PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: PT Rifan Financindo

Emas Dunia Kamis Stabil di Bawah 5 Bulan Tertingginya, Emas Antam Tetap di Rp659.000 per gram

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas dunia terpantau stabil dengan naik tipis pada perdagangan Kamis siang (13/12) WIB, sementara dolar tergelincir dengan harapan kenaikan suku bunga AS tahun depan yang meredup, mencerahkan daya tarik investasi emas batangan.

Spot emas naik 0,12 persen ke level $1,244.42 per ounce pada Kamis siang WIB. Emas berjangka AS ditutup $2,80 lebih tinggi pada $ 1.250,00 per ounce.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini stabil di level 97,07, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,08.

Dollar semalam terpeleset terhadap sekeranjang mata uang setelah data menunjukkan harga konsumen AS yang tidak berubah pada bulan November, mendukung pandangan bahwa inflasi masih tetap kuat tetapi tidak cukup untuk Federal Reserve AS mengambil sikap yang lebih agresif.

Investor hari-hari ini sedang mengawasi perkembangan negosiasi perdagangan AS-China, dan perkembangan Brexit setelah anggota parlemen di partai Konservatif PM Theresa May berhasil mengumpulkan cukup dukungan untuk memicu mosi tidak percaya dalam kepemimpinannya.

Sementara itu, analis Vibiznews melihat bahwa spot emas dunia mendapat koreksi teknikal dalam upaya mendekati lagi level 5 bulan tertingginya, sedangkan dollar tampak rentan koreksi di tengah pasar yang berprediksi akan berhentinya kenaikan suku bunga the Fed. Harga emas, kalau terdongkrak ke atas akan menuju ke level resistant $1.265,82 dan level $1.272,30. Sedangkan, bila tertekan, akan menuju level support di $1.221,80 dan $1.211,11.

Di dalam negeri, harga emas ANTAM terpantau stabil di level harga Rp659.000 per gramnya, dibandingkan harga pada Rabu kemarin di Rp659.000 juga. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Terdongkrak Ekspektasi Perlambatan Kenaikan Bunga The Fed

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas menguat pada perdagangan Selasa karena adanya ekspektasi bahwa Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (the Fed) akan memperlambat rencana kenaikana suku bunga di tahun depan.

Dengan adanya ekspektasi tersebut, nilai tukar dolar AS tertekan dan memicu minat investor untuk mengumpulkan atau memindahkan dananya ke emas.

Mengutip Reuters, Rabu (12/12/2018), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen ke level USD 1.247,68 per ounce pada Selasa siang waktu New York. Sebelumnya harga emas sempat menyentuh level tertinggi di USD 1.250,55 per ounce.

Sedangkan untuk harga emas berjangka naik 0,3 persen ke level USD 1.253,10 per ounce.

“Rencana kenaikan suku bunga the Fed mengurangi ekspektaasi pelaku pasar untuk kenaikkan selama 18 bulan ke depan dan telah membuat dolar AS mengalami tekanan sehingga mendorong harga emas,” jelas Marcus Garvey, analis di ICBC Standard Bank.

“Kami pikir the Fed akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga. Oleh karena itu menurut kami harga emas bisa terus naik di atas level USD 1.200 per ounce,” tambah dia.

Perdagangan Sebelumnya
Pada perdagangan sebelumnya, harga emas turun seiring penguatan Dolar Amerika Serikat (AS), meski volatilitas pasar saham dan prospek laju kenaikan suku bunga AS yang lebih rendah pada 2019 mempertahankan harga emas mendekati posisi puncak dalam 5 bulan.

“Dengan suara pada Brexit ditarik, ada kenaikan dolar yang menekan harga emas pada saat ini,” kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar senior di RJO Futures.

Akibat masalah Brexit, Pound turun ke level terlemahnya dalam hampir 1-1/2 tahun terhadap dolar. Ini usai Perdana Menteri Inggris Theresa May menunda pemungutan suara parlemen atas kesepakatan Brexit-nya.

Adapun Dolar rebound setelah membukukan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga bulan pekan lalu karena data ekonomi AS yang lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Federal Reserve AS diperkirakan akan menaikkan suku pada pertemuan 18-19 Desember, tetapi fokusnya adalah pada seberapa banyak kenaikan yang akan terjadi di 2019.

Emas cenderung menguat ketika ekspektasi kenaikan suku bunga turun. Ini karena suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang bullion yang tidak menghasilkan dan membebani dolar.

Sementara itu, kerugian pada saham global semakin meningkat dipicu tanda-tanda baru muncul bahwa masalah perang perdagangan AS-Cina berdampak lebih dalam pada pertumbuhan ekonomi dunia. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Dolar Perkasa, Harga Emas Jatuh

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas turun seiring penguatan Dolar Amerika Serikat (AS), meski volatilitas pasar saham dan prospek laju kenaikan suku bunga AS yang lebih rendah pada 2019 mempertahankan harga emas mendekati posisi puncak dalam 5 bulan.

Melansir laman Reuters, Selasa (11/12/2018), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.244,22 per ounce, usai menyentuh USD 1.250,55 atau posisi tertinggi sejak 11 Juli.

Adapun harga emas berjangka AS tercatat 0,2 persen lebih rendah ke posisi USD 1.249,70 per ounce.

“Dengan suara pada Brexit ditarik, ada kenaikan dolar yang menekan harga emas pada saat ini,” kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar senior di RJO Futures.

Akibat masalah Brexit, Pound turun ke level terlemahnya dalam hampir 1-1/2 tahun terhadap dolar. Ini usai Perdana Menteri Inggris Theresa May menunda pemungutan suara parlemen atas kesepakatan Brexit-nya.

Adapun Dolar rebound setelah membukukan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga bulan pekan lalu karena data ekonomi AS yang lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Federal Reserve AS diperkirakan akan menaikkan suku pada pertemuan 18-19 Desember, tetapi fokusnya adalah pada seberapa banyak kenaikan yang akan terjadi di 2019.

Emas cenderung menguat ketika ekspektasi kenaikan suku bunga turun. Ini karena suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang bullion yang tidak menghasilkan dan membebani dolar.

Sementara itu, kerugian pada saham global semakin meningkat dipicu tanda-tanda baru muncul bahwa masalah perang perdagangan AS-Cina berdampak lebih dalam pada pertumbuhan ekonomi dunia.

“Ini benar-benar mendorong bahwa emas telah naik ke level USD 1.250 pada saat yang sama ketika ekuitas bersifat lunak dan ini benar-benar mendukung peran emas sebagai safe haven,” kata Julius Baer, ??analis Carsten Menke.

Harga Komoditas Lain
Harga emas naik lebih dari 2 persen pekan lalu. Ini menjadi kinerja terbaiknya sejak 23 Maret. Harga emas telah pulih sekitar 8 persen dari posisi terendah 19-bulan di USD 1.159,96 pada pertengahan Agustus.

“Dengan perdagangan harga emas di atas USD 1.240 per ounce, kami berpikir bahwa pelarian ini bisa memiliki kekuatan bertahan,” analis di TD Securities menulis dalam sebuah catatan.

Adapun harga perak tergelincir 0,4 persen menjadi USD 14,55 per ounce. Kemudian palladium merosot 1,2 persen menjadi USD 1.208,90.

Harga Platinum turun 1,1 persen menjadi USD 781 per ounce. Sebelumnya, harga Logam ini merosot ke posisi USD 775, terendah sejak 10 September. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Emas Dunia Senin Bertahan di 5 Bulan Tertingginya, Emas Antam Naik ke Rp660.000 per gram

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas dunia terpantau bertahan pada perdagangan awal pekan Senin siang (10/12) WIB, berada di level 5 bulan tertingginya, didukung data lapangan pekerjaan AS yang mengecewakan yang memicu spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan berhenti menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

Spot emas menguat 0,15% ke level $1,254.25 per ounce, pada Senin siang WIB, melewati level tertinggi sejak 11 Juli di $1,250.55 pada awal sesi. Emas berjangka AS naik 0,2 persen menjadi $ 1,254.6 per ounce.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, menjelang siang hari WIB ini turun tajam ke level 95,86, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 96,47.

Dollar tampak tergelincir terhadap yen dan euro, sementara bursa saham di Asia memperpanjang kemerosotannya karena kekhawatiran atas tensi perdagangan AS-China telah memukul sentimen investor.

Nonfarm payrolls terpantau dirilis meningkat sebanyak 155.000 pekerjaan pada bulan November, sementara survei Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan dengan 200.000 lapangan pekerjaan.

Di tempat lain, bank sentral AS mengisyaratkan titik balik dalam kebijakan moneternya, karena pembuat kebijakan The Fed pada Jumat lalu mendukung kenaikan suku bunga dalam “jangka pendek” tetapi mengakui adanya ketidakpastian ke depannya.

Sementara itu, analis Vibiznews melihat bahwa spot emas dunia bertahan di 5 bulan tertingginya setelah rally pada akhir minggu lalu, sedangkan dollar tampak bergerak tambah terkoreksi di tengah pasar yang berprediksi akan berhentinya kenaikan suku bunga the Fed. Harga emas, kalau terdongkrak ke atas akan menuju ke level resistant $1.265,82 dan level $1.272,30. Sedangkan, bila tertekan, akan menuju level support di $1.221,80 dan $1.211,11.

Di dalam negeri, harga emas ANTAM terpantau naik Rp500 ke level harga Rp660.000 per gramnya, dibandingkan harga pada Jumat kemarin di Rp659.500. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Pergerakan Harga Emas Terhenti Ditengah Terjunnya Pasar Saham AS

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas mendekati stabil pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat pada hari Kamis kemarin. Metal kuning saat ini sedang ada dalam “pause mode” dengan para trader menunggu pembukaan pasar saham Amerika Serikat.

Emas berjangka bulan Februari terakhir diperdagangkan naik $0.90  per ons pada $1,243.40. Perak Comex bulan Maret turun $0.102 pada $14.48 per ons.

Laporan “employment” nasional dari ADP yang baru saja dirilis menunjukkan kenaikan 179.000, yang sedikit dibawah dari yang diperkirakan yaitu kenaikan 190.000. Pasar metal naik sedikit tepat setelah laporan ini dirilis. Laporan “employment” dari ADP ini adalah petunjuk awal dari Laporan “Labor Department Employment Situation” untuk bulan November yang akan keluar pada hari Jumat pagi. Angka kunci dari pekerjaan “non-farm” di dalam laporan tersebut diperkirakan naik menjadi 198.000.

Keengganan terhadap resiko kembali menguasai pasar dunia secara penuh pada hari Kamis kemarin. Pasar saham dunia turun semalam dengan indeks saham AS dibuka turun tajam.

Ada beberapa faktor “bearish” yang bekerja menghantui pasar saham dunia. Chied Financial Officer (CFO) dari perusahaan tehnologi raksasa Cina Huawei ditahan di Kanada, atas nama Amerika Serikat dan akan diekstradisi ke Amerika Serikat. Perusahaannya kemungkinan mengirimkan produk-produk tehnologi tinggi ke Iran yang akan melanggar sanksi AS terhadap Iran. Hal ini menyebarkan ketakutan ketegangan perdagangan antara AS dengan Cina naik lagi, meskipun pada akhir minggu lalu sudah terjadi gencatan senjata antara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Setiap pergerakan harga emas dibawah level $1233 akan bertemu dengan “support” di area $1227, yang jika tertembus kemungkinan akan sampai ke $1220. Sebaliknya, area $1240 kemungkinan akan bertindak sebagai rintangan yang kuat terdekat, diatas mana komoditi kelihatannya semuanya sedang bersiap untuk mengetes level $1250. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews