Rekomendasi Harga Emas 16 – 20 November 2020: Minggu Kenaikan Apabila AS Aman

Rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Setelah eforia akan berita yang positip mengenai vaksin, sentimen “risk – off” kembali ke pasar dengan para investor menghadapi realita yang keras dari kasus virus corona, lebih banyaknya restriksi yang dibuat dan tidak adanya stimulus yang baru.

Setelah turun $100 pada awal minggu lalu, emas telah kembali pada jalur pemulihannya, yang akan berlanjut pada minggu ini. Penurunan memang selalu cepat, namun kenaikan akan memakan waktu yang bertahap.

Pada hari Jumat minggu lalu, emas mempercepat kenaikannya dengan turunnya imbal hasil dari obligasi AS 10 tahun, dan melemahnya dolar AS. Emas berjangka kontrak bulan Desember diperdagangkan di sekitar $1,887.10 naik 0.74% dalam sehari.

$1,850 adalah “support” yang solid selama ini, demikian juga pada saat penurunan tajam harga emas pada hari Senin minggu lalu. Setelah kejatuhan pada hari Senin yang lalu, pasar emas masih konstruktif, tidak ada yang berubah, tingkat bunga masih rendah dan uang beredar dari stimulus sebelumnya masih banyak, ekonomi masih bergerak lambat, dan emas masih bagus untuk dibeli dengan lingkungan sekitar makro masih sangat mendukung.

Membuat masyarakat semua mendapatkan vaksin memerlukan waktu yang panjang dan tindakan pemerintah yang kuat yang perlu didanai dengan dana yang besar. Vaksin dari Pfizer sendiri kemungkinan baru bisa disetujui oleh FDA pada bulan Desember dan masih banyak pekerjaan logistik yang perlu dilakukan untuk bisa sampai disuntikkan kepada masyarakat dalam jumlah yang banyak. Hal ini memberikan lingkungan yang baik bagi kenaikani harga emas. Rifanfinancindo.

Terlebih penting lagi, bank-bank sentral di seluruh dunia masih akan tetap akomodatif yang juga baik bagi harga emas. Bank-banks sentral tidak akan tiba-tiba mengerem pergerakan stimulus dan inflasi siap masuk yang adalah positip bagi emas.

Minggu ini pasar sedang memperhatikan progress dari pemilihan presiden AS dan berita – berita mengenai stimulus yang katanya mau dikeluarkan sehabis pilpres. Resiko terbesar bagi harga emas minggu ini adalah apabila tidak ada tindakan apa-apa dari pemerintah, karena hasil pilpres masih belum jelas dimana meskipun Biden unggul dalam angka electoral vote yang sudah lebih dari 270, namun bukti-bukti kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masiif terus bertambah sehingga bisa saja Biden kena diskualifikasi sebagai calon Presiden AS.

Kelihatannya tidak ada pembicaraan mengenai stimulus sampai presiden yang baru dilantik. Ini adalah resiko terbesar bagi pasar saham khususnya apabila sebagian negara bagian terkena restriksi yang seperti lockdown. Jika ini terjadi, maka ini juga merupakan hal yang negatif bagi metal berharga dalam jangka pendek. Namun untuk jangka panjang, gambaran makro emas tetap bagus sementara stimulus sedang dipersiapkan. Jangka menengah emas bisa naik dan dolar AS bisa turun.

Kalaupun tidak ada stimulus yang baru, akan ada tekanan yang lebih banyak terhadap Federal Reserve untuk melakukan lebih banyak langkah – langkah pelonggaran.

$1,850 adalah “support” yang solid selama ini, apabila $1,850 bisa ditembus, “support” berikutnya adalah $1,825 dan $1,800.

Apabila berbalik naik, akan mengarah ke $2,000 meskipun meski sabar dan menunggu. Dan sebelumnya akan berhadapan terlebih dahulu dengan “resistance” yang solid di $1,900 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,930. Rifanfinancindo.

Sumber : Vibiznews

Tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.