Rekomendasi Emas 18 Februari 2021: Emas Turun ke Kerendahan 2 ½ Bulan ditengah Banyaknya Minat terhadap Risiko

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas berjangka turun menyentuh kerendahan selama 2 ½ bulan pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu kemarin. Pasar emas dan perak hanya mendapatkan perhatian yang terbatas di dunia yang pada saat ini tidak ada insiden internasional yang utama dan yang mana pasar saham global kebanyakan menguat. Naiknya yield obligasi pemerintah yang membuat dollar AS menjadi lebih menarik adalah hal yang negatif lainnya bagi emas dan perak.

Harga emas semakin jatuh ke teritori negatif dengan munculnya laporan data penjualan ritel AS yang naik 5.3% pada bulan Januari setelah angka bulan Desember di revisi turun 1.0%. Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan yang hanya 1.1%.

Emas berjangka kontrak bulan April turun $18.10 ke $1,780.80. Sementara perak Comex bulan Maret turun $0.105 ke $27.22 per ons.

Pasar saham global kebanyakan menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik ke rekor ketinggian baru pada saat perdagangan sesi New York dimulai. Hanya ada sedikit keengganan terhadap risiko di pasar, dengan pandemi melonggarkan cengkeramannya atas banyak negara – negara maju dan ekonomi diperkirakan akan “rebound” dengan kuat ke depannya.

Hal kunci diluar pasar metal adalah naiknya indeks dollar AS. Sementara harga minyak mentah berjangka di Nymex naik dan diperdagangkan disekitar $61.00 per barel. Surat berharga treasury AS berjangka 10 tahun berada di sekitar 1.3% yang merupakan ketinggian 12 bulan.

“Support” terdekat menunggu di $1,771.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,760.00 dan kemudian $1,729.00. “Resistance” terdekat menunggu di $1,800.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,817.20 dan kemudian $1,827.10.

Harga emas berjangka turun menyentuh kerendahan selama 2 ½ bulan pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu kemarin. Pasar emas dan perak hanya mendapatkan perhatian yang terbatas di dunia yang pada saat ini tidak ada insiden internasional yang utama dan yang mana pasar saham global kebanyakan menguat. Naiknya yield obligasi pemerintah yang membuat dollar AS menjadi lebih menarik adalah hal yang negatif lainnya bagi emas dan perak.

Harga emas semakin jatuh ke teritori negatif dengan munculnya laporan data penjualan ritel AS yang naik 5.3% pada bulan Januari setelah angka bulan Desember di revisi turun 1.0%. Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan yang hanya 1.1%.

Emas berjangka kontrak bulan April turun $18.10 ke $1,780.80. Sementara perak Comex bulan Maret turun $0.105 ke $27.22 per ons.

Pasar saham global kebanyakan menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik ke rekor ketinggian baru pada saat perdagangan sesi New York dimulai. Hanya ada sedikit keengganan terhadap risiko di pasar, dengan pandemi melonggarkan cengkeramannya atas banyak negara – negara maju dan ekonomi diperkirakan akan “rebound” dengan kuat ke depannya.

Hal kunci diluar pasar metal adalah naiknya indeks dollar AS. Sementara harga minyak mentah berjangka di Nymex naik dan diperdagangkan disekitar $61.00 per barel. Surat berharga treasury AS berjangka 10 tahun berada di sekitar 1.3% yang merupakan ketinggian 12 bulan.

“Support” terdekat menunggu di $1,771.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,760.00 dan kemudian $1,729.00. “Resistance” terdekat menunggu di $1,800.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,817.20 dan kemudian $1,827.10. Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

rifan financindo