PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA



This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Harga Emas Akhir Pekan dan Mingguan Merosot 1 Persen, Terganjal Kekuatan Dolar AS

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas turun pada akhir perdagangan Sabtu dinihari (03/02) karena dolar A.S. menguat setelah data pekerjaan A.S. menunjukkan kenaikan kuat dalam pekerjaan dan upah dan imbal hasil Treasury A.S. 10 tahun meningkat.

Harga emas spot LLG berakhir turun 1,16 persen menjadi $ 1,332.85 per ons.

Harga emas berjangka A.S. untuk pengiriman April turun $ 10,60, atau 0,8 persen, pada $ 1,337.30.

Non-farm payrolls AS naik 200.000 pekerjaan pada bulan Januari, Departemen Tenaga Kerja A.S. mengatakan, mengalahkan ekspektasi 180.000 dan keuntungan tahunan terbesar mereka dalam lebih dari 8,5 tahun. Pendapatan per jam rata-rata naik dan mendorong kenaikan tahunan menjadi 2,9 persen, kenaikan terbesar sejak Juni 2009.

Imbal hasil obligasi 10-tahun memperpanjang kenaikan mereka menjadi lebih dari 2,8 persen mencapai level tertinggi 4 tahun setelah data pekerjaan A.S. dirilis.

Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas kurang menarik bagi investor karena tidak membayar bunga. The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah pertemuan kebijakan terakhir minggu ini namun menaikkan outlook inflasi dan tingkat kenaikan “bertahap bertahap” lebih tinggi.

Emas akan berakhir pekan ini 1,1 persen lebih rendah, setelah naik dalam enam dari tujuh minggu terakhir dan mencapai level tertinggi dalam 17 bulan pekan lalu di $ 1.366,07.

Di pasar yang lebih luas, saham dunia ditetapkan untuk mencatat penurunan mingguan terbesar sejak akhir 2016 karena pembicaraan mengenai pengetatan kebijakan bank sentral dan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi mendorong kenaikan biaya pinjaman secara global.

Perak turun 3,7 persen pada $ 16,593 per ons setelah mencapai $ 16,66, terendah sejak 28 Desember. Itu bersiap untuk penurunan mingguan 3,8 persen.

Platinum turun 1,78 persen pada $ 987,90 per ounce, di jalur untuk penurunan 1,6 persen mingguan. Palladium naik 0,53 persen pada $ 1,042.50 per ons.

Setelah mencapai rekor tertinggi bulan ini, paladium berada di jalur untuk penurunan mingguan terbesar sejak awal September, turun 4,2 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas akan bergerak lemah jika penguatan dolar AS berlanjut. Namun jika pelemahan bursa Wall Street menekan bursa global, dapat mengangkat harga emas. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 1,331-$ $ 1,329, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,335-$ 1,337. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Vibiznews

Rilis Data Pekerjaan AS Bikin Harga Emas Mendatar

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas mendatar pada perdagangan hari ini karena pasar mengantisipasi keluarnya data pekerjaan di Amerika Serikat pada akhir pekan yang akan menjadi panduan kebijakan moneter di tahun ini.

Melansir laman Reuters, Jumat (2/2/2018), harga emas di pasar spot turun 0,01 persen menjadi US$ 1.344,56 per ounce. Harga sempat menyentuh US$ 1.332,30 per ounce di sesi sebelumnya, terendah sejak 23 Januari.

Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman April naik US$ 4,80, atau 0,4 persen menjadi US$ 1.347,90 per ounce.

The Fed memutuskan mempertahankan suku bunganya pada hari Rabu namun menaikkan outlook inflasi dan menandai kemungkinan kenaikan secara bertahap.

Satu hal yang bisa mendorong Bank Sentral kembali menaikkan suku bunganya tiga kali pada tahun ini adalah upah.

“Data pekerjaan pasti terus melaju lebih tinggi dengan tingkat pengangguran yang menurun, tapi upah sudah tak berubah,” kata Chris Gaffney, Presiden World Market Jacksonville, yang berbasis di Florida.

Gaffney menambahkan, data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan, tingkat pengangguran yang lebih rendah dan upah yang lebih tinggi akan memberi sinyal kekuatan dalam ekonomi, dan bisa menguatkan dolar kemudian menekan emas.

Harga emas menguat 3,2 persen pada Januari dipicu penurunan dolar ke posisi terendah dalam tiga tahun terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Indeks dolar beringsut lebih rendah setelah Fed memberi isyarat keyakinan tentang inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS. Penguatan pandangan itu akan menaikkan suku bunga beberapa kali tahun ini.

Kekhawatiran inflasi umumnya meningkatkan emas, yang dilihat sebagai safe haven. Tapi harapan the Fedakan menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi membuat emas kurang menarik.

Adapun harga perak tergelincir 0,6 persen menjadi US$ 17,20 per ounce dan Platinum turun 0,5 persen menjadi US$ 999,50 per ounce.

Palladium 0,3 persen lebih tinggi ke posisi US$ 1.030,97 per ounce setelah menyentuh US$ 1.013,72 di awal sesi, terendah sejak 18 Desember. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Makin Berkilau Usai Pertemuan The Fed

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas menguat ke level tertinggi yang dipengaruhi gerak dolar Amerika Serikat (AS) dan pertemuan bank sentral AS atau the Federal Reserve.

Harga emas untuk pengiriman April naik US$ 2,9 per ounce ke posisi US$ 1.343,30. Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Maret menguat ke posisi US$ 17.26 per ounce. Demikian mengutip laman Kitco, Kamis (1/2/2018).

Hasil pertemuan bank sentral AS atau the Federal Reserve mempertahankan suku bunga. Hal ini sesuai harapan. Dalam pernyataan the Federal Reserve menyebutkan kalau, ekonomi AS makin kuat sehingga inflasi ada kemungkinan naik.

Pasar cenderung netral terhadap pernyataan the Feeral Reserve tersebut. Adapun pertemuan the Federal Reserve dalam dua hari ini merupakan pertemuan terakhir the fedderal Reserve yang dipimpin oleh Janet Yellen.

Selain itu, faktor yang pengaruhi harga emas yaitu harga minyak berada di kisaran US$ 64,50 per barel. Rilis data ekonomi lainnya pengaruhi pasar yaitu rilis data ekonomi AS National Employment yang sebut data tenaga kerja bertambah 234 ribu pada Januari 2018. Angka ini melebihi perkiraan analis sekitar 190 ribu. Harga emas sempat tergelincir merespons laporan tersebut, tetapi kemudian kemabli naik.

Pada pekan ini, pelaku pasar menanti data tenaga kerja bulanan Amerika Serikat yang disampaikan Departemen Tenaga Kerja. Diperkirakan data tenaga kerja bertambah 177 ribu.

Selain itu, secara teknikal, harga emas ditutup dekati level terendah. Akan tetapi harga emas dapat kembali naik lebih tinggi dalam jangka pendek. Harga emas diperkirakan naik dalam jangka pendek jika mampu tutup di atas level resistance US$ 1.370. Harga emas berada di level terendah US$ 1.320 dan resistance di kisaran US$ 1.339 dan US$ 1.350.

Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga pada pertemuan awal 2018 ini. Akan tetapi, the Fed menyatakan inflasi bakal naik pada 2018.

Hal ini juga menunjukkan kalau suku bunga the Fed berpotensi naik pada Maret di bawah pimpinan the Fed yang baru Jerome Powell. Pada pertemuan awal 2018, suku bunga the Fed tetap di 1,25 persen-1,5 persen.

Dengan kenaikan solid dalam data tenaga kerja, pengeluaran rumah tangga dan investasi, the Fed memperkirakan ekonomi tumbuh dalam kecepatan moderat. Pasar tenaga kerja pun akan tetap kuat pada 2018.

“Inflasi akan meningkat pada 2018, dan untuk menstabilkan target the Fed dua persen dalam jangka pendek,” tulis pernyataan bank sentral yang berada di bawah pimpinan Janet Yellen.

The Fed juga mengatakan kalau memilih Jerome Powell untuk menggantikan Janet Yellen yang efektif pada 3 Februari. Powell telah bekerja sama dengan Yellen dalam beberapa tahun terakhir. Powell dinominasikan oleh Donald Trump dan dikonfirmasi oleh Senat AS.

Powell diharapkan tidak ubah kebijakan yang dipegang Yellen. Janet Yellen mempelopori mengangkat suku bunga dari nol di tengah ekonomi pulih dan memacu pertumbuhan lapangan kerja usai resesi 2007-2009.

The Fed membuat kebijakan mempertimbangkan ekonomi AS meningkat dan tingkat pengangguran turun ke level terendah dalam 17 tahun di kisaran 4,1 persen. Akan tetapi, the Fed menegaskan kalau kenaikan suku bunga secara bertahap masih diperlukan.

“The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga pada Maret tetapi sudah selesai,” ujar Bruce Bittles, Chief Investment Strategist Robert W.Baird and Co seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (1/2/2018).

Usai rilis the Fed pertahankan suku bunga, bursa saham AS sedikit menguat. Pelaku pasar terus bertaruh kalau the Fed menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2018.

Diperkirakan the Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan berikut pada Maret 2018. The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2017. Selain itu, the Fed juga akan memangkas neraca pada jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kenaikan suku bunga ini juga akan bergantung pada kenaikan inflasi yang terus berlanjut. The Fed juga mencatat kalau inflasi ada kenaikan dalam beberapa bulan terakhir tetapi masih rendah. Ada pun pernyataan the Fed belum membahas kemungkinan dampak perbaikan pajak oleh Presiden AS Donald Trump terhadap pertumbuhan ekonomi. Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Menunggu Keputusan The Fed, Harga Emas Turun

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas tergelincir ke level terendah dalam satu pekan pada perdagangan Selasa. Pelaku pasar menunggu pidato tahunan Presiden AS Donald Trump dan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).

Pidato Donald Trump ini dilakukan di tengah membaiknya data-data ekonomi AS seperti penjualan, tenaga kerja dan lainnya.

Mengutip Reuters, Rabu (31/1/2018), harga emas di pasar spot turun 0,22 persen ke US$ 1.336,99 per ounce pada pukul 01.49 waktu London.

Sebelumnya, harga emas menyentuh titik terendah dalam satu minggu di US$ 1.334,10 per ounce.

Emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun US$ 4,90, atau 0,4 persen, di US$ 1.335,40 per ounce.

Analis senior RJO Futures Josh Graves menjelaskan, pelaku pasar sedang menata kembali portofolio mereka sambil menunggu pidato donald Trump dan pengumuman kebijakan moneter the Fed.

“Banyak yang melakukan reposisi pada perdagangan hari ini,” jelas dia.

Sebelumnya pasar menguat karena adanya pandangan bahwa The Fed belum terlalu agresif dalam merombak kebijakan moneter.

Pada perdagangan kemarin, harga emas turun seiring menguatnya kembali nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang membuat investor mencairkan simpanan logam mulianya. Harga emas melemah usai mencapai kenaikan mingguan keenam dalam tujuh pekan.

“Kami melihat emas di bawah tekanan karena kondisi global,” kata Walter Pehowich, Wakil Presiden Investasi Dillon Gage Metals.

Imbal hasil obligasi AS mencapai angka tertinggi multiyears dipicu ekspektasi jika bank sentral di seluruh dunia akan mengurangi stimulus seiring membaiknya perekonomian. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi membuat harga emas menjadi lebih murah.

“Manajer aset telah meningkatkan ekspos terhadap emas sejak awal tahun ini,” kata Aahli Strategi TD Securitie, Daniel Ghali.

Harga emas sebagian besar mendapat keuntungan dari penurunan dolar ke posisi terendah dalam tiga tahunyang terjadi baru baru ini. Namun menguatnya kembali mata uang ini pada Senin setelah melemah dalam enam minggu berturut-turut membuat harga emas kembali kehilangan kemilaunya.

Kenaikan imbal hasil obligasi membantu penguatan greenback, yang dikemas dengan data AS. Namun ini tetap di jalur penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2016. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Imbal Hasil Obligasi Naik Susutkan Harga Emas

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas turun seiring menguatnya kembali nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang membuat investor mencairkan simpanan logam mulianya. Harga emas melemah usai mencapai kenaikan mingguan keenam dalam tujuh pekan.

“Kami melihat emas di bawah tekanan karena kondisi global,” kata Walter Pehowich, Wakil Presiden Investasi Dillon Gage Metals seperti mengutip laman Reuters, Selasa (30/1/2018).

Harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi US$ 1.342,56 per ounce. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun US$ 11,80, atau 0,9 persen ke posisi US$ 1.340,30 per ounce.

Harga emas telah meningkat lebih dari 3 persen bulan ini, di mana sampai Desember menyentuh level tertinggi sejak Agustus 2016, di US$ 1,366.07 per ounce.

Imbal hasil obligasi AS mencapai angka tertinggi multiyears dipicu ekspektasi jika bank sentral di seluruh dunia akan mengurangi stimulus seiring membaiknya perekonomian. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi membuat harga emas menjadi lebih murah.

“Manajer aset telah meningkatkan ekspos terhadap emas sejak awal tahun ini,” kata Aahli Strategi TD Securitie, Daniel Ghali.

Harga emas sebagian besar mendapat keuntungan dari penurunan dolar ke posisi terendah dalam tiga tahunyang terjadi baru baru ini. Namun menguatnya kembali mata uang ini pada Senin setelah melemah dalam enam minggu berturut-turut membuat harga emas kembali kehilangan kemilaunya.

Kenaikan imbal hasil obligasi membantu penguatan greenback, yang dikemas dengan data AS. Namun ini tetap di jalur penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2016.

Mata uang AS berada di bawah tekanan minggu lalu setelah Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengindikasikan bahwa dia mendukung secara luas dolar yang lemah, meskipun Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan dia ingin melihat greenback menguat.

Pedagang saat ini menunggu rilisnya data pekerjaan AS dan hasil dari pertemuan Federal Reserve pada  pekan ini.

Di antara logam mulia lainnya, perak turun 1,2 persen menjadi US$ 17,19 per ounce. Angka ini menguat 2,3 persen pada minggu lalu, keuntungan terbesar untuk logam mulia lainnya.

Platinum, logam mulia berkinerja terbaik tahun ini. Sejauh ini, turun 0,2 persen ke posisi US$ 1.007,80 per ounce. Palladium turun 0,4 persen menjadi US$ 1.087,90 per ounce,mendekati level terendah dalam 2 setengah minggu. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Liputan 6