Rekomendasi Harga Emas 1 Oktober 2020: Turun Karena Naiknya Dolar AS

Rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Harga emas turun pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat, meskipun keengganan terhadap resiko meningkat kembali pada pertengahan minggu. Naiknya indeks dolar AS setelah selesainya debat calon presiden AS menekan harga emas. Para trader metal belakangan ini kelihatannya lebih fokus pada arah dari indeks dolar AS.

Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $11.20 pada $1,891.90 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.016.000 per gram, naik Rp 2000,-

Laporan “employment” sektor swasta dari ADP untuk bulan September menunjukkan kenaikan sebanyak 749.000 pekerjaan, yang mengatasi dari yang diperkirakan sebesar 600.000 dan lebih tinggi daripada bulan Agustus sebesar 481.000. Laporan ADP ini menjadi pendahuluan dari laporan yang ditunggu-tunggu Non-Farm Payrolls yang akan keluar pada hari Jumat yang diperkirakan akan menambah pekerjaan sebanyak 875.000 dengan tingkat pengangguran diperkirakan 8.2%.

Pasar saham global kebanyakan melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS dibuka melemah pada perdagangan sesi New York. Debat calon presiden yang pertama antara Presiden AS Donald Trump dengan penantangnya berlangsung sengit.

Debat calon presiden AS selama 90 menit, menurut CSPAN dimenangkan oleh Donald Trump dengan 60% berbanding 27% dengan 13% tidak jelas. Sementara Political Polls juga memenangkan Donald Trump dengan 58% berbanding 25% dengan 17% tidak jelas. Donald Trump juga mengatakan bahwa jika dilakukan pemilu melalui email dan terbukti ada penipuan yang jelas, terang-terangan dan masif, maka dia akan membawa hasil pemilu ke Mahkamah Agung untuk memberikan keputusan yang benar.

Kekuatiran akan terjadinya krisis konstitusional mengirim saham turun dan dolar AS yang safe-haven naik sehingga mendorong harga emas turun.

Namun naiknya kasus Covid – 19 di negara-negara utama dunia khususnya di Eropa menuju musim dingin dan lebih banyak aktifitas di dalam rumah telah menaikkan keprihatinan akan gelombang kedua yang membawa kepada penutupan bisnis kembali.

Harga emas sempat terdorong naik keatas $1,900 per ons setelah keluarnya data ekonomi bahwa GDP final kuartal kedua terkontraksi sebesar – 31.4% sedikit kurang daripada yang diperkirakan sebesar – 31.7%. Data ini menunjukkan betapa besarnya dampak kerusakan yang diakibatkan oleh pandemi Covid – 19 yang membuat naik harga emas pada perdagangan terakhir, sebelum akhirnya turun kembali.

Kenaikan harga emas berikutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,904.80 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,910.00 dan kemudian $1,925.00. Sedangkan “support” terdekat menunggu di $1,880.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1.851.00 dan kemudian $1,800.00. Rifanfinancindo.

Sumber : Vibiznews

Tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.