Rekomendasi Harga Emas 24 September 2020: Tren Naik Jangka Pendek Terancam Berhenti

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Harga emas turun lagi pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat. Emas menyentuh kerendahan selama 6 minggu dan berada dalam bahaya serius akan berakhirnya tren naik jangka pendek. Rally dari indeks dolar AS belakangan ini dan “rebound”nya pasar saham global pada pertengahan minggu adalah elemen “bearish” bagi pasar metal berharga.

Emas berjangka kontrak bulan Desember terakhir turun $33.40 pada $1,865.90 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada harga Rp 1.007.000,- per gram, turun Rp 2000,-

Tren naik harga emas mendapatkan perlawanan pada minggu ini. Pasar emas diserbu aksi jual bersamaan dengan turunnya pasar saham global pada hari Senin, namun emas tetap mengalami tekanan jual pada pertengahan minggu pada saat indeks saham dunia sudah bangkit kembali. Kelihatannya metal safe-haven memerlukan fundamental baru yang bisa memicu harga emas untuk lompat naik kembali. Dan hal ini bisa saja terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Pasar saham global kebanyakan menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS dibuka naik dalam perdagangan sesi New York. Pada pertengahan minggu keengganan terhadap resiko dipasar berkurang dibandingkan dengan pada hari Senin.

Kongres AS pada hari Selasa meloloskan undang-undang pendanaan jangka pendek yang akan membuat pemerintah federal berjalan sampai awal Desember. Namun kelihatannya paket stimulus fiskal yang kedua tidak akan berhasil lolos sebelum pemilihan Presiden pada bulan November.

Di Inggris, Poundsterling tertekan karena meningkatnya ketakutan pasar akan lockdown kedua di Inggris dengan PM Boris Johnson mengumumkan peraturan baru untuk mengekang kenaikan kasus coronavirus dan memperingati akan mengambil langkah restriksi yang lebih besar apabila tidak ada kemajuan dalam situasi pandemik.

Di Eropa, PMI komposit untuk bulan September muncul di 53.7 dibandingkan dengan 51.7 pada bulan Agustus dan lebih tinggi daripada yang diperkirakan di 51.5. Pertumbuhan di dalam sektor manufaktur yang lebih bagus ini dipimpin oleh Jerman namun dampaknya terhapus oleh penurunan di sektor jasa karena restriksi Covid – 19.

IHS Markit sementara PMI manufaktur AS untuk bulan September naik ke 53.5 dari bulan Agustus di 53.1 selain itu lebih tinggi daripada yang diperkirakan di 52.5. Sentimen di sektor manufaktur ini berada pada level tertingginya selama 20 tahun. Sementara PMI jasa hanya turun sedikit di 54.6 dari sebelumnya di 55. Angka data ekonomi AS yang keluar ini membebani harga emas lebih dalam lagi.

Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,876.10 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,874.20 dan kemudian $1858.21 Sedangkan kenaikannya kembali akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,900.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,909.00 dan kemudian $1,927.20. PT Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.