PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Pendapatan Istri Lebih Besar dari Suami? Ini Solusinya

Rifanfinancindo

Rifanfinancindo – Saat ini, tak hanya suami yang bekerja, namun banyak kondisi di mana istri juga ikut bekerja menambah penghasilan untuk keuangan rumah tangga. Dengan kondisi suami dan istri sama-sama bekerja tentunya akan membuat penghasilan lebih besar dibandingkan hanya salah satu yang bekerja.

Secara umum, biasanya suamilah yang memiliki pendapatan lebih besar dibandingkan dengan istri. Akan tetapi, di beberapa kasus terdapat kondisi di mana penghasilan istri lebih banyak dibandingkan dengan suami.

Tentunya hal ini terkadang bisa menjadi masalah jika tidak diperbincangkan dengan matang. Untuk itu pentingnya menyiasati diri jika kondisi ini terjadi pada keluarga Anda. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk menyiasati kesenjangan pendapatan di antara suami dan istri dikutip dari Cermati:1. Ubah Pola Pikir

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah dengan mengubah pola pikir konservatif, yang mana suami harus lebih segalanya dibandingkan istri, sehingga penghasilan suami juga harus lebih besar daripada istri.

Selain itu, tanamkan dalam diri Anda jika rezeki tidak akan tertukar dan sudah sesuai dengan apa yang dijamin pada setiap orang, sesuai dengan apa yang sudah diusahakan, serta sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.

Seseorang yang bekerja, tentu memiliki penghasilan yang berbeda dibandingkan dengan yang tidak pekerja. Seorang pengusaha tentu saja memiliki penghasilan yang berbeda dengan karyawan biasa, sehingga sudah sangat mungkin jika istri bisa memiliki penghasilan yang lebih besar daripada suami.

2. Tentukan Priotitas

Untuk menghadapi kesenjangan antara pendapatan suami dan istri, komunikasi menjadi hal yang penting yang harus diperhatikan terutama untuk menetapkan anggaran kebutuhan yang harus dipenuhi. Prioritaskan uang tersebut untuk digunakan memenuhi kebutuhan bersama yang tidak dapat ditinggalkan.

Luangkan sedikit waktu untuk berdiskusi bersama terkait pendapatan masing-masing, sehingga nantinya Anda dan pasangan dapat mengatur peta pengeluaran bersama.

3. Masalah Keuangan Jangan Ditutup-tutupi

Sudah sewajarnya jika dalam rumah tangga perlu ditanamkan rasa keterbukaan, salah satunya mengenai masalah keuangan. Namun, faktanya beberapa kondisi di mana suami yang berpenghasilan lebih rendah dibandingkan istri cenderung lebih tertutup, sehingga istri pun tidak mengetahui dengan pasti besarnya gaji yang dimiliki suami.

Bahkan yang terparah suami dapat mengada-ada dikarenakan gengsi atau tersinggung ketika ditanya. Jika hal ini diteruskan tak menutup kemungkinan jika membuat utang semakin menumpuk karena pendapatan yang selalu ditutupi dengan utang. Dan pada akhirnya, hal ini lah yang bisa menyebabkan pertengkaran.

4. Lakukan Diskusi Bersama

Kesenjangan antara pendapatan istri dan suami dapat diatasi dengan memberikan kepercayaan pada suami untuk memutuskan pengeluaran serta mengelola keuangan rumah tangga.

Anda bisa berdiskusi bersama terkait hal-hal apa saja yang menjadi pengeluaran serta berapa besar jumlahnya. Tentunya diskusi ini harus disepakati bersama, jangan sampai pengeluaran yang dikeluarkan tanpa mempertimbangkan pihak yang memiliki pendapat rendah.

5. Posisikan Suami Sebagai Pemimpin

Mungkin hal ini terlihat sepele, namun akan membuat suami benar-benar merasa dihargai. Misalnya saja ketika sedang makan di luar rumah, biarkanlah suami yang pergi ke kasir untuk membayar makanan meskipun sebagai istri, Anda memiliki penghasilan yang tinggi. Secara psikologi, hal-hal sederhana ini bisa membuat kepercayaan diri suami bertambah.

6. Turunkan Ego

Seringkali yang menjadi permasalahan adalah saat rasa egoisme muncul dan tidak mau rugi. Bahkan terkadang terdapat beberapa kasus, di mana istri tidak mau jika penghasilannya harus berbagi dengan suami. Selain itu, terkadang pula ada suami yang tidak ingin merasa rugi jika dirinya sendiri yang harus berperan sebagai tulang punggung keluarga.

Rasa egoisme semacam ini harus dihilangkan dalam pikiran masing masing pasangan karena dapat memicu pertengkaran, apalagi bagi Anda yang sudah memiliki anak. Tentu saja hal ini akan menganggu tumbuh kembang anak-anak.

Buang Jauh-Jauh Pola Pikir Lama Anda

Mensiasati kondisi kesenjangan pendapatan antara gaji suami dan istri sebenarnya harus dimulai dari diri Anda sendiri terlebih dahulu. Buang jauh-jauh pola pikir lama Anda jika pria adalah segalanya dan harus memiliki gaji yang lebih besar dibandingkan istri. Sesuaikan pola pikir dengan kehidupan di era modern seperti saat ini. Rifanfinancindo.

 

 

 

Sumber : Liputan 6