Sejauh Mana Emas Bisa Naik Pada 2020, Ditengah Ketegangan AS–Iran & Kesepakatan Dagang AS–Cina?

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Menurut para analis, resiko terbesar di dalam stabilitas keuangan pada tahun 2020 berputar disekitar geopolitik dan perdagangan.

Ketegangan AS – Iran

Resiko yang baru pada saat memulai tahun 2020 adalah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran menyusul berita pada awal tahun bahwa Amerika Serikat membunuh Qasssem Soleimani, “top commander” dari Pasukan Garda Revolusi Iran, dalam suatu penyerangan udara.

Resiko geopolitik kemungkinan terkonsentrasi lebih banyak di Timur Tengah dibandingkan dilokasi lain terlepas dari Hong Kong dan Cina sebagai kekecualian. Sebelum ketegangan mereda, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang 52 tempat di Iran apabila Iran membalas dan menyebabkan kematian atas warga Amerika Serikat. Sementara Iran mengumumkan akan meninggalkan semua pembatasan dalam rangka pengayaan uranium, langkah mundur yang besar dari kesepakatan nuklir pada tahun 2015.

Pada saat yang sama, Irak dikabarkan mengambil suara untuk mengusir pasukan Amerika Serikat dari Irak. Dan untuk kabar yang bocor ini, Amerika Serikat mengancam akan memberikan sanksi yang sangat berat kepada Irak yang lebih berat daripada yang diberikan kepada Iran. Irak harus mengganti basis militer AS di Irak yang telah dibangun dengan amat sangat mahal yang bernilai miliaran dolar dan AS tidak akan pergi dari Irak kecuali Irak membayar semua biaya pembangunan basis militer AS di Irak tersebut. Baik PM Irak Abdul Mahdi maupun sebagian anggota parlemen mundur dari tuntutan mereka, setelah mempertimbangkan ancaman dari Presiden AS Donald Trump tersebut.

Pasar global yang dibuka pada hari Selasa malam, tanggal 7 Januari 2020, tergoncang ketika Iran melancarkan paling sedikit selusin rudal ke basis militer AS di Irak. Iran segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang disebut sebagai “pembalasan keras” atas pembunuhan oleh AS terhadap pemimpin jendral Iran pada minggu lalu. Laporan-laporan mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa di pihak AS. Presiden AS mengirimkan tweet “semua baik-baik”. Nampaknya pemimpin Iran melancarkan rudal hanya untuk menyenangkan penduduk Iran yang menuntut pembalasan. Kelihatannya, Iran tidak ingin membunuh orang-orang Amerika yang bisa membuat AS membalas secara masif. Analis militer percaya rudal Iran adalah cukup akurat untuk membuat jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak, jika para pemimpin Iran itu menghendaki. Para pemimpin Iran mengatakan bahwa serangan rudal tersebut sudah proporsional, dan berkata mereka tidak ingin terjadinya eskalasi konflik. Pada hari Rabu pagi pasar menilai eskalasi akan menurun, paling tidak untuk jangka pendek. Itulah sebabnya harga emas dan perak kembali turun dari ketinggian semalam.

Kebanyakan pengamat pasar samasekali tidak memperkirakan AS dan Iran akan berbaikan, namun kemungkinan lebih besar adalah Iran akan mengadakan operasi diam-diam terhadap AS seperti yang selama ini telah dilakukan oleh Iran dan teman-temannya selama bertahun-tahun. Sementara itu, AS akan terus menekan Iran dengan sanksi ekonomi yang keras dan bekerja untuk mencegah Iran dari mengembangkan senjata nuklir.

Meskipun ketegangan AS-Iran telah mereda pada minggu lalu, analis masih berhati-hati memonitor setiap perkembangan lebih jauh dan dampak mereka terhadap pasar. Masih ada kemungkinan ketegangan bisa kembali menyala, terlebih lagi dengan terjadinya demonstrasi besar-besaran di Iran setelah pemerintah Iran mengakui telah salah menembakkan rudal sehingga mengakibatkan jatuhnya pesawat penumpang Ukraina yang baru saja “take-off” dari Iran sehari setelah meninggalnya jendral top Iran Qassem Suleimani. Sementara Presiden AS Donald Trump telah mengirimkan Tweet yang memuji keberanian para demonstran Iran, mendukung pergerakan mereka, memberikan semangat kepada mereka dan memperingati para pemimpin Iran untuk tidak membunuh para demonstran yang adalah rakyat Iran sendiri.

Investor tetap bertahan dan menunggu respon pembalasan selanjutnya dari Iran, yang kemungkinan tidak terjadi segera, melainkan melalui tindakan jangka panjang yang harus di cermati dan diperhitungkan dengan hati-hati di dalam menentukan portofolio resiko mereka.

Perang Dagang AS – Cina

Banyak ketidakpastian terhadap pertumbuhan ekonomi global kedepannya, berpusat pada kesepakatan perdagangan dan tarif, yang menjadi resiko terbesar pada tahun 2020. Pada saat tahun baru dimulai, perang dagang AS-Cina sepertinya bersembunyi dibawah radar. Pembicaraan perdagangan AS-Cina benar-benar lenyap ditengah perkembangan baru yang terjadi di Timur Tengah.

Berita yang besar mengenai perdagangan adalah potensi akan ditandatanganinya kesepakatan perdagangan fase pertama antara AS dengan Cina pada hari Rabu.

Pada hari Kamis minggu lalu, Presiden AS Donald Trump memberitahukan bahwa kesepakatan akan ditandatangani pada tanggal 15 Januari atau segera sesudahnya. Donald Trump pertamakali mengumumkan tanggal penandatanganan 15 Januari pada tanggal 31 Desember.

Wakil Perdana Menteri Cina Liu He dikabarkan akan memimpin delegasi ke Washington untuk menandatangani kesepakatan perdagangan fase pertama.

Apa yang penting untuk diperhatikan pada penandatanganan adalah rincian tambahan mengenai kesepakatan itu sendiri. Pada saat ini yang kita tahu komponen utama dari kesepakatan adalah bahwa AS setuju untuk tidak mengenakan tarif lebih jauh dan Cina setuju sebagai balasannya untuk menaikkan pembelian produk-produk agrikulturan AS. Sampai saat ini tidak jelas kapan naskah kesepakatan yang sepenuhnya akan dirilis.

Pada penandatanganan kesepakatan perdagangan fase pertama ini, investor akan mengamati detil dari 86 halaman dari dokumen kesepakatan tersebut. Jika investor melihat kesepakatan hanyalah negosiasi yang bersifat sementara maka pasar akan terpukul dan dolar AS yang “safe-haven” akan meningkat permintaannya. Jika pasar puas dengan kesepakatan dan melihat fase yang kedua memungkinkan terjadi, dolar AS akan terdorong turun.

Apabila penandatangan kesepakatan fase pertama berjalan dengan baik, kedepannya negosiasi kesepakatan perdagangan fase kedua bisa digunakan sebagai umpan pada saat sedang terjadi aksi jual di pasar saham. Setiap ada kekuatiran, maka akan digunakan umpan untuk kesepakatan perdagangan fase kedua saat ini dengan pemikiran bahwa ide kesepakatan fase pertama telah berjalan dengan baik.

Pengaruh Terhadap Pergerakan Harga Emas Di Tahun 2020

Harga emas di Comex berjangka bulan Februari sempat naik ke $1,613.30 setelah rudal Iran jatuh dekat pasukan AS di Irak.

Dalam pergerakan selanjutnya, emas sempat turun sekitar 1% ke $1,558.30 pada hari yang sama dengan Presiden AS Donald Trump di dalam pidatonya berkata bahwa Iran kelihatannya takut.

Konsekwensi dari eskalasi ketegangan antara AS dengan Iran bisa dalam bentuk pembalasan dengan siklus satu dibalas satu yang pada akhirnya membuat resiko yang lebih besar dari sisi “supply” minyak dan untuk geopolitik yang lebih luas menguntungkan bagi emas.

Penghitungan harga emas yang lebih tinggi sejalan dengan pergerakan dari the Fed pada semester kedua tahun 2019, namun naiknya harga juga memperhitungkan potensi ancaman dari penggerak pasar yang merupakan ketakutan seperti perang dagang, memanasnya politik/geopolitik, resiko pertumbuhan, yang telah dipelajari oleh pasar dimana bisa bergerak jauh hanya dengan satu kali tweet.

Penggerak dan pola perdagangan metal kuning membantu jika dilihat dari jangka panjang emas.

Kemampuan emas untuk secara konsisten beradaptasi dari penggerak lama yang terinternalisasi (eskalasi retorika dagang, minat terhadap resiko yang negatif, dan pergerakan tingkat bunga di kuartal ketiga 2019) ke penggerak baru (jatuhnya USD, naiknya ekspektasi inflasi, ketajaman grafik kurva, pergerakan forex di emerging market, menguatnya forex berbasis komoditi pada bulan Desember 2019), kembali lagi kepada internalisasi dari kualitas “safe-haven” dari emas pada hari ini, adalah perkembangan yang konstruktif untuk outlook emas jangka panjang.

Emas juga mulai melihat arus masuk dari investor musiman yang kuat yang kemungkinan akan terus berlanjut di tahun 2020.

Permulaan yang kuat dari emas pada awal tahun telah mengangkat naik harga emas jauh diatas harga dasar sebelumnya di $1,450. Sebelumnya harga dasar emas berada pada $1,450 tetapi sekarang $1,500 kelihatannya bertambah pasti menjadi harga dasar yang baru.

Dalam analisa sebelumnya di Outlook Emas 2020, rentang harga emas bisa bergerak dari kerendahan pada bulan April di $1,265 sampai ke ketinggian yang ditargetkan melalui berbagai macam metode prediksi harga emas tertinggi di $1,850.

Dengan naiknya harga dasar emas dari $1,450 ke $1,500, maka harga emas pada tahun 2020 bisa mencapai ketinggian $1,900 keatas, setelah terlebih dahulu melewati “resistance” di $1,650, $1,700, $1.750, $1,800 dan $1,850. PT Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.