PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Ringkasan Kalender Forex Minggu Lalu

Senin, 13 Oktober 2014

Kita perlu melihat pada event-event utama yang menggerakkan pasar minggu yang lalu supaya bisa mengikuti perkembangan kenaikan atau penurunan yang terjadi dari indikator utama yang ada dalam kalender forex dan memiliki pandangan kedepan.

Berikut ini adalah ringkasan event-event utama yang menggerakkan pasar minggu yang lalu:

Meskipun data AS yang positip berlangsung terus menerus, notulen FOMC meniadakan ekspektasi untuk kemungkinan terjadinya kenaikan tingkat suku bunga, dan sebagai akibatnya membuat dolar AS turun. Notulen meeting tersebut membukakan perdebatan mengenai periode normalisasi yang diperlukan, yang menurut para penganut aliran keras terlalu lama. Notulen meeting the Fed juga menunjukkan bahwa beberapa pembuat kebijakan mengkuatirkan dolar AS yang semakin kuat akan menghasilkan tekanan turun terhadap inflasi dan bahwa pertumbuhan ekonomi global sedang berada pada tren yang menurun.

Apakah dolar AS akan melanjutkan penurunannya? Di Eropa, angka-angka dari Jerman dengan pasti lemah, tetapi hal ini tidak memukul euro sebanyak seperti komitmen berulang-ulang dari Draghi untuk memerangi inflasi yang rendah dan perkataannya mengenai kenaikan tingkat bunga yang tidak akan datang sebelum 2017.

Hal-hal yang positip yang terjadi pada minggu lalu:

1. Initial jobless claims datang dengan angka turun ke 287.000 sementara angka rata-rata 4 minggu ?berada pada levelt terendah sejak 2006.
2. Aplikasi MBA refi naik 5% w/o/w dengan tingkat bunga mortgage menyentuh keterendah dalam 4 minggu.
3. Order mesin Jepang naik 4.7% m/o/m, diatas 0.5% yang diperkirakan sebelumnya.

4. Meskipun terjadi pertarungan dalam volatilitas belakangan ini, S&P hanya berada dibawah 5% dari ketinggian selama ini.
5. Harga gasoline nasional jatuh ke $3.24, terendah sejak Desembar 2013.

Hal-hal yang negatip yang terjadi pada minggu yang lalu:

1. Data kasar dari Jerman membuat Dax dan indeks lainnya tumbang dengan ekspektasi mengenai ekspor, produksi industri dan order faktori tidak sesuai dengan yang diperkirakan.
2. Consumer confidence Jepang jatuh ke 4 bulan terendah.
3. PMI ritel dari zona euro turun ke 44.8, dibawah level netral.
4. Volatilitas datang kembali, S&P 500 naik/turun 1% dalam enam dari sebelas sesi terakhir.
5. Suatu minggu yang buruk bagi pasar saham global. MSCI ACWI mengalami penurunan selama tiga minggu untuk pertamakalinya dalam 14 bulan.

Ferli/ Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research

Editor: Jul Allens

Sumber : Vibiznews