PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: Rifan Financindo Berjangka

Harga Emas Naik Solid Ditengah Meningkatknya Ketegangan Geopolitik

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas membukukan keuntungan yang bagus dan kembali mendekati ketinggian enam tahun pada minggu lalu $1,415.40 pada berjangka bulan Agustus. Permintaan “safe-haven” ditengah meningkatnya event-event  geopolitik terus membuat harga emas naik. Selain itu, indeks dolar AS jatuh yang menyentuh kerendahan selama tiga bulan kemarin dimana hal ini juga bekerja mendukung naik pasar metal berharga.

Psikologi trader atas pasar emas dan perak kelihatannya telah bergerak ke mental “beli dibawah” dari sebelumnya  sikap “jual rally diatas” yg telah terjadi sejak bulan diingin tahun lalu.

Emas berjangka bulan Agustus terakhir naik $11.50 per ons pada $1,411.60.. Harga perak Comex bulan Juli terakhir naik $0.04 pada $15.33.

Pasar saham Asia dan Eropa bercampu mengarah ke kelemahan semalam. Indek saham AS mengarah sedikit lebih rendah pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Konfrontasi AS-Iran di daerah Teluk Persia terus berbuih sebagai penggerak pasar. Berita-berita pada akhir minggu yang mengemuka adalah bahwa AS pada minggu lalu telah melakukan serangan-cyber atas Iran, spesifiknya pada kemampuannya untuk menyerang kapal-kapal besar di laut dan kemampuannya untuk meluncurkan misil- misil.  Selain itu, Presiden Trump mengatakan akan ada sanksi-sanksi baru yg akan dikenakan kepada Iran  pada minggu ini. Situasi seperti ini yang sedang berkembang di sekitar pasar untuk sementara waktu

adalah “bullish”  bagi pasar metal berharga.

Presiden AS Trump dan Presiden Cina Xi diskedulkan untuk bertemu di Jepang pada pertemuan G20 pada akhir minggu ini dan mendiskusikan perang dagang mereka yang berkelanjutan.  Hasil dari pertemuan ini bisa memberikan implikasi yang besar terhadap pasar, khususnya jika sebuah persetujuan dicapai untuk mengakhiri perang dagang.

Hal kunci lainnya diluar pasar emas pada hari kemarin adalah naiknya harga minyak mentah Nymex dan diperdagangkan di bawah $58.00 per barel.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas selanjutnya adalah menembus “resistance” yang solid di $1,450.00 setelah melewati $1,415.40 dan kemudian $1,425.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,361.50 setelah melewati $1,403.60 dan kemudian $1,400.00. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Emas Sempat Naik Ke Ketinggian Historis Selama 6 Tahun Di $1,415

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas pada hari Jumat minggu lalu diperdagangkan stabil pada awal jam perdagangan sesi Amerika Serikat, setelah terdorong naik ke ketinggian selama 6 tahun 3i $1,415.40 di dalam perdagangan semalam untuk kontrak berjangka bulan Agustus. Harga perak hampir menyentuh ketinggian selama 3 bulan dalam perdagangan semalam. Pasar metal berharga mendapatkan  permintaan “safe-haven” menjelang akhir minggu yang sangat tidak pasti. Selain itu, kenaikan metal berharga juga disebabkan oleh efek yang positip yang diperoleh dari Federal Reserve dan European Central Bank yang bersandar kepada kebijakan moneter yang longgar pada minggu lalu.

Emas berjangka bulan Agustus terakhir naik $0.60 per ons pada $1,397.40. Harga perak Comex bulan Juli terakhir turun $0.142 pada $15.34 per ons.

Konfrontasi AS-Iran di daerah Teluk Persia mengalami eskalasi pada minggu lalu dengan ditembak jatuhnya “drone” AS oleh Iran. Presiden Trump telah muncul menenangkan situasi dengan mengatakan bahwa penembakan “drone” AS tersebut bisa jadi merupakan kesalahan yang dibuat oleh militer Iran. Laporan semalam mengatakan bahwa AS sudah merencanakan serangan pembalasan, namun misi tersebut dicabut. Namun laporan itu juga mengatakan serangan AS terhadap Iran tetap ada diatas meja. Biarbagaimanapun hal ini kemungkinan akan naik intensitasnya sebelum akhirnya mereda. Para trader di sebagian pasar ada yang meningkatkan posisi trading nya menjelang akhir minggu lalu, karena kekuatiran senjata atau pesawat perang AS akan menyerang militer Iran.

Selain itu pasar masih tenggelam di dalam sikap uang-mudah yang diambil oleh Federal Reserve AS dan European Central Bank pada minggu lalu. Pasar saham mengalami rally, imbal hasil obligasi pemerintah telah jatuh, dan juga dolar AS. Komoditi mendapatkan suntikan adrenalin dengan kabar lebih banyak uang yang akan digelontorkan di sistem keuangan dunia yang berarti akan ada lebih banyak permintaan konsumen untuk komoditi.

Pasar saham Asia dan Eropa datar sampai bercampur semalam, berhenti sejenak dari keuntungan pada minggu lalu. Indeks saham AS mengarah pada kelemahan pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai, karena tarikan koreksi dari keuntungan yang solid pada minggu lalu yang menyebabkan harga-harga saham berada pada atau dekat dengan rekor ketinggian.

Hal kunci diluar pasar metal berharga adalah harga minyak mentah Nymex yang naik dan diperdagangkan di $57.65 per barel. Sementara itu, indeks dolar AS sedikit turun dengan “greenback” berada dalam kesukaran yang berarti “bullish” bagi pasar metal.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas selanjutnya adalah menembus “resistance” yang solid di $1,450.00 setelah melewati $1,415.40 dan kemudian $1,425.00. Sebaliknya obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,361.50 setelah melewati $1,386.10 dan kemudian $1,375.00. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Naik Dekati Posisi Tertinggi dalam 6 Tahun

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas melonjak mendekati posisi puncak dalam enam tahun, usai Federal Reserve Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan siap untuk memotong suku bunga pada awal bulan depan untuk mendorong pertumbuhan, yang memicu penurunan tajam Dolar.

Melansir laman Reuters, Jumat (21/6/2019), harga emas di pasar spot melonjak 2,2 persen menjadi USD 1.390,38 per ons. Harga emas sempat menyentuh USD 1.392,84, tertinggi sejak awal September 2013. Adapun harga emas berjangka AS naik 3,6 persen menjadi USD 1.396,90 per ounce.

“Harapan sangat tinggi untuk Fed dan pasar memperkirakan ini,” kata Ryan Giannotto, Direktur Penelitian GraniteShares dengan mengacu pada pernyataan The Fed.

Dia mengatakan, suku bunga yang lebih rendah mengurangi imbal hasil bagi pemegang investasi non bullion. Ini juga membebani dolar yang membuat harga emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

The Fed pada hari Rabu mengisyaratkan pemangkasan suku bunga dimulai pada awal Juli. Bank Sentral ini siap untuk memerangi risiko ekonomi global dan domestik yang tumbuh karena meningkatnya ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang inflasi yang lemah.

Para pejabat tinggi Tiongkok dan AS akan melanjutkan pembicaraan perdagangan sesuai dengan keinginan para pemimpinnya. Ini setelah negosiasi untuk mencapai kesepakatan perdagangan pada bulan lalu gagal.

“Emas akhir-akhir ini didukung ketidakpastian perdagangan dan pertumbuhan, yang melemahkan Dolar AS, menyebabkan penguatan obligasi dan mendorong volatilitas pasar ekuitas,” kata analis UBS dalam sebuah catatan.

Dolar turun 0,5 persen terhadap sekeranjang rivalnya menjadi 96,64, menempatkannya di jalur untuk penurunan dua hari terbesar sejak Februari 2018. Emas dalam dolar Australia berada pada titik tertinggi sepanjang masa.

Adapun harga perak naik 2 persen menjadi USD 15,46 per ons, tertinggi dalam lebih dari 12 minggu. Harga Platinum turun menjadi USD 808,00 per ons dan paladium turun 0,8 persen menjadi USD 1.488,50 per ons. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Fed Tetap Mempertahankan Tingkat suku Bunga, Emas Rally Karena Persepsi Yang Dovish

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Meskipun mendapatkan lebih banyak tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk memangkas tingkat bunga, Federal Reserve mengumumkan bahwa mereka tetap mempertahankan tingkat bunga “benchmark” tidak berubah setelah pertemuan kebijakan moneter selama dua hari.

Ini adalah keputusan yang telah diperkirakan secara luas, dengan para investor sebagian besar fokus terhadap setiap petunjuk mengenai kemungkinan pemangkasan tingkat suku bunga pada bulan Juli. Sebelum keputusan berlangsung, pasar memperhitungkan dalam harga probabilita the Fed akan tetap mempertahankan tingkat bunga sekarang ini sebanyak 74% dan probabilita pemangkasan tingkat bunga pada bulan Juli adalah sebanyak 63.8%, menurut CME FedWatch Tool.

The Fed mengumumkan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga pada rentang 2.25% – 2.50%, dengan 9-1  Federal Open Market Committee mengambil suara untuk mempertahankan tingkat suku bunga tidak berubah.

Segera sesudah pernyataan ini dirilis emas melompat dan Emas berjangka Comex bulan Agustus terakhir diperdagangkan pada $1,357.30, naik 0.52% pada hari itu.

Pernyataan dari the Fed mengatakan,”Konsisten dengan mandat dari undang-undang, Komite berusaha mencari stabilitas harga dan employment yang paling maksimum. Untuk mendukung tujuan ini, komite memutuskan untuk tetap mempertahankan rentang target tingkat bunga bank sentral pada 2 ¼ – 2 ½ persen. Komite terus memandang aktifitas ekonomi sedang ekspansi berkelanjutan, kondisi pasar tenaga kerja kuat, dan inflasi dekat dengan obyektif 2% sebagai hasil yang paling mungkin terjadi, namun ketidakpastian mengenai outlook telah meningkat.”

Hal kunci dari keputusan ini adalah proyeksi “dot-plot”, ekspektasi inflasi yang lebih rendah, proyeksi GDP dan the Fed menghapuskan perkataan “sabar” dari gudang senjatanya ketika merujuk kepada pergerakan kebijakan pada masa yang akan datang.

“Dot plot” yang baru menunjukkan tidak ada perubahan pada tahun 2019 dan akan ada pemangkasan sebesar 25 basis poin pada tahun 2020.

The Fed mengurangi proyeksi inflasi pada tahun ini dari 1.8% menjadi 1.5% sementara menyatakan bahwa ukuran inti juga akan tetap dibawah target bank sentral sebesar 2%.

Pernyataan the Fed tetap mempertahankan proyeksi GDP untuk tahun 2019 tidak berubah pada 2.1% dan merevisi perkiraan untuk 2020 menjadi 2%.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid pada $1,362.20 setelah melewati $1,358.50. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,323.60 setelah melewati $1,344.80 dan $1,336.60. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Terpangkas Optimisme Pembicaraan Perang Dagang

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Kenaikan harga emas pada perdagangan Selasa terpangkas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkonfirmasi bahwa ia akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping ada pertemuan G20 di Jepang.

Sebelumnya, di awal sesi harga emas sempat melonjak hingga 1p ersen setelah Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral AS mengisyaratkan akan menjalankan kebijakan pelonggaran moneter.

Mengutip CNBC, Rabu (19/6/2019), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.432,15 per ounce. Harga emas ini sempat naik ke USD 1.354,20 per ounce, sebelum Trump mengatakan dalam akun twitternya bahwa ia telah melakukan sambungan telepon yang sangat baik dengan Presiden China.

Kedua pemimpin akan bertemu pada Pertemuan G20 akhir bulan ini di Jepang, di mana diskusi akan fokus pada perdagangan di tengah perang tarif yang berdampak pahit pada pasar global.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS naik USD 7,80 ke level USD 1.350,70 per ounce.

“Kami melihat sedikit kebangkitan dalam selera risiko,” kata Bart Melek, kepala analis komoditas TD Securities di Toronto.

“Komoditas yang memiliki risiko tinggi telah naik dan emas telah diperdagangkan lebih rendah,” tambah dia.

Pasar saham menguat mengikuti komentar Trump sementara indeks dolar AS menguat ke level tertinggi dalam dua minggu.

Perdagangan Sebelumnya
Sebelumnya, harga emas tergelincir dari level tertinggi lebih dari 14 bulan pada sesi belumnya dipicu data ekonomi AS yang optimistis yang mengurangi harapan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga acuan.

Dilansir dari Reuters, Selasa (18/6/2019), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.338,9 per ounce. Harga telah melonjak ke USD 1.358,04 pada hari Jumat, tertinggi sejak 11 April 2018. Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.342,9 per ounce.

Data produksi industri AS di atas perkiraan dan penjualan ritel yang positif dan pembacaan kepercayaan konsumen pada hari Jumat mendorong kembali ekspektasi pasar berjangka dari setiap penurunan suku bunga cepat oleh Federal Reserve A.S.

Ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan Fed 18-19 Juni turun menjadi 21,7 persen dari 28,3 persen pada hari Kamis setelah rilis data ritel, menurut FedWatch CME Group. Tetapi peluang untuk pelonggaran moneter pada pertemuan Juli tetap di 85 persen.

Pada hari Senin, harapan untuk penurunan suku bunga acun telah turun lebih rendah.

Investor juga melihat ke arah KTT G20 akhir bulan ini di mana Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di tengah percekcokan perdagangan mereka yang telah mengacak-acak pasar sejak tahun lalu.

Kekhawatiran tetap ada bahwa perang dagang yang pahit dapat mendorong ekonomi dunia ke dalam resesi.

Holdings dari SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, naik 0,6 persen menjadi 764,1 ton pada hari Jumat dari 759,7 ton pada hari Kamis.

Tak hanya harga emas yang turun, logam mulia lainnya juga diperdagangkan lebih rendah, dengan harga perak di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 14,82 per ounce, dan paladium menurun 0,4 persen menjadi USD 1.459,01.

Harga platinum merosot ke level terendah sejak 31 Mei, turun 0,8 persen pada USD 793,75 per ounce. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6