Rekomendasi Emas Pada Tahun Baru: “All Time High” di 2021?

Rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Emas mengakhiri tahun 2020 yang penuh badai dengan keuntungan sebanyak 25%, menandakan pencapaian tahunan terbaik selama satu dekade. Selain pencapaian yang gemilang secara umum pada tahun 2020, emas juga sempat mencapai rekor ketinggian baru diatas $2,050 pada bulan Agustus tahun lalu.

Pada bulan Desember harga emas terkonsolidasi sedikit dibawah $1,900 per ons. Emas berhasil bertahan pada minggu lalu didukung oleh melemahnya dolar AS dengan DXY diperdagangkan mendekati kerendahan selama 2,5 tahun pada hari Kamis minggu lalu.

Dan sekarang, setelah terkonsolidasi sedikit dibawah $1,900 per ons, kelihatannya emas sedang menyiapkan diri untuk mencapai rekor ketinggian baru sepanjang masa di tahun 2021 yang melampaui rekor ketinggian di tahun 2020.

Hal ini bisa terjadi jika ekonomi global bangkit dan mengalami kenaikan inflasi. Jika hal ini terjadi, kenaikan harga emas mencapai $2,500 ada kemungkinan terjadi, dengan pengetatan kebijakan moneter masih jauh dari dilakukan, paling sedikit satu tahun lagi, atau lebih lama lagi.

Saat ini emas berjangka kontrak bulan Februari diperdagangkan di sekitar $1,901.60 per ons, naik 0.43% dalam sehari.

Penggerak utama dibalik pergerakan naik dari emas masih tetap sama – stimulus, kebijakan moneter dari bank-bank sentral yang longgar, lemahnya dolar AS, keprihatinan akan inflasi dan ketakutan akan hancurnya nilai matauang.

Emas berhasil diperdagangkan pada rekor ketinggiannya pada tahun 2020 oleh karena terjadinya pergerakan dari para investor yang mencari assests safe-haven yang aman untuk melindungi investasi mereka dari ketidakpastian. Jatuhnya imbal hasil dari obligasi pemerintah dan melemahnya dolar AS hanya menambah dorongan naik lebih jauh. Rifanfinancindo.

Sementara optimisme akan vaksin membumbung tinggi, harga emas tetap akan bergerak naik pada tahun yang baru ini ditengah ekspektasi akan meningkatnya inflasi dan ditengah negatifnya imbal hasil riil.

Meskipun demikian, kasus baru Covid – 19 terus meningkat dan pendistribusian vaksin yang ternyata lebih lambat daripada yang diperkirakan juga menahan naiknya harga emas dalam jangka pendek. Sebegitu jauh, baru sekitar 2,8 juta orang Amerika yang telah mendapatkan vaksin, yang jauh dari target akhir tahun sebanyak 20 juta.

Selain itu angka total kematian Covid – 19 di seluruh dunia telah melampaui 1,8 juta orang dengan di Amerika Serikat melaporkan kematian sebanyak 340.000 orang.

Minggu ini, pemilihan Senat di Georgia juga diperhatikan oleh para analis yang akan menentukan siapa yang akan mengontrol Senat Amerika Serikat dan seberapa banyak stimulus yang akan bisa diharapkan pada tahun depan. Presiden AS Donald Trump akan berada di Georgia untuk membantu kampanye tersebut. Arah harga emas dalam jangka pendek sangat tergantung kepada besarnya stimulus yang digelontorkan dan juga kecepatan dan keefektifan pembagian vaksin.

Minggu pertama pada tahun yang baru sering menunjukkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada tahun tersebut. Pergerakan naik harga emas terus menunjukkan cukup tenaga untuk mempertahankan daya naiknya dalam jangka pendek.

Resistance pertama menunggu di ketinggian dalam perdagangan semalam di $1,904.90 dan kemudian pada ketinggian bulan Desember di $1,912.00. Support pertama menunggu di kerendahan dalam perdagangan semalam di $1,889.10 dan kemudian kerendahan minggu lalu di $1,873.00.

Emas bisa menjadi assets yang lebih baik pada tahun 2021, meskipun demikian kebanyakan pergerakan positip dari harga emas kemungkinan akan terjadi pada paruh kedua dari tahun ini. Emas kemungkinan akan bisa bergerak diantara rentang harga $1,950 sampai $2,000 pada kuartal pertama dan kedua tahun ini, dan kemudian kemungkinan kita akan melihat metal berharga kuning ini akan naik ke arah $2,100 dan kemungkinan akan bisa mencapai $2,250 – $2,500 pada akhir tahun 2021. Rifanfinancindo.

Sumber : Vibiznews

rifan financindo