Rekomendasi Emas 19 Maret 2021: Berbalik Turun dengan Menguatnya USD

Rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis, dengan berbalik naiknya dollar AS setelah sempat mengalami penurunan sebagai reaksi awal atas pernyataan dari the Fed setelah pertemuan FOMC pada hari Rabu.

Emas berjangka kontrak bulan April turun $11 ke $1,734.00 per troy ons.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi menuju turun pada saat perdagangan sesi New York dimulai karena aksi ambil untung setelah Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor ketinggian baru pada hari Rabu.

Reaksi awal terhadap pernyataan the Fed setelah pertemuan FOMC, dengan turunnya yields AS dan melemahnya dollar AS telah meredup pada hari Kamis. Para investor memfokuskan diri kepada aspek yang lebih positip dari keputusan the Fed, yaitu proyeksi employment dan pertumbuhan ekonomi yang direvisi naik. Terlebih lagi, pasar memiliki pikiran kedua atas pernyataan Powell yang terus diulangi, bahwa inflasi pada musim semi adalah suatu transisi. Akibatnya terjadi aksi jual yang cepat atas obligasi AS dengan yields treasury 10 tahun naik menyentuh 1.744% yang mendorong naik dollar AS.

Di dalam skema yang lebih besar, dollar AS mengalami kenaikan ditengah kuatnya ekonomi AS yang mengalami keuntungan dari suntikan stimulus fiscal sebesar $1.9 triliun dan juga dari cepatnya kampanye vaksin di AS.

“Support” terdekat menunggu di $1,719.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,700.00 dan kemudian $1,673.30. “Resistance” terdekat menunggu di $1,738.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,750.00 dan kemudian $1,768.56.

Reaksi awal terhadap pernyataan the Fed setelah pertemuan FOMC, dengan turunnya yields AS dan melemahnya dollar AS telah meredup pada hari Kamis. Para investor memfokuskan diri kepada aspek yang lebih positip dari keputusan the Fed, yaitu proyeksi employment dan pertumbuhan ekonomi yang direvisi naik. Terlebih lagi, pasar memiliki pikiran kedua atas pernyataan Powell yang terus diulangi, bahwa inflasi pada musim semi adalah suatu transisi. Akibatnya terjadi aksi jual yang cepat atas obligasi AS dengan yields treasury 10 tahun naik menyentuh 1.744% yang mendorong naik dollar AS.

Di dalam skema yang lebih besar, dollar AS mengalami kenaikan ditengah kuatnya ekonomi AS yang mengalami keuntungan dari suntikan stimulus fiscal sebesar $1.9 triliun dan juga dari cepatnya kampanye vaksin di AS.

“Support” terdekat menunggu di $1,719.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,700.00 dan kemudian $1,673.30. “Resistance” terdekat menunggu di $1,738.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,750.00 dan kemudian $1,768.56. Rifanfinancindo.

Sumber : Vibiznews

rifan financindo