PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Penguatan Dollar AS Semakin Lemahkan Emas

Selasa, 10 Juni 2014

Harga emas di Bursa COMEX pada penutupan dini hari tadi terpantau ditutup kembali melemah. Pelemahan harga emas dipicu oleh kondisi perekonomian AS dan pergerakan nilai Dollar AS.

Faktor Fundamental dari rilis data pekerja AS pada Jumat lalu masih cukup kokoh menekan pergerakan harga emas kearah pelemahan. Dampak dari rilis data tersebut, terpantau berhasil menggerakan Bursa Wall Street untuk melanjutkan rally hari ke-4 dengan kembali pecahnya rekor penutupan tertinggi di indeks Dow Jones dan S&P 500. Penguatan Bursa Wall Street dalam 4 hari tersebut, menjadi indikasi bahwa sektor perekonomian Amerika sedang tumbuh sehingga mengurangi minat investasi pada logam emas.

Selain faktor pergerakan Bursa Wall Street yang dipengaruhi oleh data pekerja AS, pelemahan emas juga didorong oleh penguatan Dollar AS. Dampak dari penguatan Dollar AS yang dalam dua hari terakhir bergerak menguat membuat daya beli investor asing di Bursa COMEX relatif mengalami penurunan karena mahalnya Dollar AS.

Pada dini hari tadi, harga emas spot di Bursa COMEX ditutup melemah. Harga emas spot COMEX ditutup melemah tipis 0,05% ke tingkat harga $1.251,9/t oz atau turun $0,6/t oz.

Sedangkan untuk harga emas berjangka, emas berjangka di Bursa COMEX juga ditutup melemah pada dini hari tadi. Harga emas berjangka COMEX untuk kontrak Agustus 2014 turun 0,03 ke tingkat harga $1.252,1/t oz atau melemah $0,4/t oz.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga emas akan cenderung bergerak kembali melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi kembali ditutupnya Bursa Wall Street di zona hijau dan sentimen aksi tunggu faktor fundamental dari akan rilisnya data sektor retail AS yang diperkirakan akan positif dan kembali menekan harga emas. Terkait pergerakan harga emas hari ini, emas spot diperkirakan akan bergerak di kisaran $1.248-$1.259 dan emas berjangka kontrak Agustus 2014 pada $1.250-$1.259.

Sumber : Vibiznews

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia