Rekomendasi Emas 16 – 20 Maret 2020: Peluang Naik Ditengah Tren Bearish

Rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Minggu perdagangan yang terakhir hari Jumat yang lalu, membuat halaman baru di dalam sejarah pasar keuangan. Krisis yang dipicu oleh coronavirus meningkat secara eksponensial mulai hari minggu, memicu “gap” diseluruh pasar. Emas Spot naik ke $1,703.18 per troy ons, level yang tertinggi sejak bulan Desember 2012. Namun, metal berharga kuning ini, tidak bisa memperpanjang “rally”nya, dan melemah meskipun ada ketakutan di pasar.

Wall Street tumbang, dengan indeks saham AS mengalami hari yang paling buruk dalam lebih dari tiga dekade pada hari Kamis minggu lalu, namun emas tetap pada kekalahannya, meskipun asset safe haven lainnya terapresiasi. Permintaan terhadap dolar AS sebagian telah menahan daya tarik dari metal berharga, selain juga melemahnya harga minyak.

Pertemuan OPEC+ yang berlangsung di Vienna pada minggu lalu berakhir dengan Arab Saudi menyatakan perang terhadap Rusia. Arab Saudi mengusulkan pemotongan sebesar 1,5 juta barel per hari, sesuatu yang ditolak oleh Rusia dan yang mendorong Arab Saudi untuk melakukan pembalasan. Produsen minyak terbesar dari kerajaan Arab ini, Aramco, memotong harga minyak dan berjanji untuk menaikkan “output” sebesar 2 juta barel per hari. Harga minyak per barel tumbang, dengan WTI diperdagangkan di kerendahan $27.28 per barel, rugi sebesar 25% secara hitungan kasar. Meskipun naik lagi sedikit, emas hitam ini mengakhiri minggu yang terburuk dalam lebih dari 12 tahun.

Emas spot ternyata mengalami pemulihan pada Jumat dinihari dan mempertahankan catatan yang positip memasuki akhir minggu, dibantu juga oleh langkah-langkah esktrim yang diambil oleh bank sentral AS. Federal Reserve New York memompa likuiditas yang masif ke dalam sistem keuangan, mengumumkan operasi repo $500 miliar dan mengumumkan rencana untuk memompa paling sedikit $1,5 triliun. The Fed juga berkompromi untuk mulai membeli Treasuries. Berita ini membangkitkan permintaan akan dolar AS dan membuat pemulihan emas menjadi terhambat.

Kombinasi dari pemulihan yang kuat di dalam saham-saham AS dan indeks dolar AS mengalami kenaikan lebih dari 100% telah memberikan tekanan jual yang sangat besar dan mengakibatkan emas berjangka mengalami penurunan sebesar $75.00 per ons dan sempat diperdagangkan di kerendahan $1,519.10.

Emas berjangka turun lebih dari 9% secara mingguan, yang merupakan kerugian mingguan paling signifikan sejak tahun 2011. Dan aksi jual pasar bisa jadi masih jauh dari selesai. Bisa jadi masih akan terjadi penurunan lebih jauh dari harga emas pada minggu ini karena orang perlu uang tunai.

Dolar AS tetap menjadi raja ditengah permintaan yang berkelanjutan atas obligasi pemerintah AS, namun minggu ini, Federal Reserve AS akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter. Bank sentral AS ini kemungkinan akan mengumumkan langkah-langkah tambahan untuk melawan kemungkinan jatuhnya perekonomian dan membuat para investor pergi dari memburu dolar AS, membawa pemulihan atas metal “safe-haven”. Pasar memperkirakan the Fed paling tidak akan memangkas kembali tingkat suku bunga sebesar 50 basis poin yang akan membawa kenaikan bagi harga emas.

Bagi para investor jangka panjang, momentum ini adalah momentum yang sangat baik dengan fundamental dari metal berharga kelihatan sangat solid untuk jangka panjang. Ini adalah kesempatan besar untuk membeli dengan kondisi yang positip bagi emas yang akan membawa kenaikan bagi emas masih belum berakhir.

Pergerakan harga emas telah menjadi tidak terprediksi belakangan ini, itu sebabnya para analis di Wall Street terpecah dalam memprediksi arah harga emas pada minggu ini, sementara Main Street tetap berpandangan “bullish”, menurut survey mingguan yang dilakukan oleh Kitco Gold

Dari 15 profesional pasar yang mengambil bagian di dalam survey Wall Street, 6 suara atau 40% memperkirakan harga emas akan naik pada minggu ini dan jumlah yang sama memperkirakan turun, sementara 3 partisipan atau 20% melihat “sideways”.

Dari 1.434 suara yang berpartisipasi di dalam polling Main Street online. Sebanyak 873 suara atau 61% memandang emas akan naik minggu ini. Sebanyak 363 atau 25% berkata turun sedangkan 198 atau 14% netral.

Saat ini emas berjangka diperdagangkan disekitar $1,530. Secara tehnikal penurunan lebih lanjut dari harga emas akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,509 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke $1,424. Sedangkan “resistance” terdekat berada pada $1,590 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke $1,627 dan kemudian $1,679. Rifanfinancindo.

Sumber : Vibiznews

Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.