PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: PT Rifan Financindo

Harga Emas Melonjak karena Pelemahan dolar AS dan Bursa Saham

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu pekan pada perdagangan Selasa karena dolar AS dan pasar saham melemah. Pelemahan ini terjadi usai IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini.

Selain itu, langkah bank sentral meningkatkan pembelian emas juga menjadi pendorong keknaikan harga emas pada perdagangan Selasa.

Mengutip CNBC, Rabu (10/4/2019), harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD 1.303,98 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 28 Maret di USD 1.306,09 per ounce.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS diselesaikan naik USD 6,40 ke level USD USD 1.308,30 per ounce.

Analis senior RJO Futures Bob Haberkorn menjelaskan, alasan utama kenaikan harga emas adalah fakta bahwa IMF menurunkan pertumbuhan ekonomi global dari 3,5 persen nmenjadi 3,3 persen.

“Ditambah dengan berita selama akhir pekan bahwa China meningkatkan cadangan emas mereka memiliki sehingga mendorong perdagangan emas yang lebih tinggi saat ini, ”kata dia.

“Ramalan IMF membuat kegelisahan di pasar, beberapa investor memindahkan dananya ke pembelian aman,” lanjut Bob.

“Kami akan melihat pergerakan harga emas akan kembali ke USD 1.325 selama sekitar dua minggu ke depan,” ia memprediksi.

IMF dan China
IMF memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk 2019 dan memperingatkan pertumbuhan bisa melambat lebih lanjut jika ketegangan perdagangan tetap ada.

Cina, konsumen emas terbesar di dunia, meningkatkan cadangan emasnya selama empat bulan berturut-turut pada bulan Maret. Selain itu Turki juga meningkatkan kepemilikan akan emas.

Indeks dolar jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu, sementara indeks utama Wall Street turun.

Data AS yang lemah mendorong permintaan untuk emas. Lowongan pekerjaan jatuh pada bulan Februari dan ada penurunan pesanan baru untuk barang-barang buatan A.S. Data payroll non-pertanian minggu lalu menandakan perlambatan pertumbuhan upah. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Rally Ditengah Bullishnya Hal-Hal Diluar Pasar Emas

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas naik secara moderat pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Senin kemarin. Metal juga didukung pada awal minggu ini oleh melemahnya indeks dolar AS dan naiknya harga minyak mentah yang menyentuh ketinggian dalam lima bulan semalam.

Emas berjangka bulan Juni terakhir naik $7.90 per ons pada $1,303.50. Perak Comex bulan Mei terakhir naik $0.089 pada $15.175 per ons.

Pasar saham Asia dan Eropa bercampur kea rah sedikit melemah di dalam trading yang lebih sepi semalam karena kurangnya berita-berita penggerak pasar. Berita-berita penggerak pasar akan meningkat selagi minggu ini berjalang termasuk risalah pertemuan FOMC yang akan dirilis pada hari Kamis dinihari WIB. Indeks saham AS mengarah ke sedikit lebih rendah pada saat pembukaan sesi New York dimulai.

Tidak ada persoalan geopolitik yang utama yang membakar pasar pada awal minggu ini. Laporan-laporan korporat AS akan muncul pada minggu ini. Kepahlawanan Brexit terus berlanjut namun tidak mempengaruhi pasar dunia. Sikap para trader dan investor umumnya masih optimis, yang adalah “bullish” bagi pasar saham dunia dan masih menjadi elemen “bearish” bagi metal “safe-haven”

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas selanjutnya adalah menembus “resistance” yang solid di $1,330.80 setelah melewati $1,305.00 dan kemudian $1,310.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,284.90 setelah melewati $1,295.50 dan $1,290.00. Rifan Financindo.

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Turun karena Penguatan Wall Street

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo –Harga emas melemah pada perdagangan Jumat karena bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat terdorong rebound data tenaga kerja. Namun penurunan harga emas ini tertahan oleh perlambatan pertumbuhan upah.

Mengutip CNBC, Sabtu (6/4/2019), harga emas di pasar spot tergelincir 0,2 persen menjadi USD 1.289,61 per ounce, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 25 Januari di USD 1.280,59 per ounce pada perdagangan Kamis.

Harga logam mulia ini turun sekitar 0,1 persen sepanjang pekan ini.

Sedangkan harga emas berjangka AS naik 1,3 persen ke level USD 1,295,60 per ounce.

Pertumbuhan lapangan kerja aS yang meningkat dari level terendah selama 17 bulan pada Maret mendorong mendorong aktivitas di sektor konstruksi. Hal ini menghilangkan kekhawatiran bahwa terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama.Optimisme ini membuat Wall Street menghijau sehingga menekan harga emas karena para investor memilih memindahkan portofolio investasi ke saham dari emas.

“”Ini angka yang cukup baik dan pada dasarnya berarti ekonomi AS berjalan cukup baik dan pertumbuhan akan meningkat setelah perlambatan pada kuartal pertama,” kata analis SP Angel Sergey Raevskiy.

“Ini semua baik untuk ekonomi dan ekuitas, tetapi tidak untuk harga emas.” lanjut dia.

Namun, tekanan terhadap emas tidak terlalu besar karena investor masih menyisakan stok mereka. Hal ini karena investor melihat bahwa kenaikan upah lebih lambat pada bulan Maret dan memburuknya kekurangan pekerja.

Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.292,72 per ounce. Harga emas berjangka AS cenderung stagnan di kisaran USD 1.294,3.

Logam mulia sebelumnya menyentuh level terendah sejak 25 Januari di level USD 1.280,59 terbebani oleh dolar yang lebih kuat.

Dolar naik 0,2 persen terhadap sekeranjang mata uang karena klaim pengangguran AS mencapai level terendah 49 tahun pekan lalu, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan meskipun pertumbuhan ekonomi melambat.

Namun, data beragam sepanjang minggu dari seluruh dunia tidak meyakinkan pasar bahwa semuanya baik-baik saja. Analis sekarang menunggu data payroll non-pertanian AS yang diawasi ketat pada hari Jumat untuk petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi AS.

Investor juga mengamati perkembangan dalam konflik perdagangan AS-China, dengan Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan tanggal untuk pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping.

Kepemilikan di dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Rabu. Holdings berada di level terendah sejak 17 Desember di 24,57 juta ounce.

Di antara logam mulia lainnya, harga platinum di pasar spot naik 2,6 persen menjadi USD 897,25, setelah sebelumnya mencapai tertinggi sejak pertengahan Juni di USD 901,49.

Platinum melonjak 3,4 persen di sesi sebelumnya, terbesar dalam lebih dari dua tahun. Palladium turun 2,8 persen menjadi USD 1.365,01 dan perak sedikit berubah pada USD 15,13 per ounce. PT Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Bangkit dari Level Terendah 10 Minggu

Ilustrasi harga emas

Rifanfinancindo – Harga emas menguat pada hari Kamis (Jumat pagi WIB), setelah menyentuh level terendah hampir 10 minggu di awal sesi karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat ditopang data pekerjaan AS, sementara investor menunggu kejelasan tentang pembicaraan perdagangan AS-China.

Dilansir dari Reuters, Jumat (5/4/2019), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.292,72 per ounce. Harga emas berjangka AS cenderung stagnan di kisaran USD 1.294,3.

Logam mulia sebelumnya menyentuh level terendah sejak 25 Januari di level USD 1.280,59 terbebani oleh dolar yang lebih kuat.

Dolar naik 0,2 persen terhadap sekeranjang mata uang karena klaim pengangguran AS mencapai level terendah 49 tahun pekan lalu, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan meskipun pertumbuhan ekonomi melambat.

Namun, data beragam sepanjang minggu dari seluruh dunia tidak meyakinkan pasar bahwa semuanya baik-baik saja. Analis sekarang menunggu data payroll non-pertanian AS yang diawasi ketat pada hari Jumat untuk petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi AS.

Investor juga mengamati perkembangan dalam konflik perdagangan AS-China, dengan Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan tanggal untuk pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping.

Namun, data beragam sepanjang minggu dari seluruh dunia tidak meyakinkan pasar bahwa semuanya baik-baik saja. Analis sekarang menunggu data payroll non-pertanian AS yang diawasi ketat pada hari Jumat untuk petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi AS.

Investor juga mengamati perkembangan dalam konflik perdagangan AS-China, dengan Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan tanggal untuk pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping.

Kepemilikan di dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Rabu. Holdings berada di level terendah sejak 17 Desember di 24,57 juta ounce.

Di antara logam mulia lainnya, harga platinum di pasar spot naik 2,6 persen menjadi USD 897,25, setelah sebelumnya mencapai tertinggi sejak pertengahan Juni di USD 901,49.

Platinum melonjak 3,4 persen di sesi sebelumnya, terbesar dalam lebih dari dua tahun. Palladium turun 2,8 persen menjadi USD 1.365,01 dan perak sedikit berubah pada USD 15,13 per ounce. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Dolar AS Melemah, Harga Emas Stabil

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas berjangka cenderung stabil atau tidak berubah seiring laporan ada kemajuan negosiasi perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.

Hal itu mendukung saham dan pelaku pasar jauhi logam mulia, sementara pergerakan indeks dolar AS melemah.

Pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), harga emas kurang 0,1 persen lebih rendah ke posisi USD 1.295,30 per ounce. Sementara itu, harga perak naik 4,1 sen atau 0,3 persen ke posisi USD 15.102 per ounce.

Data laporan tenaga kerja yang menunjukkan gaji sektor swasta naik 129 ribu pada Maret, di bawah perkiraan rata-rata analis sekitar 165 ribu pekerjaan.Angka tersebut juga di bawah rilis Februari sebesar 197 ribu. Rilis data ekonom itu membayangi pergerakan harga emas.

Meski demikian, investor menanti data tenaga kerja pada Jumat yang dampaknya bebani dolar AS.

Indeks dolar AS turun 0,3 persen. Mata uang AS lebih lemah dapat memberikan peningkatan pada komoditas yang dihargai dalam mata uang dengan membuatnya lebih murah bagi pengguna mata uang lainnya.

Harga Komoditas Lainnya

Sementara itu, imbal hasil obligasi global kembali naik pada pekan ini. Penurunan imbal hasil obligasi pada 2019 ini karena bank sentral global menjadi lebih dovish sehingga membantu memberikan landasan untuk logam mulia.

“Saya terus berpikir downside bisa terbatas untuk emas terutama karena jatuhnya imbal hasil obligasi global baru-baru ini dan fakta the Federal Reserve menurunkan bias hawkishnya. Meski pun pulih, imbal hasil tetap di posisi terendah baru-baru ini dan menghalangi pemulihan yang tajam. Ini akan membantu untuk meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak menarik,” ujar Analis Forex.com, Fawad Razaqzada, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (4/4/2019).

Ia menambahkan, kesempatan untuk memegang emas relatif turun pada beberapa bulan lalu. Aksi jual yang terjadi pada pekan lalu datang di belakang reli besar yang dimulai pada Agustus. “Koreksi selalu diperlukan untuk mendorong perburuan murah dalam emas,” tutur dia.

Adapun perdagangan logam lainnya antara lain, harga palladium untuk Juni turun USD 22,20 atau 1,4 persen ke posisi USD 1.378,10 per ounce.

Harga platinum naik 2,5 persen ke posisi USD 874,20 per ounce. Harga tembaga menguat 4,3 sen atau 1,5 persen menjadi USD 2.9485 per pound. Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6