PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: PT Rifan Financindo

Dolar AS Perkasa, Harga Emas Tergelincir

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas melemah ke level terendah dalam 1,5 tahun di tengah sektor logam yang tertekan. Indeks dolar AS melanjutkan reli ke posisi tertinggi dalam 14 bulan.

“Harga emas jatuh ke level terendah dalam 18 bulan seiring dolar AS mencapai posisi tertinggi dalam 15 bulan. Hal ini seiring permintaan karena kekhawatiran gejolak keuangan di Turki,” ujar Wakil Presiden Direktur Oanda, Dean Popplewell, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (16/8/2018).

Ketakutan terburuk penularan langsung dari situasi keuangan Turki yang memburuk. Akan tetapi, hal tersebut tidak cukup untuk halangi minat terhadap dolar AS.

Harga emas melanjutkan tekanan usai tiga laporan data ekonomi antara lain penjualan ritel, produktivitas dan manufaktur. Data ekonomi tersebut menghalangi harapan pasar terkait kenaikan suku bunga acuan AS yang diperkirakan naik lagi sebanyak dua kali pada 2018.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun 1,3 persen atau USD 15,70 ke posisi USD 1.185 per ounce. Selama pekan ini, harga emas susut 2,9 persen. Usai tertekan 8,3 persen dalam tiga bulan terakhir, harga emas telah susut 10 persen pada 2018.

Harga emas gagal untuk menguat seiring gejolak geopolitik. Namun, dolar AS lebih kuat sehingga tahan harga emas.

Secara teknikal, harga emas belum gagal untuk menguat usai turun di bawah level psikologis USD 1.200 untuk pertama kali dalam setahun.

Harga Logam Lainnya Tertekan
Dolar AS lebih kuat dalam menjadi negatif untuk harga komoditas. Harga komoditas akan lebih mahal dalam mata uang lainnya. Indeks dolar AS naik 0,1 persen menjadi 96,78 dan dekati level tertinggi dalam 14 bulan.

“Lira Turki telah stabil tetapi mata uang lainnya masih goyah. Pelaku pasar dan investor global pun gelisah penularan mata uang lainnya dapat berkembang karena dolar AS terus menguat terhadap sebagian besar mata uang dunia lainnya,” ujar Analis Kitco Jim Wyckoff, seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Ia menuturkan, harga emas berpotensi ke posisi USD 1.150. Akan tetapi, dalam jangka pendek, harga emas untuk pengiriman Desember di level resistance di kisaran USD 1.226.

Sementara itu, harga logam lainnya, harga perak turun empat persen menjadi USD 14.454 per oune. Harga platinum sentuh level terendah dalam 10 tahun dengan susu 3,7 persen menjadi USD 771,60 per ounce.

Harga palladium jatuh enam persen ke posisi USD 837,20 per ounce. Sedangkan harga tembaga susut 4,5 persen ke posisi USD 2.56 per pound. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Menguat karena Dolar AS Turun dari Level Tertinggi

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas naik dari posisi terendah dalam 18 bulan terakhir pada perdagangan Selasa dengan harga berjangka kembali ke atas level USD 1.200 per ounce. Pendorong penguatan harga emas adalah kejatuhan dolar AS dari level tertinggi.

Selain itu, sentimen pendorong lain yang membuat harga emas naik adalah perkiraan dari para analis yang menyatakan bahwa penurunan harga emas sudah terlalu dalam.

Mengutip Reuters, Rabu (15/8/2018), harga emas di pasar spot naik 0,04 persen ke level USD 1.193.71 per ounce pada pukul 2.41 siang waktu London. Pada sesi sebelumnya, harga emas mencapai USD 1.191,35 per ounce, terendah sejak 30 Januari 2017.

Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember ditutup naik USD 1,80 atau 0,2 persen pada USD 1,200,70 per ounce.

Dolar AS mulai melemah terhadap sekeranjang mata uang dunia dan mata uang negara-negara berkembang setelah sebelumnya mengalami penguatan yang cukup besar. Penguatan dolar AS karena kekhawatiran gangguan krisis Turki terhadap ekonomi dunia.

Selain itu, pendorong penguatan harga emas juga karena adanya pembelian instrumen safe haven karena kekhawatiran akan krisis Turki.

“Emas adalah lindung nilai inflasi yang telah terbukti dan aset safe-haven dalam kasus guncangan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan kami percaya bahwa kelemahan saat ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pemulihan sektor yang kurang dihargai ini,” kata David Baker, analis dari Baker Steel Capital Managers. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Terpuruk ke Level Terendah Sejak Januari 2017

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas merosot di bawah USD 1.200 per ounce pada hari Senin (Selasa pagi WIB) atau ke level terendah sejak akhir Januari 2017.

Melemahnya harga emas dipicu penguatan dolar AS dan investor meninggalkan emas beralih ke obligasi AS.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot turun 1,42 persen menjadi USD 1.193,71, setelah sebelumnya merosot ke USD 1,191.35, terendah sejak Januari 2017.

Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun USD 20,1 atau 1,65 persen menjadi USD 1.198,9 per ounce.

Investor tradisional menggunakan emas sebagai instrumen lindung nilai aset mereka selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi dan inflasi, tetapi tahun ini mereka gagal untuk mendapatkan keuntungan.

Sebagai gantinya, para investor langsung menuju obligasi AS, yang dipandang sebagai tempat berlindung paling aman, yang berarti mereka harus membeli dolar AS.

Lira telah jatuh dipicu kekhawatiran atas meningkatnya kontrol Presiden Turki Tayyip Erdogan atas ekonomi dan memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat. Pelarian investor telah mengangkat hasil obligasi AS dari posisi terendah empat minggu.

Indeks dolar AS menyentuh level tertinggi 13 bulan sebelum memangkas kenaikan. Penguatan dolar AS membuat aset berdenominasi dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan permintaan emas.

“Pembeli emas tradisional sekarang menilai emas terlalu mahal dalam dolar,” kata George Gero, Managing Director di RBC Wealth Management.

Data mingguan pemerintah AS pada hari Jumat menunjukkan bahwa spekulan emas menaikkan taruhan bearish mereka ke rekor dalam minggu pelaporan terbaru. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Melemah Imbas Kekhawatiran Krisis Turki

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas melemah seiring dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Hal itu karena kekhawatiran yang berkembang kalau krisis mata uang di Turki akan berdampak.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun 90 persen atau kurang dari 0,1 persen ke posisi USD 1.219 per ounce. Harga emas ditransaksikan lebih rendah di posisi USD 1.213 dan tertinggi USD 1.224,90 secara harian.

Pasar global tertekan seiring laporan Financial Times yang menyebutkan Bank Sentral Eropa makin khawatir tentang paparan bank Eropa terhadap krisis Turki. Mata uang Turki Lira turun ke level terendah dalam setahun pada Jumat pekan ini.

Mata uang AS menarik minat beli investor global sebagai tempat berlindung dari krisis ekonomi di Turki dan volatilitas pasar yang menanjak di Rusia. Emas juga secara historis memiliki peran sebagai aset lebih aman di saat terjadi gejolak pasar global.

Sebaliknya hubungan terbalik logam mulia dan dolar AS lebih baik. Sebagian besar didorong oleh naiknya tingkat suku bunga AS dibandingkan ekonomi utama lainnya.

“Momentum tekanan untuk harga emas. Secara teknis harga emas Comex diperdagangkan di posisi USD 1.207 hingga pekan depan berada di zona bullish,” ujar Analis Insignia Consultans, Chintan Karnani seperti dikutip dari laman Marketwatch, Sabtu (11/8/2018).

Kemungkinan dolar AS melonjak akan menjadi dasar argumen Karnani. Sentimen itu akan buat harga emas tertekan. Hal itu karena ketegangan di Turki. Investor mencari perlindungan dari krisis politik dan ketidakpastan sehingga angkat dolar AS.

Indeks dolar AS naik hampir satu persen ke posisi 96,32 dan capai level tertinggi dalam satu tahun. Imbal hasil surat berharga bertenor 10 tahun turun 1,92 persen menjadi 2,86 persen usai alami penurunan terbesar sejak 3 Juli.

“Karena emas juga berdenominasi dolar AS, penguatan dolar AS menjadikan emas kurang menarik bagi investor yang pakai mata uang asing,” ujar Marios Hadjikyriacos, Analis XM.

“Dolar AS telah melambung sejak kemarin, emas bertahan baik dengan area sekitar USD  1.200 memberikan dukungan penting,” kata dia. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Penguatan Dolar AS Membebani Harga Emas

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas bergerak mendatar seiring penguatan Dolar yang membebani momentum kenaikan logam mulia ini. Meskipun demikian, harga emas sempat mengambil peluang dari kestabilan mata uang China, yuan.

Melansir laman Reuters, Jumat (10/8/2018), harga emas di pasar spot mendatar ke posisi USD 1.213,05 per ounce. Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Desember turun USD 1,10, atau 0,1 persen menjadi USD 1.219,90 per ounce.

“Kami masih berpikir (emas) akan bergerak lebih tinggi di babak kedua karena dolar yang sedikit melemah. Pemerintah China mencoba untuk menghentikan yuan (dari) pelemahannya, dan kita akan memiliki lebih banyak kekhawatiran atas perdagangan,” kata analis Bank of America-Merrill LynchMichael Widmer.

Emas sangat berkorelasi dengan yuan dalam beberapa tahun terakhir. Selama berminggu-minggu, mata uang Cina ini bertindak sebagai proxy di tengah kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan AS-Cina.

Kini Dolar tercatat menguat terhadap sekeranjang mata uang utama dipicu memudarnya ketegangan geopolitik.

Dolar yang kuat membuat harga emas lebih mahal untuk investor non-AS. “Saat ini, emas dalam pola bertahan sampai Anda mendapatkan lebih banyak data,” kata Josh Graves, Ahli Komoditas Senior RJO Futures.

Saat ini, emas gagal mengambil manfaat dari meningkatnya ketegangan geopolitik di tahun ini. Investor lebih memilih pengamanan investasi seperti keamanan dolar ketimbang emas.

Ketegangan yang dimaksud terkait rencana China akan mengenakan tarif impor balasan sebesar 25 persen atas impor senilai USD 16 miliar terhadap AS.

Di sisi lain, Washington mengatakan akan memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia terkait masalah agen.

Apalagi, Federal Reserve juga telah menaikkan suku bunga AS dua kali pada tahun ini dan menargetkan dua kenaikan lagi. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan dolar dan imbal hasil treasury, yang menambah tekanan pada emas.

Adapun harga perak naik 0,4 persen menjadi USD 15,45 per ounce, sementara platinum tidak berubah dari posisi USD 826,50.  Harga Palladium meningkat 0,7 persen menjadi USD 906 per ounce. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6