Rekomendasi Harga Emas 28 Agustus 2020: Turun Setelah Pidato Jerome Powell dan Bagusnya Data AS

Rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Setelah sebentar mengalami rally, menjelang pidato Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell, harga emas diperdagangkan hampir stabil pada hari Kamis menyusul kenaikan yang solid pada hari Rabu.

Fokus pasar ada pada Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang akan menyampaikan pidatonya pada pertemuan tahunan Jackson Hole yang pada tahun ini diselenggarakan secara virtual.

Banyak orang sudah memperkirakan inflasi akan menjadi topik pidato dari Powell. Powell diperkirakan akan menjelaskan mengenai formula yang baru yaitu “Average Inflation Targeting”, yang bertujuan agar harga bisa naik dalam waktu yang lebih lama sebelum diganti dengan kebijakan yang ketat, yang berarti tingkat bunga yang rendah untuk waktu yang lebih lama.

Naiknya banyak harga komoditi mentah di pasar komoditi belakangan ini kelihatannya sudah menunjukkan tanda-tanda inflasi tersebut dan kemungkinan inflasi yang mengandung problem bisa muncul pada bulan-bulan yang akan datang, setelah infusi masif likuiditas dari bank sentral ke sistem keuangan global untuk menstimulir ekonomi yang menciut karena penutupan ekonomi akibat covid – 19.

Di dalam pidatonya di symposium tahunan di Jackson Hole, Gubernur Federal Reserve mengatakan bahwa the Fed akan membiarkan tekanan inflasi naik lebih tinggi. Powell berkata:”Setelah periode dimana inflasi terus berada di bawah 2%, kebijakan moneter yang pantas kemungkinan akan mencapai inflasi diatas 2% untuk seberapa waktu lamanya.

Harga emas turun ke kerendahan harian setelah pidato Jerome Powell dan rilis data klaim pengangguran mingguan AS dan Pending Home Sales. Harga emas berjangka kontrak bulan Oktober turun 1.34% ke $1,926.30 per ons. Sementara emas Antam ditawar beli pada Rp 1.011.000 per gram, turun Rp 10.000,- Rifanfinancindo.

Dari data makro ekonomi AS, klaim pengangguran mingguan AS hanya turun 98.000 menjadi 1.006.000 pas sedikit diatas dari yang diperkirakan pasar sebesar 1.000.000. Sementara

Pending Home Sales AS muncul naik 5.9% menjadi 122.1 pada bulan Juli, mengatasi dari yang diperkirakan sebesar 3% dan lebih tinggi daripada bulan Juni sebesar 115.3.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah sedikit melemah pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Setelah indeks saham S&P 500 dan Nasdaq menyentuh rekor ketinggian pada minggu ini, para trader dan investor AS sekarang sedikit lebih enggan terhadap resiko pada akhir minggu ini, dengan ketegangan rasial kembali meningkat di Amerika Serikat.

Beberapa team sport profesional tidak bermain dalam pertandingan pada hari Rabu setelah penembakan oleh polisi terhadap orang Amerika Afrika di Wisconsin.

Topan badai Laura diperkirakan akan melanda Louisiana dan menimbullan kerusakan yang besar.

Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,915.90 yang apabila berhasil dilewati,akan lanjut ke $1,903.55 dan kemudian $1,880.39. Sementara kenaikannya kembali akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,939.06 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,949.87 dan kemudian $1,975.00. Rifanfinancindo.

Sumber : Vibiznews

Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.