PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: Rifan Financindo Berjangka

Harga Emas Tergelincir karena Penguatan Dolar AS dan Saham

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas jatuh ke level terendah dalam empat bulan pada perdagangan selasa. Pendorong pelemahan harga emas tersebut karena penguatan dolar AS dan investor lebih suka mengoleksi aset-aset berisiko.

mengutip CNBC, Rabu (24/4/2019), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen ke level USD 1.266,98 per ounce, setelah jatuh ke level terendah sejak 26 Desember di USD 1.265,90 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,7 persen menjadi USD 1.268,70 per ounce.

“Emas tertekan di antara penguatan dolar AS, kenaikan bursa saham dan juga pasar obligasi,” jelas George Gero, analis RBC Wealth Management.

“Harga emas mengambil tempat duduk di deretan paling belakang, menunggu sesuatu yang solid seperti angka inflasi atau beberapa perubahan politik di AS. Sampai saat itu, harga diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran yang lebih rendah,” tambah dia.

Dolar AS
Dolar AS bertahan mendekati level tertinggi dalam tiga minggu karena penurunan volatilitas pasar mendorong permintaan untuk aset berisiko. Dengan hasil obligasi AS yang lebih tinggi juga menawarkan dukungan untuk mata uang AS ini.

Selain itu, pasar saham yang menghijau dan mencetak posisi tertinggi dalam beberapa bulan terakhir juga menekan harga emas.

Serangan terhadap gereja dan hotel mewah di Sri Lanka pada hari Minggu menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai lebih dari 500 orang menambah hambatan bagi emas karena orang glebih memiih untuk mengoleksi dolar AS.

Perdagangan Sebelumnya
Pada perdagangan sebelumnya, harga emas dunia stabil, bertahan di atas level terendah dalam hampir empat bulandipicu melemahnya Dolar  AS dan harapan Amerika Serikat akan menempatkan pembatasan lebih lanjut pada ekspor minyak Iran.

Melansir laman Reuters, harga minyak di pasar spot sedikit naik 0,1 persen menjadi USD 1.275,62 per ons. Pada hari Kamis, harga sempat menyentuh USD 1.270,63, terendah sejak 27 Desember. Adapun pasar ditutup pada hari Jumat.

Sementara harga emas berjangka AS menetap 0,1 persen lebih tinggi menjadi USD 1,277.60 per ounce.

Amerika Serikat telah mengambil langkah agresif dengan tidak memperpanjang keringanan (sanksi) bagi Iran.

“Ada beberapa risiko geopolitik dan sedikit permintaan safe haven untuk emas,” kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures.

“Dolar yang lebih lemah dan ekuitas yang lebih lembut juga mendukung emas,” tambah dia.

Harga minyak bahkan sempat mencapai USD 74 per barel pada hari Senin, tertinggi sejak November, karena Amerika Serikat mengumumkan tindakan keras lebih lanjut terhadap ekspor minyak Iran. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Stabil di Tengah Sanksi AS Terhadap Iran

Ilustrasi Harga Emas (4)

 

PT Rifan Financindo – Harga emas dunia stabil, bertahan di atas level terendah dalam hampir empat bulandipicu melemahnya Dolar  AS dan harapan Amerika Serikat akan menempatkan pembatasan lebih lanjut pada ekspor minyak Iran.

Melansir laman Reuters, harga minyak di pasar spot sedikit naik 0,1 persen menjadi USD 1.275,62 per ons. Pada hari Kamis, harga sempat menyentuh USD 1.270,63, terendah sejak 27 Desember. Adapun pasar ditutup pada hari Jumat.

Sementara harga emas berjangka AS menetap 0,1 persen lebih tinggi menjadi USD 1,277.60 per ounce.

Amerika Serikat telah mengambil langkah agresif dengan tidak memperpanjang keringanan (sanksi) bagi Iran.

“Ada beberapa risiko geopolitik dan sedikit permintaan safe haven untuk emas,” kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures.

“Dolar yang lebih lemah dan ekuitas yang lebih lembut juga mendukung emas,” tambah dia.

Harga minyak bahkan sempat mencapai USD 74 per barel pada hari Senin, tertinggi sejak November, karena Amerika Serikat mengumumkan tindakan keras lebih lanjut terhadap ekspor minyak Iran.

Ekuitas Wall Street diperdagangkan lebih rendah, terbebani oleh saham teknologi, yang membantu bullion menumpuk tawaran safe-haven.

“Ada beberapa keengganan risiko di pasar untuk memulai minggu perdagangan, karena AS sedang menaikkan sanksi ekonomi terhadap Iran,” kata Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals dalam sebuah catatan.

Harga Logam Lainnya
Sementara pelemahan Dolar yang turun 0,2 persen, membuat emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Di sisi teknis, penembusan emas di bawah level support utama, termasuk rata-rata pergerakan 100 dan 50 hari pekan lalu, mengisyaratkan penurunan lebih lanjut untuk harga, kata analis dan pedagang.

“Secara teknis, beruang emas memiliki keunggulan teknis jangka pendek secara keseluruhan,” jelas Wyckoff.

Di antara logam-logam lainnya, perak naik 0,6 persen menjadi USD 15,02 per ons.

Harga Platinum turun 0,8 persen, menjadi USD 893,50 per ons dan paladium turun 2,8 persen menjadi USD 1,382.18 per ons, setelah sebelumnya naik ke tertinggi dalam lebih dari dua minggu di USD 1,429,91 per ons. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Kuatnya Dolar AS Menekan Metal Berharga

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas diperdagangkan sedikit lebih rendah pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat pada hari Kamis yang merupakan akhir hari perdagangan minggu lalu karena adanya liburan Paskah, dan menyentuh kerendahan selama empat bulan. Kuatnya dolar AS dimana indeks dolar AS menyentuh ketinggian baru dalam tahun ini, menekan kenaikan pasar metal berharga.

Emas berjangka bulan Juni terakhir turum $1.60 per ons pada $1,275.20. Perak Comex bulan Mei terakhir naik $0.006 pada $14.945 per ons.

Data ekonomi AS yang keluar pada hari Kamis minggu lalu bercampur dengan kebanyakan bagus, termasuk klaim pengangguran yang turun sebanyak 5000 pada minggu laporan yang terakhir. Penjualan eceran AS bulan Maret mengatasi yang diperkirakan dan muncul dengan angka 1.6%. Diperkirakan penjualan eceran AS hanya akan mencapai 0.9%. Harga emas dan perak awalnya turun sedikit pada saat laporan dirilis namun kemudian bergerak kembali ke level yang mendekati tidak berubah dimana sekarang berada.

Pasar Amerika Serikat dan banyak negara lainnya tutup pada hari Jumat karena merayakan liburan Paskah.

Negosiasi perdagangan AS-Cina terus berlangsung dan sedang mendekati persetujuan final. Ada pembicaraan di pasar bahwa Presiden Trump dan Presiden Cina Xi Jinping bisa bertemu bulan depan untuk memeteraikan kesepakatan.

Hal kunci lainnya di luar pasar adalah minyak mentah Nymex yang turun sedikit dan diperdagangkan disekitar $63.50 per barel.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $1,300.00 setelah melewati $1,282.10 dan kemudian $1,291.70. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,250.00 setelah melewati $1,270.00 dan kemudian $1,260.00. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Menguat Tipis Imbas Bursa Saham AS Melemah

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas menguat di awal sesi perdagangan dengan ada short covering di pasar berjangka dan sejumlah pembelian.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa, harga emas sempat turun ke level terendah dalam hampir empat bulan pada Selasa. Pelaku pasar pun dalam beberapa minggu terakhir mengalirkan dananya ke bursa saham. Hal ini menekan harga logam termasuk emas.

Harga emas untuk pengiriman Juni bertahan hingga USD 1,9 per ounce atau ke posisi USD 1.279,10. Harga perak untuk pengiriman Mei di divisi Comex naik USD 0,065 ke posisi USD 14.795 per ounce. Berdasarkan data goldprice, harga emas di pasar spot 0,14 persen ke posisi USD 1.274 per ounce. Sedangkan di divsi Comex melemah ke posisi USD 1.272 per ounce.

Indeks saham Asia dan Eropa sebagian besar menguat. Sedangkan pada awal pembukaan, bursa saham Amerika Serikat (AS) sedikit naik dan dekati posisi tertinggi dalam enam bulan. Kemudian bursa saham AS pun melemah terbatas.

Selain itu, sentimen lainnya pengaruhi pergerakan harga emas yaitu laporan pertumbuhan ekonomi China yang naik 6,4 persen pada kuartal I 2019. Angka ini sedikit lebih baik dari perkiraan. Produksi industri dan penjualan ritel lebih kuat disebut sebagai pendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya
Di sisi lain, indeks harga konsumen zona Euro untuk Maret naik 1 persen dari Februari. Namun, hanya naik 1,4 persen secara year on year (YoY). Sementara itu, indeks harga konsumen Inggris menguat 0,2 persen pada Maret dan naik 1,9 persen secar YoY.

Perubahan penting dalam psikologi telah terjadi hanya beberapa minggu terakhir. Imbal hasil obligasi pemerintah di negara-negara utama sedang meningkat setelah turun dalam dua bulan pertama. Hal ini sebagian disebabkan oleh sedikit penghindaran risiko dengan melihat uang mengalir ke pasar saham. Ini pada gilirannya mendorong hasil obligasi meningkat untuk menarik minat beli investor.

Data lainnya yaitu indeks dolar AS melemah. Sementara itu, harga minyak mentah Nymex lebih tinggi dan diperdagangkan sekitar USD 64,50 per barel.

Analis Kitco melihat, secara teknikal, harga emas mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek. Harga emas berikutnya untuk menguat dengan level resistance USD 1.300, sedangkan support di USD 1.250. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Turun ke Level Terendah dalam Seminggu

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu pada hari Senin (Selasa pagi WIB) karena harapan Amerika Serikat (AS) dan China akan mencapai kesepakatan perdagangan yang mengangkat selera untuk aset berisiko bahkan ketika dolar AS melemah.

Dilansir dari Reuters, Selasa (16/4/2019), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.287,61 per ounce., turun dari USD 1.281,96, terendah sejak 4 April. Emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi USD 1.291,30 per ounce.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia berharap Washington dan Beijing “dekat dengan putaran final” perundingan untuk menyelesaikan sengketa perdagangan antara dua ne ekonomi terbesar dunia.

Tanda-tanda kedua negara sedang menuju kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang yang telah merugikan kedua negara miliaran dolar AS dan pasar keuangan yang berantakan – mengangkat sentimen investor dan menekan permintaan emas sebagai safe-haven.

“Secara keseluruhan, orang tidak terpesona oleh emas, mereka tidak melihat banyak potensi terbalik di dalamnya,” kata Miguel Perez-Santalla, Wakil Presiden Heraeus Metal Management di New York

Laporan pemerintah AS minggu lalu yang menunjukkan harga impor naik untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Maret, ditambah dengan ekspor Cina yang positif dan angka produksi industri zona euro, meredakan beberapa kekhawatiran atas pertumbuhan global, juga membatasi permintaan untuk emas.

Di sisi teknis, harga turun di bawah MA 100-hari di sekitar USD 1.287, yang menurut para pedagang bisa menjadi sinyal bearish. Logam mulia juga menembus di bawah tanda psikologis kunci USD 1.300 minggu lalu, menunjuk ke bias negatif lebih lanjut.

“Emas datang menuju level support USD 1.280. Orang-orang mengantisipasi bahwa jika emas turun di level ini dan pembeli kembali, itu akan menciptakan bottom jangka pendek, menjadikannya waktu yang tepat untuk mulai mengejar emas,” kata Michael Matousek, Kepala Pedagang di Global Investors AS.

“Secara keseluruhan, minggu ini akan sangat lambat dalam hal volume, karena harga akan berfluktuasi; itu akan tampak sedikit lebih tidak stabil karena akan ada lebih sedikit pelaku pasar.”

Harga platinum dan paladium di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 881,5 per ounce dan menjadi USD 1.364,38 per ounce, masing-masing.

Harga perak naik 0,2 persen menjadi USD 14,98 per ounce. Sebelumnya di sesi harga menyentuh terendah sejak 26 Desember di USD 14,81. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6