PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Perhitungan Astronomi 6 Juli Masuk 1 Syawal 1437 H

Perhitungan Astronomi 6 Juli Masuk 1 Syawal 1437 H

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin kepada Okezone di Jakarta, Kamis (30/6/2016) mengatakan, berdasarkan perhitungan astronomi pada 6 Juli 2016 masuk 1 Syawal 1437 H.

?Bukan hanya LAPAN, tetapi perhitungan astronomi,? kata Thomas. Ia mengatakan, siapa pun bisa memeriksa melalui software astronomi dan aplikasi itu bisa diunduh dengan mudah.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat (penetapan) awal bulan Syawal 1437H pada Senin, 4 Juli 2016 (29 Ramadan).

?Tanggal 4 Juli, rukyatul hilal dan perhitungan hisab, itu ditentukan pada saat 29 Ramadan. Dari data astronomi, silakan browsing, seperti gunakan Stellarium, itu ada simulasinya,? tutur Thomas.

Menurutnya, data akan dapat dilihat untuk wilayah Jakarta, Banda Aceh, Makassar, periksa saja saat matahari terbenam, posisi bulan berapa, itu minus,? terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, di seluruh Indonesia derajat Bulan terlihat minus. ?Kalau minus, itu pasti rukyat tetap dilakukan, rukyat tetap dilakukan walaupun sudah tahu itu minus,? tambahnya.

Apabila hasil kesaksian bahwa hilal tidak terlihat, dilaporkan dan saksi disumpah oleh hakim pengadilan agama. Kemudian, dilaporkan ke Kementerian Agama yang punya otoritas isbat.

Dalam posisi ini, apabila hilal tidak terlihat atau mencapai derajat optimal, maka bisa menggenapkan (istigmal) menjadi 30 hari. ?Karena secara astronomi, tidak mungkin ada rukyatul hilal, karena Matahari terbenam, istigmalkan atau digenapkan 30 hari,? jelasnya.

Pantau Hilal ke Arah Barat

Thomas menjelaskan, syarat untuk melihat hilal, pertama medan pandang ke arah barat harus terbuka. Kemudian, gangguan dari polusi cahaya, gangguan dari sumber cahaya-cahaya lain itu juga harus minimal.

?Walaupun kalau menggunakan teleskop itu mestinya bisa membedakan, apakah itu betul hilal, atau cahaya yang lain. Syarat utama, medan pandang ke arah barat (harus) terbuka,? tuturnya.

Dari segi titik pengamatan, makin ke arah barat, itu makin baik. ?Jadi posisi Bulan sudah cukup tinggi. Ufuk barat terbuka umumnya itu tepi pantai, jadi pantai yang terbuka. Kalau di kota, misalkan dari Cakung, sekarang sudah tidak layak, arah baratnya sudah banyak gedung-gedung. Jadi, itu kemungkinan terganggu apalagi kalau tidak menggunakan teleskop, bisa keliru,? pungkasnya.

Menurut Thomas, dalam lima tahun ke depan posisi Bulan cukup tinggi. Ada kemungkinan di wilayah bagian barat Bulan akan sangat terlihat dan diharapkan penetapan waktu 1 Syawal secara nasional bisa serentak. PT. Rifan Financindo Berjangka.

 

 

Sumber : okezone