Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 6 Maret 2020

Rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Harga emas naik tajam pada pertengahan perdagangan sesi Amerika Serikat hari Kamis kemarin karena meningkatnya permintaan “safe-haven” dengan pasar saham AS turun tajam pada hari kemarin. Wabah coronavirus terus menggulung pasar global.

Emas berjangka bulan April terakhir diperdagangkan naik $31.30 per ons pada $1,674.40. Sementara emas Antam di tawarkan beli pada harga Rp 822.000,- per tanggal 5 Maret.

Euforia pasar saham AS atas kemenangan kandidat presiden dari partai Demokrat Joe Biden dengan “performance” yang solid pada pesta “Super Tuesday” dengan cepat menguap pada hari Kamis kemarin dengan fokus kembali balik ke ketidakpastian mengenai wabah coronavirus yang terus menyebar ke negara-negara lain di dunia di luar Cina. Minggu in perusahaan-perusahaan besar telah menunda perjalanan udara buat para pekerja mereka dan membatalkan beberapa konvensi dan konferensi. Ada lagi laporan bahwa beberapa toko di Amerika Serikat kekurangan barang-barang konsumsi dasar. Keputusan California untuk menyatakan kondisi darurat bisa menjadi bunyi “alarm” yang akan diikuti oleh negara bagian lainnya. Saham AS bisa turun lagi dan demikian juga obligasi AS dengan demikian mendorong imbal hasil turun lebih rendah dan membuat dolar AS manjadi kurang menarik kembali.

Euforia pasar saham AS atas kemenangan kandidat presiden dari partai Demokrat Joe Biden dengan “performance” yang solid pada pesta “Super Tuesday” dengan cepat menguap pada hari Kamis kemarin dengan fokus kembali balik ke ketidakpastian mengenai wabah coronavirus yang terus menyebar ke negara-negara lain di dunia di luar Cina. Minggu in perusahaan-perusahaan besar telah menunda perjalanan udara buat para pekerja mereka dan membatalkan beberapa konvensi dan konferensi. Ada lagi laporan bahwa beberapa toko di Amerika Serikat kekurangan barang-barang konsumsi dasar. Keputusan California untuk menyatakan kondisi darurat bisa menjadi bunyi “alarm” yang akan diikuti oleh negara bagian lainnya. Saham AS bisa turun lagi dan demikian juga obligasi AS dengan demikian mendorong imbal hasil turun lebih rendah dan membuat dolar AS manjadi kurang menarik kembali.

Sejarah baru-baru ini menunjukkan kadang-kadang para trader dan investor kurang prihatin dengan wabah coronavirus, namun besokannya mereka menjadi kuatir. Melihat semua ini, sekarang kelihatannya kondisi ini tidak akan menjadi situasi jangka pendek, namun akan berlangsung selama beberapa bulan atau lebih lama lagi.

Semua hal diatas adalah “bearish” bagi saham dan kebanyakan komoditi, dan “bullish” bagi asset safe-haven seperti emas dan dolar AS dan treasury AS.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $1,691.70 setelah terlebih dahulu harus berhasil melewati $1,675.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,564.00 setelah terlebih dahulu harus bisa melewati $1,650.00 dan kemudian $1,635.60. Rifanfinancindo.

Sumber : Vibiznews

Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.