PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Tag Archives: PT Rifan Financindo Berjangka

Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 23 Oktober 2019

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas dan perak naik sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Selasa kemarin. Namun, keuntungan metal “safe-haven” ini dibatasi oleh pasar saham global yang menguat, termasuk indeks saham Amerika Serikat yang diperdagangkan sangat mendekati ke ketinggian tahunan sepanjang waktu. Pasar emas dan perak sedang memerlukan sejumlah berita­-berita “bullish” dengan medan geopolitik telah menjadi tenang belakangan ini.

Emas berjangka bulan Desember terakhir naik $1.30 per ons pada $1,489.50. Harga perak Comex bulan Desember terakhir naik $0.003 pada $17.605 per ons.

Indeks saham Asia dan Eropa bercampur dengan kebanyakan menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah ke bercampur pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Sikap para trader dan investor di seluruh dunia tetap secara umum semangat awal minggu ini. Negosiasi perdagangan AS-Cina kelihatannya mengalami kemajuan. Presiden Trump berkata pada hari Senin sore pembicaraan perdagangan berjalan sangat baik¸ menunjukkan persetujuan perdagangan diantara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini bisa ditanda tangani secepatnya pada bulan depan.

Situasi Brexit tetap tidak menentu pada minggu ini, setelah kesepakatan yang penuh harapan pada akhir minggu antara Inggris dengan Uni Eropa gagal diteruskan. Parlemen Inggris bergerak untuk sekali lagi menunda untuk mengesahkan kesepakatan Brexit. Ketidak pastian mengenai hal ini memicu keengganan terhadap resiko dari para trader Eropa.

Para pejabat Uni Eropa memperingati lima negara mengenai batasan budget Uni Eropa yang tidak dipenuhi, yang juga menyebabkan keprihatinan diantara pengamat pasar Eropa.

Hal kunci diluar pasar metal pada hari kemarin adalah harga minyak mentah Nymex yang menguat pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat dan diperdagangkan sekitar $53.50 per barel. Sementara indeks dolar AS sedikit menguat karena koreksi lemah dari tekanan jual belakangan ini yang menggerakan indeks dolar AS ke kerendahan selama Sembilan bulan.

Runtuhnya volatilitas harga di dalam tiga sesi terakhir belakangan ini menunjukkan pergerakan harga yang lebih besar sudah dekat. Pergerakan naik masih memiliki keuntungan tehnikal jangka pendek secara keseluruhan, meskipun tren turun enam minggu masih berlangsung di dalam grafik bar harian. Obyektif kenaikan harga emas selanjutnya adalah menembus “resistance” yang solid di $1,525.00 setelah terlebih dahulu melewati $1,500.00 dan kemudian $1,503.00. Sedangkan obyektif penurun harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,465.00 setelah terlebih dahulu berhasil melewati $1,490.00 dan kemudian $1,478.00. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Turun di Tengah Harapan Penurunan Suku Bunga The Fed

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas melemah pada perdagangan Senin (Selasa waktu Jakarta) di tengah meningkatnya selera untuk aset berisiko. Sementara investor menunggu kejelasan lebih lanjut dari Federal Reserve AS tentang kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini.

Dikutip CNBC, harga emas di pasar Spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.485,31 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS turun 0,3 persen pada 1.489,30.

“Pasar ekuitas berjalan cukup baik. Itu berarti selera risiko ada di sana, tetapi pada saat yang sama, dolar rebound sedikit dan dua tahun (yield Treasury) bergerak lebih tinggi,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Kepemilikan untuk aset berisiko meningkat pada harapan resolusi untuk perang perdagangan AS-China yang berkepanjangan dan Inggris menghindari keluarnya Uni Eropa.

Nilai tukar dolar sedikit rebound, menekan harga emas, tetapi masih menuju bulan terburuk sejak Januari 2018, terhadap rival utamanya.

Nilai tukar dolar yang kuat membuat greenback dalam denominasi emas lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain, sementara yield Treasury yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang bullion yang tidak menghasilkan.

“Kami terus memiliki ambiguitas tentang kebijakan moneter bank sentral, ada beberapa harapan bahwa ekonomi AS akan melakukan lebih baik daripada yang diperkirakan. Berbagai pembicara Fed mengatakan bahwa pemotongan suku bunga tambahan, pindah ke 2020, mungkin tidak ada di kartu,” kata Melek.

Selanjutnya
Bullion telah naik sekitar 16 persen persen sepanjang tahun ini dan salah satu faktor pendukung utama adalah harapan untuk penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Fed. Namun, di tengah beragam sinyal dari pembuat kebijakan Fed, tidak jelas apakah mereka, secara keseluruhan, akan mendukung penurunan.

Futures dana federal menunjukkan bahwa pedagang melihat peluang 87 persen untuk penurunan suku bunga 25 basis poin oleh bank sentral AS dalam pertemuan kebijakan moneter akhir bulannya.

“Pada akhirnya pendorong utama dalam emas adalah The Fed AS dan apa yang mereka lakukan dengan suku bunga,” ungkap Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Future..

Sementara itu, dana lindung nilai dan manajer uang memotong posisi bullish mereka dalam kontrak emas dan perak COMEX dalam seminggu hingga 15 Oktober, data menunjukkan pada hari Jumat.

Di tempat lain, perak naik 0,2 persen menjadi USD 17,57 per ounce, sementara platinum turun 0,3 persen pada USD 886,23.

Palladium stabil di USD 1,753.73 per ounce, setelah mencapai tertinggi sepanjang masa dari USD 1,783.21 minggu lalu. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Diprediksi Sulit Tembus USD 1.500 per Ounce

Rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Prediksi mingguan Kitco meragukan bahwa harga emas bakal menembus USD 1.500 per ounce pada pekan depan. Investor pun kini sedang menanti sentimen positif yang bisa mendorong harga emas.

Salah satu faktor pendorong adalah pemangkasan bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). Analis percaya Fed masih akan memangkas suku bunga, meski Gubernur Jerome Powell belum memberi sinyal eksplisit.

“Emas masih bisa memikiki kecenderungan untuk naik. Tetapi, untuk sekarang, kita tidak akan menembus di atas USD 1.500 karena saya tidak yakin bahwa Powell akan segera mengumumkan pemangkasan suku bunga tahun 2020,” ujar ahli strategi komoditas TD Ryan McKay.

Faktor geopolitik yang bisa berpengaruh ke harga emas adalah masalah Brexit dan Parlemen Inggris pada Sabtu lalu tetap resisten terhadap kesepatan Brexit terbaru. Namun, analis FXStreet menyebut pasar tampak sudah mulai familiar dengan ketidakpastian global.

Tercatat, minggu lalu pertumbuhan GDP China di kuartal III 2019 juga turun menjadi 6 persen dan IMF mengumumkan pertumbuhan ekonomi global tahun ini merosot menjadi tiga persen saja. Dan dua hal itu tak mampu mendorong harga emas.

“Kemungkinan karena perlambatan ekonomi dunia sekarang sudah diterima,” tulis analis FXStreet.

Data yang bisa mengancam harga emas adalah data Durable Goods (Barang Tahan Lama) yang akan dirilis AS pekan depan. Bila datanya mengecewakan, maka artinya Perang Dagang amat berat dan bisa mendorong The Fed untuk memangkas suku bunga sehingga berpengaruh positif ke emas.

Namun, bila datanya ternyata amat bagus, maka harga emas harua bersiap terkena dampak negatif.

Menunggu Sentimen, Harga Emas Stabil
Harga emas stabil pada hari Jumat. Hal ini dipengaruhi oleh dolar yang lebih lemah, adanya kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan, ketidakpastian atas perdagangan AS dan Cina dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Dikutip dari laman CNBC, Sabtu (19/10/2019), harga emas di pasar spot tidak berubah pada USD 1,491.17 per ounce, tetapi berada di kisaran yang relatif ketat untuk sebagian besar sesi. Sementara harga emas berjangka AS turun menjadi USD 1,494 per ounce.

“Dolar agak lunak sehingga (itu) bisa membantu sedikit, tetapi keseluruhan emas masih stabil. Mungkin harga emas tengah mencari keseimbangan sampai mendapatkan pendorong makro baru,” kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan logam mulia di BMO.

“Kisaran USD 1.380-USD 1.400 seharusnya menjadi dasar yang kuat untuk harga emas dan USD 1.480-USD 1.520 tampaknya benar-benar menjadi keseimbangan baru di atasnya,” tambah dia.

Inggris dan Uni Eropa menyegel kesepakatan Brexit baru pada hari Kamis. Namun apakah kesepakatan itu akan disetujui oleh parlemen Inggris pada hari Sabtu membuat pasar gelisah.

“Brexit adalah titik balik pada saat ini memasuki akhir pekan, kami masih menunggu situasi perdagangan untuk melihat apakah mereka akan menandatangani kesepakatan parsial yang sebenarnya,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

“Titik fokus hari ini adalah pembicaraan Fed. Kami berharap mendapatkan petunjuk apa pun jika ada perubahan dalam mentalitas penurunan suku bunga pada akhir bulan ini. Dalam beberapa hari terakhir telah ada diskusi tentang potensi hal itu,” dia melanjutkan. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Liputan 6

Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 18 Oktober 2019

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Kamis kemarin. Sederetan data ekonomi AS yang dirilis bercampur dengan cenderung melemah, yang membuat pasar emas terangkat sedikit.

Emas berjangka bulan Desember terakhir naik $1.00 per ons pada $1,495.00. Harga perak Comex bulan Desember terakhir naik $0.148 pada $17.585 per ons.

Pasar saham Asia dan Eropa kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Minat terhadap resiko diantara trader dan investor sedikit menguat pada hari Kamis karena laporan Inggris dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan untuk Inggris meninggalkan Uni Eropa (Brexit) dalam kondisi yang baik. Namun, kesepakatan tersebut perlu diratifikasi oleh kedua pemerintah parlemen.

Kabar Brexit sedang membuat rally yang kuat di Pounsterling Inggris, yang menyentuh ketinggian empat bulan. Berita-berita Brexit juga memberikan tekanan turun tekanan turun terhadap assets “safe-haven” seperti emas.

Harga minyak mentah Nymex turun sedikit dan diperdagangkan disekitar $53.00 per barel kemarin. Hal kunci lain diluar pasar adalah turunnya indeks dolar AS dan menyentuh kerendahan enam minggu dalam perdagangan semalam. Dolar AS meredup, sebagian disebabkan karena data penjualan ritel AS yang jelek yang dirilis pada hari Rabu yang meningkatkan kemungkinan Federal Reserve untuk memangkas tingkat bunga pada tahun ini.

Kenaikan harga emas yang secara keseluruhan memiliki keuntungan tehnikal jangka pendek sedang meredup. Tren turun sedang menggantikan dan perlu dinegasikan untuk memberikan gerakan naik tehnikal yang baru sedang meredup. Tren turun sedang menggantikan dan perlu dinegasikan untuk memberikan gerakan naik tehnikal yang baru. Obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $1,525.00 setelah terlebih dahulu melewati $1,496.80 dan kemudian $1,500.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,465.00 setelah terlebih dahulu melewati $1,487.00 dan kemudian $1,478.00. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 17 Oktober 2019

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas dan perak naik sedikit pada pertengahan perdagangan sesi Amerika Serikat, setelah diperdagangkan stabil ke melemah semalam. Metal kuning naik sedikit secara tiba-tiba setelah rilis data ekonomi AS yang lebih lemah daripada yang diperkirakan.

Emas berjangka bulan Desember terakhir naik $3.10 per ons pada $1,486.60. Harga perak Comex bulan Desember terakhir turun $0.089 pada $17.295 per ons.

Laporan penjualan ritel AS bulan September menunjukkan penurunan 0.3%. Perkiraan mengatakan kenaikan 0.2% dari bulan Agustus. Laporan ini termasuk kategori kebijakan moneter yang “dovish” yang ingin melihat Amerika Serikat menurunkan tingkat bunganya.

Pasar saham Asia dan Eropa bercampur namun kebanyakan melemah semalam. Indeks saham AS mengarah sedikit turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Harapan akan kesepakatan perdagangan AS dengan Cina yang disebut Fase 1 sedikit meredup pada pertengahan minggu, bersamaan dengan meningkatnya minat terhadap resiko dari para trader dan investor, setelah pertemuan minggu lalu antara kedua negara ekonomi terbesar di dunia. Tidak ada kesepakatan yang ditanda tangani minggu lalu dan spesifik dari persetujuan Fase 1 tidak ada.

International Monetary Fund (IMF) pada hari Selasa merilis laporan bahwa perkiraan pertumbuhan ekonomi global adalah 3% untuk tahun 2019, turun dari tingkat pertumbuhan 3.2% oleh IMF pada bulan Juli. IMF mempersalahkan pertikaian perdagangan global sebagai penyebab dari perlambatan pertumbuhan ekonomi seluruh dunia.

Hal yang terlihat di pasar pada minggu ini adalah rally yang kuat dari Poundsterling Inggris, yang menyentuh ketinggian selama empat bulan karena pemikiran akan datangnya kesepakatan Brexit, untuk menghindari Brexit yang tanpa kesepakatan. Namun, tidak ada kesepakatan formal yang telah dicapai antara Inggris dengan Uni Eropa. Akibatnya poundsterling berada dibawah tekanan.

Secara tehnikal “bullish” masih memiliki keuntungan tehnikal jangka pendek secara keseluruhan sedang memudar. Obyektif kenaikan harga emas adalah semenembus “resistance” yang solid di $1,525.00 setelah terlebih dahulu melewati $1,489.60 kemudian $1,500.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,465.00 setelah terlebih dahulu melewati $1,478.00. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews