PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA



This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Pelemahan Dolar AS Beri Tenaga Buat Emas

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas mampu menguat tipis pada perdagangan Kamis. Pendorong kenaikan harga emas tersebut adalah pelemahan nilai tukar dolar AS. Selain itu, pembelian fisik emas di Asia juga menjadi pendorong kenaikan harga emas.

Mengutip Reuters, Jumat (7/9/2018), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen ke level USD 1.199,68 per ons pada pukul 1.54 siang waktu New York.

Sedangkan harga emas berjangka AS berjangka untuk pengiriman Desember ditutup naik USD 3 atau 0,3 persen menjadi USD 1.204,30 per ounce.

Dolar AS sedikit mengalami tekanan pada perdagangan kamis setelah terus perkasa terhadap seluruh mata uang di dunia. Penurunan nilai tukar dolar AS memberikan sedikit tenaga kepada harga emas.

Namun, kenaikan harga emas ini masih dibayang-bayangi akan rencana AS yang akan kembali menarik tarif kepada barang impor dari China.

“Aksi jual yang cukup tinggi pada perdagangan di sesi-sesi sebelumnya membuat pelaku pasar mencoba melakukan pembelian kembali saat inim” jelas analis T-Commodity, Milan, Gianclaudio Torlizzi.

Harga emas telah jatuh lebih dari 12 persen dari puncak USD 1.365,23 per ounce yang dicetak pada bulan April.

Tingkat harga baru-baru ini memicu banyak pembelian fisik, tidak hanya di negara-negara pembeli emas aktif seperti India dan China tetapi juga di Asia Tenggara. Langkah pembelian ini untuk tujuan investasi. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Investasi di Perusahaan Pialang, Amankah ?

RifanfinancindoRifanfinancindo – Pertanyaan di atas umum dilontarkan oleh orang ketika pertama kali ingin berinvestasi Forex, Emas atau Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di perusahaan pialang.
Wajar, karena citra perusahaan investasi ini belum sebening lembaga investasi lainnya.
Selain minim pengetahuan di masyarakat, maraknya kasus penipuan yang dilakukan
oleh banyak perusahaan pialang nakal kian menambah muram industri ini. Syukurnya,
gebrakan positif telah dimulai lewat edukasi yang salah satunya di prakarsai oleh PT
Rifan Financindo Berjangka (RFB).

Perusahaan pialang terbesar di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2000 ini menginisiasi
kegiatan edukasi bersama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring
Berjangka Indonesia (KBI) kepada para jurnalis yang dimulai di enam kota besar sejak
tahun 2017 hingga sekarang. Enam kota tersebut meliputi : Medan, Palembang,
Pekanbaru, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta.

Langkah Rifan Financindo Berjangka terbilang tepat, karena media sebagai corong
informasi masyarakat diajak memahami seluk beluk perusahaan pialang yang legal dan
illegal termasuk risiko dan keuntungan pasar pada produk derivatif industri
Perdagangan Berjangka Komoditi. Alhasil, dengan dukungan pemberitaan positif dan
edukatif tentang industri PBK dan pengenalan pialang yang aman untuk berinvestasi,
perlahan-lahan tingkat literasi masyarakat pun meningkat.

Kembali kepada pertanyaan di atas, Amankah Berinvestasi di Perusahaan Pialang?
Jawabnya sudah pasti aman, asalkan Anda memperhatikan tiga hal berikut. Pertama
cek perijinan perusahaan pialang Anda. Perusahaan pialang yang legal seperti PT
Rifan Financindo Berjangka terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka
Komoditi (Bappebti) sebagai lembaga pengawas resmi dari pemerintah dan Kliring
Berjangka Indonesia (KBI), yang berfungsi sebagai pengawas segregated account
pialang, transaksi kliring, dan penunjuk bank tempat penyimpanan.

Setiap pialang yang resmi, ada aturan informasi SITNA (sistem informasi transaksi
nasabah), yang menggunakan sistem KBI. Dengan sistem SITNA, setiap nasabah bisa
memantau transaksinya. Kemudian dari regulasi di Bursa Berjangka, yang menjadi
pasar untuk melakukan transaksi juga semakin diperketat, guna menghindari terjadinya
pencucian uang.

Hal kedua yang harus Anda cermati ketika berinvestasi di perusahaan pialang adalah
mekanisme transaksi. Ciri pialang yang legal adalah selalu meminta nasabah untuk
menyetor dana ke segregated account, dan jangan termakan iming-iming bebas
charge. Perusahaan pialang yang legal dengan izin resmi dari pemerintah akan
menginformasikan charge sesuai peraturan yang berlaku yang dibebankan kepada
nasabah.

Terakhir, atau ketiga adalah sebagai pelaku investasi, Anda harus sadar risiko. Potensi
loss dan profit pada produk investasi berjangka selalu berbanding lurus, atau high risk,
high return. Oleh karena itu, Anda harus lebih berhati-hati dan selalu mendengarkan
Wakil Pialang Berjangka (WPB) Anda, ini penting meski Anda yang menjadi pemain
utamanya.

Demikian tiga hal yang harus diperhatikan agar investasi Anda aman di perusahaan
pialang manapun yang Anda pilih nanti. Selamat berinvestasi. (AD/RFB) Rifanfinancindo.

 

Harga Emas Turun Dibayangi Penguatan Dolar AS

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas melemah dipicu penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) mencapai lebih dari satu sepekan. Ini seiring meningkatnya ketegangan perdagangan global dan kekhawatiran ekonomi di pasar negara berkembang.

Melansir laman Reuters, Rabu (5/9/2018), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.196,90 per ounce. Sementara emas berjangka AS telah turun 0,4 persen pada USD 1.202,10 per ounce.

Harga logam kuning ini telah turun sekitar 8 persen tahun ini seiring meningkatnya suku bunga AS, sengketa perdagangan dan krisis mata uang Turki. Para investor memarkir uang mereka dalam dolar, yang dipandang sebagai aset safe-haven

“Krisis ekonomi pasar yang muncul membuat mata uang sangat lemah dan menguntungkan dolar, yang terus menekan emas,” kata Peter Fung, Kepala Perdagangan Wing Fung Precious Metals di Hong Kong.

Mata uang termasuk peso Argentina, lira Turki, Rand Afrika Selatan, real Brasil, rupiah Indonesia dan rupee India telah menderita dalam beberapa pekan terakhir.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang, mencapai posisi tertinggi sejak 24 Agustus di 95,410.

“Emas harus melacak pergerakan dolar dan ekspektasi suku bunga juga membebani logam mulia,” tambah Fung.

Dolar AS yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, dengan permintaan safe-haven untuk emas tahun ini dibayangi greenback.

Pasar juga mengamati dengan seksama data ekonomi AS, termasuk survei manufaktur pada hari Selasa dan laporan pekerjaan pada hari Jumat, yang dapat mempengaruhi pergerakan emas minggu ini karena investor mencari petunjuk tentang laju kenaikan suku bunga AS.

Sementara itu, kekhawatiran atas eskalasi konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan negara-negara lain telah membuat pasar turun.

Harga emas di pasar spot diprediksi dapat jatuh ke posisi USD 1.190 per ons, menurut analis teknikal Reuters Wang Tao.

Adapun harga perak turun 0,4 persen menjadi USD 14,40 pada hari Selasa, setelah jatuh ke level terendah dua minggu di USD 14,35.

Harga Platinum naik 0,3 persen ke posisi USD 785,70, sementara paladium turun 0,5 persen menjadi USD 973,90, setelah mencapai posisi tertinggi dalam 11 minggu. Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Dolar AS Perkasa, Harga Emas Melemah

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas ditutup melemah pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) karena dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level tertinggi satu minggu di tengah kekhawatiran atas eskalasi konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan negara lain.

Dilansir dari Reuters, Selasa (4/9/2018), mata uang dolar AS yang lebih kuat membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, berpotensi mengurangi daya beli. Permintaan terhadap emas tahun ini telah dibayangi oleh pergerakan dolar AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa tidak perlu untuk menjaga Kanada dalam Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara dan memperingatkan Kongres untuk tidak ikut campur dalam negosiasi atau ia akan mengakhiri perjanjian trilateral, yang juga termasuk dengan Meksiko.

Sementara itu, Bloomberg News melaporkan bahwa Trump siap untuk meningkatkan perang perdagangan dengan China dan telah mengatakan bahwa ia segera mengenakan tarif impor lebih dari USD 200 miliar terhadap China.

“Selama kekhawatiran perang perdagangan yang membantu mengangkat dolar AS terus berlanjut, emas akan berada di bawah tekanan,” kata Ahli Strategi Komoditas ETF Securities, Nitesh Shah.

Harga emas turun sekitar 8 persen tahun ini dengan latar belakang meningkatnya suku bunga AS, sengketa perdagangan dan krisis mata uang Turki, dengan investor memarkir uang mereka dalam dolar AS.

Harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.199,56 per ounce, setelah menyentuh level terendah intraday di level USD 1.195,36 per ounce. Emas berjangka AS stabil USD 1.206,7 per ounce.

Jika harga emas naik lagi ke USD 1.210 itu berarti ada peluang bagus untuk rebound lebih lanjut ke USD 1.230, kata Kepala Analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa. “Tetapi penurunan di bawah USD 1.200 akan menguji harga ke level USD 1,180 dan dukungan berikut ditempatkan di USD 1.160,” tambahnya. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Minggu & Bulan Lalu Dan Arah Kedepannya

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas terus ditarik oleh faktor-faktor dari luar seperti dolar AS yang kuat dan pasar saham AS yang dinamis menciptakan sentimen pasar yang menyukai “risk-on” berkelanjutan. Pada hari Jumat minggu lalu, para trader dan investor membeli emas dengan harga yang lebih tinggi namun kekuatan dolar AS yang sama besarnya menihilkkan realisasi keuntungan dari emas.

Menurut Kitco Gold Indeks, emas spot sempat diperdagangkan turun $10 pada hari Jumat minggu lalu. Penyelidikan yang lebih seksama menemukan kekuatan dolar AS yang menciptakan badai senilai $5.30 yang menurunkan harga emas dan perdagangan emas menghasilkan kenaikan harga sebesar $5.20.

Sekalipun ada tekanan jual terhadap dolar AS, dia hanya mengalami sedikit penurunan sebesar 2% selama dua minggu perdagangan yang terakhir. Nilai dari indeks dolar AS masih mengalami keuntungan sekitara 6% sejak angka terendah pada bulan Februari dimana indeks dolar AS ditutup pada 88.20

Dengan selesainya perdagangan pada hari terakhir bulan Agustus pada hari Jumat minggu lalu, harga emas telah turun selama lima bulan berturut-turut. Selama waktu yang sama juga, indeks dolar AS telah naik selama empat bulan terakhir berturut-turut. Pada kenyataannya, bulan Maret adalah satu-satunya bulan pada tahun ini yang mana indeks dolar AS mengalami penurunan.

Selama waktu yang sama, saham AS diperdagangkan mencapai rekor tertinggi, menciptakan salah satu dari pasar “bullish” yang terkuat, dan karenanya memberikan sentiment pasar yang “risk-on”.

Pertumbuhan yang kuat pada saham AS yang diikuti dengan menguatnya dolar AS telah memberikan tekanan yang sangat besar kepada harga emas. Emas telah kehilangan nilainya sebesar $150 sejak bulan April tahun ini ketika emas diperdagangkan pada ketinggian diatas $1,365 per ons.

Dengan tingginya kemungkinan untuk Federal Reserve meneruskan kebijakan moneter normalisasi quantitative-nya, kemungkinan dolar AS akan tetap kuat dan mengalami keuntungan sepanjang sisa dari tahun ini. Ditambah lagi dengan reaksi harga emas yang suam-suam sepanjang tahun ini yang disebabkan oleh ketidakpastian geopolitik, faktor-faktor ini bisa terus memberikan beban yang berat terhadap harga emas sepanjang sisa tahun ini.

Harga emas berpegang teguh pada “support” yang kritikal diatas $1200 per ons, namun menurut sebagian analis, masih berat untuk menaikkan harga emas dengan metal berharga ini mengalami kerugian bulanan yang terbesar dalam lima tahun terakhir.

Bulan Agustus khususnya adalah bulan yang keras bagi metal kuning dengan harga emas jatuh ke kerendahan selama satu setengah tahun pada awal bulan. Sementara harga emas sekarang telah naik dari kerendahannya pada bulan Agustus, pasar emas masih berada pada tren turun yang signifikan dengan emas berjangka Comex bulan Desember terakhir diperdagangkan pada $1,210 per ons, turun sekitara 2% sejak akhir bulan Juli. Pasar emas mengalami kerugian terburuk sejak tahun 2013 dengan harga emas turun 10% dalam lima bulan terakhir.

Para analis mencatat bahwa pasar emas tetap tergantung pada dolar AS. Indeks dolar AS terus diperdagangkan dekat ketinggian selama satu tahun, mengetes “resistant” kritikal sedikit dibawah 95. Sampai sentimen di dalam dolar AS berubah, para analis melihat metal kuning akan terus berjuang.

Lukman Otunuga, research analyst di FXTM mengatakan,”Dengan dolar AS didukung oleh sentimen bullish terhadap ekonomi AS dan ekspektasi yang meningkat terhadap kenaikan tingkat bunga, outlook bagi emas masih tetap condong turun”.

Justin McQueen, market analyst di DailyFx.com memperingati di dalam laporannya pada hari Jumat minggu lalu bahwa meningkatnya ketegangan perdagangan global bisa terus mendukung dolar AS. Di dalam interview dengan Bloomberg, Presiden Donald Trump berkata bahwa dia ingin mengenakan tambahan $200 miliar di dalam tarif atas barang-barang impor Cina.

Para analis mencatat bahwa dolar AS telah mendapatkan keuntungan dari retorika perang dagang belakangan ini disebabkan karena para investor berpikir pertumbuhan ekonomi AS yang kuat akan membantu Amerika mengatasi potensi badai ekonomi apapun. “Karenanya, pembelian dolar AS bisa mengatasi permintaan terhadap emas, yang akan membuat level psikologis $1200 per ons berada pada resiko tertembus. Keprihatinan akan perang dagang kembali berada pada pikiran para investor, membawa kabar buruk bagi kenaikan harga emas,” kata McQueen. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Vibiznews