diskusi mengenai penurunan ketegangan antara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia berlangsung dua jam lebih lama daripada yang diperkirakan. Sementara hasil detilnya masih akan dirilis, kedua belah pihak nampaknya puas pada akhir dari pertemuan, dengan terdengar sorak sorai di dalam ruangan ketika makan malam mendekati akhir. Pada saat akan duduk berdampingan dengan Trump, Xi mengatakan bahwa dia sangat senang bertemu dengan rekannya dari Amerika Serikat setelah konklusi dari pertemuan tingkat tinggi G20.

Media yang dikontrol oleh pemerintah China Daily dan Chinese international broadcaster CGTN, kedua-duanya berkata bahwa Trump dan Xi sepakat untuk tidak menambah tarif tambahan “setelah 1 Januari” – ketika Washington bersiap untuk menaikkan tarif atas $200 miliar barang-barang impor dari Cina dari 10% menjadi 25%.

Investor emas tidak mempunyai banyak waktu untuk istirahat pada akhir minggu lalu karena nada dari pertemuan G20 pada hari Sabtu bisa menentukan pergerakan harga dari metal berjangka dalam jangka pendek.

Secara khusus, analis komoditi dan para ekonom untuk menaruh perhatian dengan seksama terhadap pertemuan makan malam antara Presiden Donald Trump dnegan Presiden Cina Xi Jinping, dimana hampir setahun, kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini telah terlibat dalam perang dagang yang meningkat.

Menurut sebagian analis, ekspektasi pasar yang rendah bisa positip bagi emas di dalam jangka pendek. Jasper Lawler, kepala riset di London Capital Group berkata bahwa setiap pengurangan ketegangan di dalam perdagangan akan berpengaruh negatif terhadap dolar AS dan positip bagi emas.

Walaupun redanya ketegangan perdagangan akan menjadi positip bagi assets yang beresiko, hal ini tidak akan terlalu banyak mempengaruhi emas karena kelemahan dolar AS yang akan menjadi pengemudi yang lebih penting bagi metal.

Fawad Razaqzada, analis tehnikal di City Index mengatakan,”setiap perkembangan yang positip setelah perjamuan makan malam akan menjadi kabar baik bagi emas.”

Diperbaharuinya optimisme untuk emas datang pada waktu yang krusial pada saat metal berharga sedang berjuang untuk menemukan momentum dan arahan yang jelas.

Wall Street & Main Street

Wall Street dan Main Street kedua-duanya memandang emas akan naik pada minggu ini, berdasarkan pada survei emas mingguan dari Kitco News.

Para trader dan analis menunjuk kepada pernyataan yang “dovish” pada minggu lalu dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell, yang menciptakan kesan bahwa kenaikan tingkat bunga di dalam siklus pengetatan sekarang ini akan lebih sedikit dibandingkan dengan yang sebelumnya telah dipikirkan. Sebagian yang lain optimis akan ada kemajuan di dalam pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dan Cina, dengan demikian melemahkan kekuatan dolar AS.

11 responden dari 16 profesional pasar yang mengambil bagian di dalam survei Wall Street atau 69% memprediksi kenaikan harga emas pada minggu ini. Ada satu suara atau 6% yang melihat harga emas akan turun sementara 4 responden atau 25% memandang sebagai “sideways”.

Sementara, sebanyak 269 responden dari total 476 orang yang merespon terhadap polling Main Street, memandang emas akan naik. 122 lainnya atau 26% memprediksi emas akan jatuh. Sisanya sebanyak 85 pemberi suarau atau 18% memandang sebagai “sideways”.

Seam Lusk, direktur Commercial Hedging di Walsh Trading mengatakan,”Jalan dari resistance yang paling sedikit, meningkat. Dengan segala sesuatu yang sedang terjadi di Washington, siapa yang ingin memasang posisi jual?”

Adrian Day, ketua dan CEO dari Adrian Day Asset Management, juga berkata emas akan naik.

Day mengatakan,”Jelas sikap Federal Reserve yang terbaru yang lebih dovish terhadap tingkat bunga AS adalah positip untuk emas, sekalipun banyak dari pergerakannya sudah diperhitungkan dalam kenaikan harga. Sebagai tambahan, kekacauan geopolitik yang berlangsung di Eropa, atas Brexit dan Itali, ketegangan dengan Rusia, dan dimanapun mendukung emas.”

Dewan Perwakilan Rakyat dari Demokrat mengancam akan mengadakan investigasi yang tidak berhenti terhadap segala sesuatu yang dari Trump, dan hal ini kan memukul dolar AS dan menolong emas, khususnya jika hal ini mengarah kepada proses “impeachment”.

Jasper Lawler, kepala riset di London Capital Group juga “bullish” terhadap emas di dalam jangka pendek, karena setiap perkembangan yang positip antara AS dan Cina pada akhir minggu lalu akan mengambil alih momentum kenaikan dolar AS.

Jeanie Simpson, managing director dari ABC Bullion mengatakan,”Kami berpikir tren jangka pendek masih tetap positip. Daily Cloud sekarang berada pada $1,221 dan Daily Standard and Turning line supports juga hampir identik disekitar $1,220.

Harga emas jangka pendek telah berubah menjadi “bullish” dan target kenaikan sampai $1233 yang apabila tertembus akan menuju ke $1,236. Target turun menuju $1,217 dan $1,212, namun target naik kelihatannya lebih mungkin terjadi. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Vibiznews