Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 24-28 Februari 2020: Bisakah ke $1,700?

Rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Harga emas pada minggu lalu naik sekitar $60 per troy ons, menyentuh level yang terjadi pada tahun 2013. Minggu lalu akan menjadi minggu yang akan diingat dengan emas menembus level $1,600 dan menyentuh ketinggian baru selama 7 tahun, yang disebabkan oleh karena kembalinya datang ketakutan mengenai dampak negatif terhadap ekonomi karena virus corona. Emas menuju apa yang kelihatannya menjadi minggu paling baik di dalam lebih dari 6 bulan dengan emas berjangka Comex diperdagangkan mencapai $1,647.20, naik 1.65%, dan sekarang telah naik lagi mencapai sekitar $1,666.00.

Wabah virus corona Cina terus mendominasi sentimen pasar, dengan banyaknya daerah yang dikarantina di Cina. Took-toko yang ditutup dan para pekerja yang diam di rumah telah memaksa nama-nama besar seperti Nike, Adidas, Apple dan Versace memberikan peringatan kepada investor bahwa penjualan mereka bisa terpukul. China Passenger Car Association (CPCA), melaporkan bahwa penjualan mereka turun sebanyak 92% YoY pada paruh pertama bulan Februari.

Pertumbuhan ekonomi Cina tanpa diragukan lagi pasti akan terdampak oleh wabah virus ini. Namun, krisis ini tidak akan tetap berada hanya pada Cina daratan. Menurut Oxford Economics, virus corona bisa membuat kerugian terhadap ekonomi global lebih daripada $ 1triliun kehilangan produksi dan memukul turun pertumbuhan ekonomi global sebanyak 1.3% pada tahun ini jika menjadi pandemik.

Pergerakan harga emas pada minggu ini sangat tergantung kepada berita-berita yang keluar dari Cina. Pemerintah Cina telah membuat bingung dunia dengan mengubah-ubah metodologi penghitungan kasus-kasus baru. Otoritas lokal pada hari Jumat melaporkan terjadinya 52 kasus baru di Korea Selatan dan infeksi mulai melebar ke lebih banyak negara termasuk Itali dan Iran.

Sementara itu, dari data makro ekonomi AS, data yang keluar terus memberikan signal bahwa ekonomi lokal negara itu adalah yang paling dapat bertahan. Dolar AS terus mengalami penguatan. Faktor yang menyebabkan kenaikan dari “greenback” selain karena ketakutan akan virus corona dan optimisnya the Fed akan perekonomian AS, adalah daftar yang panjang dari angka makro ekonomi AS yang bagus seperti Building Permits, Housing Starts, Producer Prices, dan Philly Fed Manufacturing Index yang mengesankan. Harga produsen naik lebih daripada yang diperkirakan pada bulan Januari, sementara indeks manufaktur regional membumbung tinggi. Angka employment gagal memberikan kesan namun tetap berada pada level yang sehat. Semua menguatkan pandangan bahwa ekonomi AS mengatasi yang lainnya. Meskipun dolar AS telah menjadi matauang yang paling kuat secara luas, namun tidak bisa menahan kenaikan dari emas, menunjukkan akan ketakutan pasar yang luarbiasa.

Minggu ini kalender makro ekonomi AS penuh dengan data yang akan keluar. Angka-angka dari kalender ekonomi AS, kemungkinan masih akan bagus. Conference Board’s Consumer Confidence untuk bulan Februari diperkirakan masih akan terus menunjukkan sentimen yang kuat.

Rilis yang paling kritikal adalah angka GDP AS pendahuluan yang diperkirakan mengkonfirmasi tingkat pertumbuhan sebesar 2.1% di kuartal keempat. Dibandingkan dengan ekonomi Jerman yang stagnan di kuartal keempat tahun 2019.

Sementara order “durable goods” diperkirakan akan menurun untuk kedua kalinya berturut-turut.

Angka inflasi yang dipakai sebagai ukuran oleh the Fed, Personal Consumption Expenditure (PCE) inti untuk bulan Januari, diperkirakan naik dari 1.6% setahun di bulan Desember namun tetap dibawah dari 2%.

Target pergerakan harga emas berikutnya adalah mencapai $1,700. Goldman Sachs merilis laporan pada hari Kamis minggu lalu, memperingati para investor bahwa koreksi sebesar 10% di saham kelihatannya semakin bisa terjadi. Kalau ini benar-benar terjadi, ini adalah pergerakan turun yang besar bagi saham dan emas akan bisa semakin naik.

Setiap pola penurunan dan konsolidasi di dalam pergerakan harga emas akan dibeli karena rally ini tidak hanya digerakkan oleh permainan “safe-heven”. Emas masih memiliki banyak ruangan untuk naik dan masih baru awal dari pasar yang “bullish”.

Reaksi dari the Fed juga telah menciptakan lingkungan yang mendukung kenaikan harga emas. The Fed memberikan indikasi bahwa mereka lebih dekat kepada memangkas tingkat bunga daripada menaikkannya.

Pada hari Jumat, Gubernur Federal Reserve Lael Brainard memberikan pernyataan akan kebutuhan dari bank sentral AS untuk bereaksi secara agresif dihadapan setiap pembalikan ekonomi dengan menggunakan cara-cara baru. Kondisi yang ada sekarang sepertinya memberitahukan kepada the Fed bahwa mereka perlu memangkas tingkat bunga sekali lagi jika target inflasi hendak dicapai.

Secara tehnikal, grafik harian menunjukkan “bullish” memegang kendali. Sementara grafik mingguan menunjukkan “overbought” namun indikator tehnikal tetap mempertahankan momentum “bullish”nya, menunjukkan kuatnya para pembeli jangka panjang. Pergerakan naik harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,679 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,687     sebelum akhirnya mencapai $1,700. Sedangkan penurunan harga emas akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,621 yang apabila tertembus akan lanjut ke $1,586 sebelum akhirnya mencapai $1,560. Rifanfinancindo.

Sumber : Vibiznews

Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.