PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Pelemahan Dolar dan Pasar Saham Picu Harga Emas Naik

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, New York -Harga emas rebound dari posisi terendah dalam dua minggu pada perdagangan kemarin, dipicu melemahnya dolar dan penurunan pasar saham global. Kedua kondisi ini menyalakan kembali minat investor terhadap logam mulia.

Harga emas di pasar Spot naik 0,8 persen menjadi US$ 1.275,50 per ounce pada Kamis (12/5/2016). Sementara harga AS untuk pengiriman Juni ditutup naik 0,8 persen pada $ 1,275.50 per ounce. Logam menyentuh rendah $ 1,257.25 pada hari Selasa, terlemah sejak 28 April.

“Penyebab hari ini sebagian besar tentang dolar dan ekuitas dan gambaran yang lebih besar jika sangat tidak mungkin bahwa Fed akan menaikkan suku pada pertemuan berikutnya,” kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar senior RJO Futures di Chicago melansir laman Reuters.

Dolar tergelincir 0,5 persen terhadap sekeranjang mata uang utama. Pelemahan greenback membuat harga aset berdenominasi dolar seperti emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara pasar AS dan Eropa tersandung di tengah pendapatan perusahaan yang mengecewakan setelah kenaikan besar sehari sebelumnya.

Emas mencapai posisi tertinggi dalam 15 bulan pada pekan lalu sebesar US$ 1.303,60 per ounce, sebelum menyerah pada kekuatan dolar.

“Emas mendapatkan dukungan teknis di posisi US$ 1.260, yang merupakan tanda positif, tapi kami harus menunggu dampak data ekonomi AS dan dolar untuk melihat apakah kita dapat secara konsisten keluar dari kisaran US$ 1.220- US$ 1.260,” jelas Kepala Analis ActivTrades Carlo Alberto de Casa.

Analis melihat level US$ 1,300 sulit tercapai dalam jangka pendek, karena harga logam telah meningkat 20 persen sejak awal tahun ini, yang didukung arus masuk fisik yang kuat dan penurunan prospek dalam jangka dekat terkait kenaikan suku bunga AS.

Harga emas didukung sebagian besar oleh harapan kenaikan tarif berikutnya, hanya akan terjadi di akhir tahun.

Harga logam mulia lainnya juga naik. Harga perak naik 1,3 persen menjadi US$ 17,32 per ounce. Sedangkan harga platinum naik 1,8 persen pada posisi US$ 1.065,02 dan paladium naik 2,5 persen menjadi US$ 605,63 per ounce.

 

 

Sumber : Liputan 6