PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: PT Rifan Financindo

Pasar Saham Global Melemah, Harga Emas Menguat

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas dunia melonjak lebih dari 2 persen dipicu pelemahan pasar saham global yang mendorong investor bergegas membeli logam mulia.

Melansir laman Reuters, Jumat (12/10/2018), harga emas di pasar spot naik 2,6 persen menjadi USD 1.225,26 per ounce. Harga naik usai mencapai posisi tertinggi sejak 31 Juli di USD 1.226,27 per ounce. Ini juga merupakan persentase persentase satu hari terbaik sejak Juni 2016.

Adapun harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) ditutup naik USD 34,20, atau 2,87 persen ke posisi USD 1.227,60 per ounce.

Pasar emas kali ini dipengaruhi Wall Street yang memperpanjang penurunannya ke sesi keenam pada Kamis. Ini setelah Pasar Saham Eropa merosot ke posisi terendah dalam 21 bulan, menunjuk meningkatnya keengganan risiko di seluruh pasar global.

“Banyak orang berlari ke emas sebagai perdagangan safe haven, diversifikasi ke aset dan menjual dolar,” kata Michael Matousek, Kepala Pedagang di Global Investor AS.

“Sekarang emas telah menembus level resistance kuat di USD 1.210, banyak posisi panjang baru datang,” tambah dia.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump, kembali mengkritik Federal Reserve, dengan menyebut jika kenaikan suku bunga merupakan kebijakan “konyol” yang membuatnya lebih mahal bagi pemerintah untuk membiayai defisit yang berkembang.

The Fed menaikkan suku bunga pada bulan lalu untuk ketiga kalinya untuk tahun ini dan secara luas diperkirakan akan menaikkannya lagi pada bulan Desember.

“Ketika aksi jual pasar saham berlanjut, emas sekali lagi menjadi tujuan yang diinginkan pada saat ada ketidakpastian,” kata Alfonso Esparza, Analis Pasar Senior di OANDA. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

RFB Gelar Media Training Loco Gold di Tanah Melayu

Rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Menyambung kegiatan edukasi sebelumnya di Palembang, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) menggelar media training untuk para jurnalis di kantor RFB Pekanbaru dengan tema yang sama yaitu Pengenalan Investasi Kontrak Berjangka Emas (Loco Gold) Pada Perdagangan Berjangka Komoditi, Sabtu 29 September 2018.

Media merupakan mitra kerja perusahaan yang berperan penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat luas. Karenanya, dengan pemahaman yang lebih menyeluruh oleh para jurnalis maka pandangan tentang perusahaan pialang berjangka di industri PBK diharapkan semakin positif.

Dalam kegiatan training kali ini, materi dibawakan oleh Bp. Liwan – Pimpinan Cabang RFB Pekanbaru. Dalam paparannya, pria yang cukup akrab dikenal oleh media ini menjelaskan bagaimana menentukan harga emas di pasar dengan melihat korelasi indeksi harga emas dunia dengan nilai tukar dollar terhadap rupiah.

Selain itu para peserta yang hadir turut dijelaskan sejarah dan cara berinvestasi di produk Loco Gold. Keuntungan Loco Gold menurut Liwan adalah harga yang cenderung stabil karena sifatnya safe haven. “Namun demikian, setiap investasi tentu memiliki risiko, dan semakin tinggi keuntungan suatu instrument investasi, maka semakin tinggi pula risikonya,” ujar dia.

Sepanjang training, beberapa pertanyaan muncul menyoal bagaimana mekanisme dan upaya memitigasi risiko pada investasi Loco Gold. Menjawab hal ini, Liwan menjelaskan keputusan berinvestasi sejak semula ada di tangan nasabah. Karena mereka yang berhak menentukan posisi buy dan sell. RFB bisa diibaratkan hanya jasa kurir pengantar ke pasar, setelah sampai di pasar nasabah yang memutuskan untuk jual-beli dengan pedagang.

“Dengan demikian untuk meminimalisir risiko, kami selalu memberikan informasi dan analisis pasar terkini kepada nasabah dan memberikan alert ketika dana nasabah turun dari total yang diinvestasikan. Kami akan menawarkan dua pilihan, yaitu  top up atau ditarik semua,” terang Liwan.

Seusai training, para peserta yang dihadiri oleh 33 jurnalis dari berbagai media ini diajak bermain teka-teki silang melalui instagram untuk menguji pengetahuan mereka dari edukasi yang telah diikuti. Acara ditutup dengan makan siang bersama dan pembagian hadiah untuk para pemenang  games. Rifanfinancindo

 

 

 

Dokumentasi :

Rifanfinancindo Rifanfinancindo Rifanfinancindo Rifanfinancindo Rifanfinancindo Rifanfinancindo

Harga Emas Stabil karena Aksi Jual Saham Diimbangi Penguatan Dolar AS

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas bergerak mendatar atau stabil pada perdagangan Selasa karena tekanan akan kenaikan nilai tukar dolar AS diimbangi oleh penurunan pasar saham.

Mengutip Reuters, Rabu (10/10/2018), harga emas di pasar spot tidak berubah atau tetap di USD 1.188,20 per ounce pada pukul 14.22 siang waktu New York. Sebelumnya harga emas sempat menyentuh angka terendah di USD 1.183,04 per ounce.

Sedangkan untuk harga emas berjangka ditutup naik USD 2,9 atau 0,24 persen ke angka USD 1.191,5 per ounce.

“Perang perdagangan antara AS dengan China dan peningkatan volatilitas pasar saham adalah faktor-faktor yang mendukung kenaikan harga emas,” jelas David Meger, analis logam mulia di High Ridge Futures.

“Namun sentimen tersebut ternyata diimbangi dengan kenaikan suku bunga,” lanjut dia.

Suku bunga obligasi yang lebih tinggi meningkatkan permintaan akan dolar AS sehingga nilai tukarnya juga terdorong naik.

Penguatan dolar AS ini tentu saja memberikan tekanan kepada harga emas karena harganya akan lebih tinggi bagi mereka yang bertransaksi menggunakan mata uang di luar dolar AS.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas turun lebih dari 1 persen karena para investor mencari perlindungan dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS), yang telah didorong data ekonomi AS yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

“Dolar AS yang kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga menekan harga emas. Hal ini menakut-nakuti investor emas,” kata Carlo Alberto De Casa, Kepala Analis ActivTrades.

Harga emas telah jatuh lebih dari 12 persen dari puncaknya pada bulan April sebagian besar karena kekuatan dolar, yang mencerminkan ekonomi AS yang dinamis, meningkatnya suku bunga AS dan kekhawatiran perang perdagangan global.

Dolar yang lebih kuat membuat emas yang dibanderol dalam denominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pasar saham global jatuh karena kepercayaan investor terpukul dari lonjakan minggu lalu di tengah kekhawatiran tentang sengketa perdagangan AS-China.

Kondisi ini diperparah ketika Bank Sentral China (PBOC) mengeluarkan kebijakan berupa pemotongan rasio cadangan wajib sebesar 1 persen untuk penyimpanan renminbi mulai 15 Oktober 2018. Hal ini bertujuan untuk menurunkan struktur biaya pembiayaan. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Dolar AS Perkasa, Harga Emas Terpuruk

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas turun lebih dari 1 persen pada hari Senin (Selasa pagi WIB) karena para investor mencari perlindungan dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS), yang telah didorong data ekonomi AS yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Dilansir dari Reuters, Selasa (9/10/2018), harga emas di pasar spot turun 1,1 persen menjadi USD 1.189,37 per ounce. Harga emas berjangka AS turun 1,1 persen menjadi USD 1.192,3 per ounce.

“Dolar AS yang kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga menekan harga emas. Hal ini menakut-nakuti investor emas,” kata Carlo Alberto De Casa, Kepala Analis ActivTrades.

Harga emas telah jatuh lebih dari 12 persen dari puncaknya pada bulan April sebagian besar karena kekuatan dolar, yang mencerminkan ekonomi AS yang dinamis, meningkatnya suku bunga AS dan kekhawatiran perang perdagangan global.

Dolar yang lebih kuat membuat emas yang dibanderol dalam denominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pasar saham global jatuh karena kepercayaan investor terpukul dari lonjakan minggu lalu di tengah kekhawatiran tentang sengketa perdagangan AS-China.

Kondisi ini diperparah ketika Bank Sentral China (PBOC) mengeluarkan kebijakan berupa pemotongan rasio cadangan wajib sebesar 1 persen untuk penyimpanan renminbi mulai 15 Oktober 2018. Hal ini bertujuan untuk menurunkan struktur biaya pembiayaan.

Tingkat pengangguran AS turun mendekati level terendah 49 tahun, sebuah laporan pemerintah menunjukkan pada hari Jumat, terbaru dalam serangkaian data positif yang dapat mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan jalur kenaikan suku bunga secara bertahap.

Harga perak di pasar spot turun 1,2 persen menjadi USD 14,41 per ounce dan paladium menurun 0,7 persen menjadi USD 1.061,47. Platinum turun 1 persen menjadi USD 812,90 per ounce. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Emas Minggu Lalu & Kedepannya

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Jumat minggu lalu dan hanya sedikit berubah dari level yang terlihat sebelum laporan ekonomi AS yang penting dirilis.

Emas berjangka Desember terakhir diperdagangkan naik $2.80 per ons pada $1,204.30. Perak Comex bulan Desember terakhir diperdagangkan naik $0.06 pada $14.645 per ons.

Laporan  “Labor Department Employment Situation” AS untuk bulan September menunjukkan angka kunci “non-farm payrolls” naik 134.000, yang meleset turun dari perkiraan konsensus sebesar 180.000.  Namun, laporan bulan Juli dan Agustus merevisi naik secara signifikan angka pekerjaan “non-farm” sebanyak 87.000.

Cuaca yang buruk – hurricane – di dalam periode laporan juga dipersalahkan sebagai penyebab turunnya angka pekerjaan. Tingkat pengangguran bulan September turun menjadi 3.7% – level terendah sejak tahun 1969. Angka pertumbuhan upah AS juga diperhatikan dengan ketat, dan angkanya muncul di 2.8% dibandingkan 2.9% pada laporan bulan Agustus.

Revisi naik ini ditambah lagi dengan kenyataan bahwa tingkat pengangguran berada pada terendah selama 40 tahun memberikan dorongan naik bagi harga metal berharga kuning dan terus memberikan tekanan jual terhadap saham AS.

Walaupun laporan pekerjaan muncul dibawah daripada yang diperkirakan, banyak ekonom mengatakan bahwa badai Florence adalah penyebab utama dari turunnya angka pada bulan September.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh MarketWatch, Thomas Simons, ekonom pasar uang senior mengatakan,”Payrolls” bulan September muncul jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan, tetapi hal itu disebabkan karena efek dari Badai Florence. Kita telah melihat hal ini berkali-kali setelah badai yang besar terjadi. Jadi, abaikan kelemahan dari payrolls kali ini.”

Yang paling mengesankan adalah kenyataan bahwa terakhir tingkat pengangguran berada di posisi rendah 3.7% adalah pada bulan Desember 1969, hampir 50 tahun yang lalu.

Pasar saham dunia kebanyakan turun semalam, masih tertekan dengan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah dunia. Indeks saham AS mengarah naik sedikit pada pembukaan sesi New York.

Para investor metal berharga harus memperhatikan ketangguhan emas ditengah naiknya imbal hasil obligasi AS dan data makro AS yang impressive. Imbal hasil dari obligasi telah naik karena data ekonomi AS yang kuat, khususnya setelah indeks Non-Manufacturing ISM yang terbaru, yang naik ke dekat rekor tertinggi pada bulan September, kata Andrew Hunter, ekonom dari Capital Economics AS.

Namun, emas telah teguh berada diatas $1,200 per ons dan emas berjangka Comex bulan Desember  terakhir  diperdagangkan pada $1,205.40, naik 0.32% pada hari itu.

Ini adalah pergerakan yang penting untuk emas, analis Mitsubishi Jonathan Butler memberitahukan kitco news pada hari Jumat. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Vibiznews