PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: PT Rifan Financindo

Harga Emas Antam Lebih Murah Rp 3.000 per Gram

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau disebut emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 664 ribu per gram pada perdagangan Kamis (14/1/2019).

Demikian pula buyback emas Antam merosot Rp 3.000 menjadi Rp 587 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 587 ribu per gram.

Adapun Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.13 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam tak tersedia.

Baca Juga

Harga Emas Antam Betah di Posisi Rp 667 Ribu per Gram
Harga Emas Antam Tetap di Rp 665 Ribu per Gram
Harga Emas Antam Lebih Mahal Rp 3.000 per Gram

Emas batangan Antam diakui secara global dengan harga buyback mengikuti pergerakan harga emas dunia. Harga jual kembali adalah sama untuk semua pecahan dan tahun produksi.

Harga dan ketersediaan emas Antam ini hanya berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Untuk harga dan ketersediaan emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Antam juga menjual emas bercorak batik. Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 6.880.000. Untuk ukuran 20 gram di posisi Rp 13.210.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

2 dari 2 halaman
Rincian Harga Emas
Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 666 Ribu per Gram
Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

* Pecahan 0,5 gram Rp 356.500

* Pecahan 1 gram Rp 664.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.277.000

* Pecahan 3 gram Rp 1.894.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.140.000

* Pecahan 10 gram Rp 6.215.000

* Pecahan 25 gram Rp 15.430.000

* Pecahan 50 gram Rp 31.185.000

* Pecahan 100 gram Rp 61.500.000

* Pecahan 250 gram Rp 153.500.000

* Pecahan 500 gram Rp 306.800.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 613.600.000. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Makin Berkilau Imbas Sentimen Negatif Global

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas naik untuk sesi kedua berturut-turut. Akan tetapi, kenaikan menjadi terbatas seiring pelaku pasar juga mencermati pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, perkembangan terbaru negosiasi perdagangan AS-China. Investor juga fokus melihat upaya pemerintah AS untuk menghindari sebagian penutupan pemerintahan AS.

“Hal berisiko yang melanda pasar global dan dolar AS yang stabil adalah berita buruk bagi emas yang cenderung bersinar di tengah ketidakpastian,” ujar Analis FXTM, Lukman Otunuga, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (14/2/2019).

Ia menambahkan, pergerakan harga emas tidak perlu dikhawatirkan karena jangka panjang mengingat kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Selain itu, risiko geopolitik yang juga masih membayangi.

“Dengan kekhawatiran melambatnya pertumbuhan global di benak banyak investor, drama Brexit, kekhawatiran perlambatan China dan banyak sentimen lainnya, emas naik dengan aman,” ia menambahkan.

Harga emas untuk pengiriman April naik tipis USD 1,1 atau kurang dari 0,1 persen menjadi USD 1.315,10 per ounce. Harga emas untuk kontrak paling aktif diperdagangkan mencapai USD 1.321,70.

Indeks dolar AS naik terhadap enam mata uang utama lainnya. Harga emas naik 0,3 persen menjadi 97,03.

Harga emas telah naik hampir tiga persen sejak akhir tahun lalu. Ini berdasarkan kontrak paling aktif seiring negosiasi perdagangan yang tidak mudah.

Selain itu juga dipengaruhi sentimen pertumbuhan ekonomi global yang melambat, dan kenaikan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve. Investor pun mencari aset alokasi investasi yang aman. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Naik karena Pelemahan Dolar AS

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas sedikit berubah pada perdagangan Selasa didukung oleh pelemahan nilai tukar dolar Amerika serikat (AS), di tengah optimisme pengelesaikan perang dagang antara AS dengan China.

Mengutip CNBC, Rabu (13/2/2019), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.310,85 per ons, setelah mengalami penurunan 0,4 persen di sesi sebelumnya. Sedangkan untuk harga emas berjangka AS naik USD 2,10 menjadi USD 1.314 per ounce.

“Perdagangan emas sepertinya agak sepi pada pekan ini karena investor lebih memilih untuk mendengar berita baik mengenai perundingan perdang dagang AS-China,” jelas analis senior RJO Futures, Bob Haberkorn.

“Jika ada terobosan dalam pembicaraan perdagangan, pelaku pasar pasti akan melakukan aksi jual. Namun pelaku pasar tetap ingin memiliki emas saat ini karena pernyataan Federal Reserve AS yang dovish.” tambah dia.

The dollar index yang adalah indeks yang menghitung nilai tukar dolar AS terhadap 6 uang utama dunia lainnya turun pada perdagangan Selasa. Sebelumnya, dolar AS terus berjaya karena investor melihat dolar AS merupakan instrumen yang tepat sebagai lindung nilai di saat terjadi perang dagang.

Dari sisi teknis, harga emas akan mengarah kepada tekanan lanjutan tetapi tetap akan bisa melampaui level USD 1.326 per ounce.

Perdagangan Sebelumnya
Pada perdagangan sebelumnya, harga emas turun pada hari Senin (Selasa pagi WIB) karena investor lebih menyukai keamanan dolar dalam menghadapi kekhawatiran yang meningkat karena perang dagang Amerika Serikat (AS)-China dapat memperlambat pertumbuhan global.

Dilansir dari Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.308,18 per ounce. Harga emas berjangka AS turun 0,5 persen menjadi USD 1.311,9 per ounce.

“Faktor besar di sini adalah penguatan dolar AS, yang didukung oleh sengketa perdagangan,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas TD Securities di Toronto.

“Belum tercapainya kesepakatan antara AS dan China melemahkan mata uang pasar berkembang global dan itu berarti, secara relatif, dolar AS lebih baik, yang negatif untuk emas,” katanya.

Pembicaraan perdagangan antara Washington dan Beijing dijadwalkan untuk dilanjutkan pekan ini dengan delegasi pejabat AS yang melakukan perjalanan ke China untuk putaran negosiasi berikutnya.

Tetapi Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengatakan dia tidak berencana untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping sebelum batas waktu 1 Maret, mengurangi harapan bahwa pakta perdagangan mungkin dapat dicapai dengan cepat.

Indeks dolar berada pada level tertinggi dalam hampir delapan minggu, yang dapat mengurangi permintaan untuk logam di antara pemegang mata uang lainnya.

“Keuntungan di AS dan pasar saham dunia juga merupakan elemen bearish untuk logam safe-haven,” Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menulis dalam sebuah catatan kepada klien.

Emas bisa rentan terhadap koreksi lebih banyak jika dolar menguat lebih lanjut, kata para analis.

“Dengan angka ketenagakerjaan AS masih cukup kuat dan orang-orang bergerak ke dolar untuk tujuan safe-haven, benar-benar tidak ada alasan mengapa emas harus lepas landas jauh lebih tinggi,” kata Bart Melek dari TD Securities.

Tetapi harga emas bertahan di atas level kunci USD 1.300 per ounce, didukung oleh ketidakpastian seputar kebijakan moneter Federal Reserve AS dan kemungkinan kembali ditutupnya pemerintah AS, kata para analis.

Harga emas harus tetap berkisar sampai ada kejelasan di bagian depan perdagangan dan penutupan pemerintah, analis Oanda Edward Moya mengatakan dalam sebuah catatan penelitian. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Dolar AS Perkasa, Harga Emas Tumbang

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas turun pada hari Senin (Selasa pagi WIB) karena investor lebih menyukai keamanan dolar dalam menghadapi kekhawatiran yang meningkat karena perang dagang Amerika Serikat (AS)-China dapat memperlambat pertumbuhan global.

Dilansir dari Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.308,18 per ounce. Harga emas berjangka AS turun 0,5 persen menjadi USD 1.311,9 per ounce.

“Faktor besar di sini adalah penguatan dolar AS, yang didukung oleh sengketa perdagangan,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas TD Securities di Toronto.

“Belum tercapainya kesepakatan antara AS dan China melemahkan mata uang pasar berkembang global dan itu berarti, secara relatif, dolar AS lebih baik, yang negatif untuk emas,” katanya.

Pembicaraan perdagangan antara Washington dan Beijing dijadwalkan untuk dilanjutkan pekan ini dengan delegasi pejabat AS yang melakukan perjalanan ke China untuk putaran negosiasi berikutnya.

Tetapi Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengatakan dia tidak berencana untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping sebelum batas waktu 1 Maret, mengurangi harapan bahwa pakta perdagangan mungkin dapat dicapai dengan cepat.

Indeks dolar berada pada level tertinggi dalam hampir delapan minggu, yang dapat mengurangi permintaan untuk logam di antara pemegang mata uang lainnya.

“Keuntungan di AS dan pasar saham dunia juga merupakan elemen bearish untuk logam safe-haven,” Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menulis dalam sebuah catatan kepada klien.

Emas bisa rentan terhadap koreksi lebih banyak jika dolar menguat lebih lanjut, kata para analis.

“Dengan angka ketenagakerjaan AS masih cukup kuat dan orang-orang bergerak ke dolar untuk tujuan safe-haven, benar-benar tidak ada alasan mengapa emas harus lepas landas jauh lebih tinggi,” kata Bart Melek dari TD Securities.

Tetapi harga emas bertahan di atas level kunci USD 1.300 per ounce, didukung oleh ketidakpastian seputar kebijakan moneter Federal Reserve AS dan kemungkinan kembali ditutupnya pemerintah AS, kata para analis.

Harga emas harus tetap berkisar sampai ada kejelasan di bagian depan perdagangan dan penutupan pemerintah, analis Oanda Edward Moya mengatakan dalam sebuah catatan penelitian.

Sementara itu, platinum turun 1,8 persen menjadi USD 783,5 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 2 Januari di USD 779,5. Palladium turun 1,4 persen menjadi USD 1.383 per ounce, sementara perak turun hampir 1 persen menjadi USD 15,67. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Antam Belum Beranjak dari Rp 666 Ribu per Gram

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam stabil di posisi Rp 666 ribu per gram pada perdagangan Senin (11/2/2019). Pada Sabtu pekan lalu, harga emas Antam juga berada di angka Rp 666 ribu per gram.

Sementara harga buyback emas Antam di posisi Rp 589 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 589 ribu per gram.

Adapun Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.05 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 6.900.000. Adapun, ukuran 20 gram di angka Rp 13.250.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).
2 dari 2 halaman
Rincian Harga Emas Antam
Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 666 Ribu per Gram
Petugas menunjukkan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rincian harga emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 357.500

* Pecahan 1 gram Rp 666.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.281.000

* Pecahan 3 gram Rp 1.900.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.150.000

* Pecahan 10 gram Rp 6.235.000

* Pecahan 25 gram Rp 15.480.000

* Pecahan 50 gram Rp 30.885.000

* Pecahan 100 gram Rp 61.700.000

* Pecahan 250 gram Rp 154.000.000

* Pecahan 500 gram Rp 307.800.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 615.600.000. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6