PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Pembicaraan Perdagangan AS-China Dongkrak Harga Emas

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas naik pada perdagangan Selasa dan membalikkan kerugian yang telah dicetak di awal perdagangan. Pendorong kenaikan harga emas karena penguatan yuan China terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, Rabu (1/8/2018), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.224,48 per ounce pada pukul 1.43 siang waktu London. Angka tersebut rebound setelah menyentuh level terendah sejak 19 Juli.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup naik USD 2,40 atau 0,2 persen ke level USD 1.223,70 per ounce.

Harga emas naik karena pelemahan dolar AS. Yuan China menguat terhadap dolar AS setelah sebuah laporan mengataka bahwa AS dan China mencoba untuk memulai kembali perundingan untuk meredakan perang dagang.

Di awal perdagangan, dolar AS sebenarnya menguat karena ada ekspektasi kenaikan suku bunga dari Bank Sentral AS sebanyak dua kali lagi sampai dengan akhir tahun. Dengan penguatan dolar AS tersebut harga emas mengalami tekanan hingga jatuh ke level terendah dalam hampir dua minggu.

Namun kemudian situasi berbalik arah dan dolar AS tertekan sehingga memberikan peluang kepada harga emas. ” Harga emas berbalik positif karena adanya gagadan kemungkinan negosiasi dengan China,” kata analis RBC Wealth Management, George Gero.

Perdagangan Sebelumnya

Harga emas stabil pada perdagangan hari Senin (Selasa pagi WIB) menjelang pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve AS (The Fed) pada minggu ini. Hasil pertemuan The Fed akan menjadi petunjuk arah masa depan suku bunga AS dan dolar, faktor penentu pergeraka harga logam mulia.

Penguatan dolar AS membuat emas yang dijual dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya sehingga bisa menekan permintaan emas. Penguatan dolar AS sejak pertengahan April telah menyebabkan menekan harga emas sekitar 10 persen di pasar spot.

Pada pekan lalu, Amerika Serikat memberi isyarat akan melakukan pembicaraan dengan Kanada dan Meksiko setelah setuju untuk menangguhkan penerapan tarif dagang dengan Eropa.

Bank of Japan mengakhiri pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Selasa, sementara Bank of England diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada hari Kamis. Pertemuan The Fed yang dimulai pada Selasa, diperkirakan akan menjaga suku bunga acuan tetap stabil, setelah naik di bulan Juni.

Investor akan mencari petunjuk ke waktu kenaikan berikutnya. Ekspektasinya akan ada kenaikan suku bunga kedua tahun ini dan ketiga pada tahun depan. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6