PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

RBA Melihat Positifnya Data Ekonomi Lebih Penting dari Inflasi untuk Saat Ini

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Bank sentral Australia senang dengan data ekonomi yang positif baru-baru ini sementara menyatakan kembali bahwa inflasi akan tetap berada di level rendah, dalam rilis pertemuan Juni nya di mana suku bunga tetap berada di angka 1,75 persen dan tidak memberikan panduan kebijakan lainnya.

Ekspansi “lebih dari setahun telah meningkat sedikit di atas perkiraan pertumbuhan potensial, mencerminkan ekspansi kuat dalam kegiatan non-tambang,” Reserve Bank of Australia mengatakan Selasa dalam rilis laporan pertemuan Juni nya. “Namun demikian, inflasi diperkirakan akan tetap rendah untuk beberapa waktu ke depan.”

Ekonomi Australia menunjukkan gambaran yang terbelah: level resesi pertumbuhan upah dan rekor rendah inflasi dalam satu sisi; dan pertumbuhan ekonomi yang dekat dengan rata-rata pertumbuhan dalam 30 tahun dan tingkat pengangguran yang berada di bawah rata-rata 20 tahun berada di sisi lainyan. Bank sentral, sementara itu, terlihat puas untuk tidak bertindak untuk saat ini seiring pemilu negara 2 Juli nanti dan peristiwa internasional lainnya seperti referendum Brexit Inggris.

“Dewan menilai bahwa mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah pada pertemuan ini akan konsisten dengan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam ekonomi dan inflasi akan kembali ke target dari waktu ke waktu,” laporan menunjukkan.

Pertumbuhan baru-baru ini Australia didukung oleh suku bunga yang berada di rekor rendah dan depresiasi mata uang sejak 2013 lalu, sementara penurunan dalam investasi pertambangan sebagian besar telah diimbangi dengan penguatan pada ekspor sumber daya lainnya, kata RBA.

“Anggota mencatat bahwa apresiasi dari nilai tukar bisa menyulitkan penyesuaian ekonomi untuk persyaratan yang lebih rendah dari perdagangan,” katanya, mengacu pada rasio harga ekspor dan impor.

Dolar Aussie bervolatil tahun ini: mata uang ini naik 3 persen pada bulan lalu dan diperdagangkan mendekati level 75 sen per dolar Amerika Serikat. Mata uang jatuh ke level rendah 68 sen pada bulan Januari, sebelum rebound ke level tinggi 78 sen pada bulan April untuk kemudian turun lagi. Negara ini telah terperangkap di lintas kebijakan global yang berbeda mulai dari Eropa sampai Jepang yang menjalankan suku bunga negatif dan program pembelian obligasi dan AS yang mencoba untuk melakukan pengetatan kebijakan.

Namun, Aussie telah jatuh sekitar 20 persen dalam dua tahun sehingga membantu industri seperti pariwisata dan pendidikan melakukan rekrutmen yang kuat dan menjaga pengangguran berada di tingkat 5,7 persen.

Pertumbuhan lapangan kerja kehilangan beberapa momentum dari level kuat yang tercatat pada akhir 2015, dan RBA memperkirakan pertumbuhan “moderat” pekerjaan di bulan depan. Ia juga mengatakan di saat tekanan biaya tenaga kerja tetap lemah pada kuartal pertama, “indeks upah akan menjadi sedikit lebih positif.”

investasi pertambangan di Australia jatuh menjadi sekitar 4 persen dari produk domestik bruto dari tingkat puncaknya pada 2012 sebesar 8 persen.

Melihat transisi ekonomi yang lebih luas dari sumber daya alam, RBA mengatakan “di saat perubahan kurs nominal memainkan peran kunci dalam membantu perekonomian menyesuaikan diri dengan naik turunnya perdagangan, proses ini terbantu oleh penyesuaian dalam tingkat pertumbuhan upah. ” (sdm)

Sumber: Bloomberg