PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA



This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Rekomendasi Pergerakan Harga Emas Hari Ini

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas dan perak turun sedikit pada awal dari perdagangan Amerika Serikat hari Jumat kemarin setelah apa yang dipandang pasar sebagai laporan “employment” AS yang secara umum bagus – meskipun angka kunci non-farm payrolls muncul sedikit dibawah daripada yang diperkirakan.

Emas berjangka bulan Desember terakhir turun $3.50 pada $1,510.30 per ons. Harga perak Comex bulan Desember terakhir turun $0.166 pada $17.515 per ons.

Laporan situasi employment AS untuk bulan Septembe dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan angka non-farm payrolls kunci bertambah 136.000. Ini adalah sedikit dibawah daripada yang diperkirakan konsensus pertambahan 145.000. Namun, beberapa laporan internal dianggap bagus, termasuk tingkat pengangguran keseluruhan yang turun dan berada pada kerendahan selama 50 tahun, yaitu 3.5% lebih rendah daripada yang diperkirakan. Meskipun demikian diperlukan laporan pekerjaan yang lebih kuat secara signifikan sekarang ini untuk menggeser trader dan investor dari pendapat umum bahwa pemangkasan tingkat suku bunga  berikutnya akan datang dari Federal Reserve segera, menyusul laporan manufaktur dari Eropa dan Amerika Serikat yang buruk pada minggu lalu.

Pasar saham AS dan dolar AS bergerak naik dari level harga yang lebih rendah dalam perdagangan semalam, setelah munculnya laporan “employment” AS ini.

Saham-saham Asia dan Eropa bercampur dalam perdagangan semalam. Pasar saham AS yang goyah pada minggu lalu membuat para trader dan investor “nervous” memasuki akhir minggu lalu.

Pergerakan naik harga emas terus memimpin pergerakan harga emas dengan para analis dari Wall Street dan para investor dari Main Street tetap kokoh “bullish” terhadap metal kuning dengan harga emas berhasil memperoleh kembali level $1,500 mengakhiri akhir minggu, menurut Survei Emas Mingguan dari Kitco News yang terbaru.

Pergerakan naik harga emas secara keseluruhan memiliki keuntungan tehnikal jangka pendek. Obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $1,543.30 setelah melewati $1,522.20 dan kemudian $1,525.80. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,465.00 setelah melewati $1,500.00 dan kemudian $1,490.00. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 4 Oktober 2019

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Harga emas dan perak diperdagangkan tidak jauh dari harga awalnya pada permulaan perdagangan sesi Amerika Serikat hari Kamis kemarin. Para trader metal berharga sedang melihat pada pasar saham AS untuk mendapatkan arahan. Lebih banyak tekanan jual di saham akan bisa memicu lebih banyak permintaan “safe-haven” untuk emas dan perak. Namun, “rebound” yang signifikan di pasar saham akan bisa menekan metal berharga.

Emas berjangka bulan Desember terakhir turun $1.10 per ons pada $1,506.80. Harga perak berjangka Comex bulan Desember terakhir turun $0.063 pada $17.62 per ons.

Saham Asia dan Eropa mendekati stabil, mengarah ke melemah semalaman. Indeks saham Amerika Serikat mengarah ke stabil pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Pasar Cina ditutup minggu ini untuk liburan.

Masih ada kekuatiran perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global yang menggantung di pasar dunia setelah beberapa data manufaktur yang suram yang muncul dari Amerika Serikat dan Uni Eropa pada awal minggu ini.

Keputusan atas pertikaian perdagangan dari World Trade Organization yang memihak kepada Amerika Serikat dari Uni Eropa mengenai pesawat terbang telah menggetarkan pasar Eropa, dengan Amerika Serikat kemudian mengumumkan pada hari Rabu akan mengenakan tarif impor atas produk-produk Uni Eropa yang masuk ke Amerika Serikat.

Indeks dolar AS naik sedikit pada awal perdagangan sesi AS. USDX menyentuh ketinggian dua tahun pada awal minggu ini dan kelihatannya “greenback” akan terus terapresiasi paling tidak dalam jangka pendek. Sementara, harga minyak mentah Nymex sedikit turun dan diperdagangkan disekitar $52.50 per barel. Harga minyak ada dalam penurunan yang tajam dari ketinggian yang menjulang yang tercatat pada bulan September.

Secara keseluruhan kenaikan emas memiliki keuntungan tehnikal jangka pendek. Obyektif kenaikan harga emas selanjutnya adalah menembus “resistance” yang solid di $1,525.00 setelah melewati $1,511.70 dan kemudian $1,515.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,465.00 setelah melewati $1,500.00 dan kemudian $1,490.00. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 3 Oktober 2019

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas dan perak naik solid pada pertengahan perdagangan sesi Amerika Serikat hari Rabu kemarin karena permintaan “safe-haven” dengan naiknya keengganan terhadap resiko pada pertengahan minggu. Pasar saham dunia mengalami aksi jual karena keprihatinan soal pertumbuhan perdagangan dan ekonomi global.

Emas berjangka bulan Desembar terakhir naik $17.90 per ons pada $1,506.90. Harga perak Comex bulan Desember terakhir naik $0.388 pada $17.695 per ons.

Laporan manufaktur yang buruk dari Amerika Serikat dan Eropa pada hari Selasa kemarin menghantui para trader dan investor. Aktifitas manufaktur di Amerika Serikat melambat ke kerendahan 10 tahun pada bulan September, menurut Institute of Supply Management (ISM). Banyak yang setuju bahwa perang dagang AS dengan Cina adalah yang paling banyak bisa dijadikan alasan terjadinya perlambatan pertumbuhan perdagangan dan ekonomi global.  Retorika dari kedua belah pihak kadang-kadang memburuk, kadang-kadang membaik, membuat para trader dan investor bingung.

Pasar saham Asia dan Eropa juga kebanyakan turun semalam. Bulan Oktober bisa menjadi bulan yang tidak bersahabat terhadap para trader pasar saham.

Kekerasan di Hong Kong meningkat eskalasinya pada minggu ini, di tengah hari Libur nasional di Cina. Seorang protester ditembak oleh polisi dan berada dalam kondisi yang kritis. Hal ini juga menambah kecemasan di pasar.

Laporan “employment” nasional dari ADP untuk bulan September muncul di 135.000, lebih buruk daripada angka pertumbuhan pekerjaan ADP yang diperkirakan sebesar 140.000. Laporan ADP dianggap sebagai pendahulu bagi Laporan “employment” (NFP) yang lebih penting dari Departemen Tenaga Kerja AS, pada hari Jumat yang akan datang.  Angka NFP untuk bulan September diperkirakan akan naik sebanyak 145.000 pekerjaan.

Hal kunci diluar pasar metal adalah indeks dolar AS yang mendekati stabil pada pertengahan hari trading. Sementara harga minyak mentah Nymex menurun dan diperdagangkan sekitar $52.60 per barel.

Secara tehnikal, kenaikan harga emas memiliki keuntungan tehnikal dalam jangka pendek dan telah mendapatkan pijakannya pada pertengahan minggu. Obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $1,525.00 setelah melewati $1,515.00 dan kemudian $1,520.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,465.00 setelah melewati $1,500.00 dan kemudian $1,490.00. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Liputan 6

Data Manufaktur AS Melemah, Harga Emas Kembali Melambung

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas naik pada perdagangan Selasa, berbalik arah dari sesi sebelumnya ketika menyentuh level terendah dalam dua bulan. Kenaikan harga emas ini terjadi karena dolar AS tertekan setelah data manufaktur AS melemah.

Dengan pelemahan data ekonomi tersebut maka mendorong persepsi dari pelaku pasar bahwa kemungkinan besar Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) akan memangkas suku bunga.

Mengutip CNBC, Rabu (2/10/2019), harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi USD 1.482,28 per ounce, setelah menentuh level terendah sejak 6 Agustus di USD 1.458,50 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 1,1 persen ke level USD 1.488,30 per ounce.

Sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada September ke level terlemah dalam lebih dari satu dekade karena kondisi bisnis semakin memburuk di tengah ketegangan perang dagang dengan China.

“Ini menunjukkan mungkin ada koreksi signifikan dalam perekonomian dan pelaku pasar akan kembali ke instrumen lindung nilai sekarang,” kata Phillip Streible, analis senior di RJO Futures.

“Data yang lebih lemah ini mungkin mendukung penurunan suku bunga Fed lagi dan sebagai hasilnya, harga emas mungkin mendapatkan bonus bergerak ke level yang lebih tinggi,” katanya.

Pasar saham AS berubah terbakar dan dolar AS memangkas keuntungan setelah data manufaktur tersebut keluar. Sementara itu, imbal hasil surat utang atau obligasi AS, jatuh ke posisi terendah.

Namun, harga emas telah kehilangan hampir USD 100 sejak mencapai puncak di USD 1.557 per ounce pada awal September, sebagian besar karena kekuatan dolar AS.

Perdagangan Sebelumnya
Harga berbagai logam mulia pada perdagangan Senin (30/9) merosot tajam. Harga emas turun hampir 2 persen. Hal ini menunjukkan tren penurunan dalam satu bulan terakhir.

Merosotnya harga emas ini dipicu oleh semakin kuatnya Dolar AS akibat geopolitik AS yang dianggap mulai lancar.

Dikutip Liputan6.com dari laman CNBC, Selasa (1/10/2019), Harga emas merosot 1,8 persen menjadi USD 1,469.61 setelah dolar mencapai penguatan tertinggi. Ini sekaligus menjadikan Dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sebelumnya, harga emas sempat turun sekitar 2 persen ke level terendah sejak 6 Agustus di USD 1,465.90. Namun untuk kuartal ini, emas telah meningkat lebih dari 4 persen.

“Emas dan perak terus menurun terhadap dolar yang sedikit menguat dan lanskap geopolitik yang relatif lancar,” kata analis INTL FCStone Edward Meir dalam sebuah catatan. Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 1 Oktober 2019

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas turun dengan solid dan menyentuh kerendahan 7 minggu pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Senin kemarin. Harga perak menyentuh kerendahan 5 minggu kemarin. Lebih banyak minat terhadap resiko di pasar pada awal minggu menjadi faktor “bearish” bagi metal “safe-haven”.  Indeks dolar AS yang kuat yang menyentuh ketinggian baru selama setahun pada hari Jumat, juga membantu menekan pasar metal berharga.

Emas berjangka bulan Desember terakhir turun $14.70 per ons pada $1,491.80. Harga perak Comex bulan Desember terakhir turun $0.382 pada $17.27 per ons.

Ada sedikit berkurangnya keengganan terhadap resiko di pasar pada hari Senin kemarin, setelah pasar dilanda laporan pada hari Jumat yang lalu, bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk membatasi investasi investor AS di Cina, termasuk men-de-listing perusahaan-perusahaan Cina dari bursa saham AS. Namun, laporan pada akhir minggu mengatakan bahwa pemerintahan Trump tidak sedang mempertimbangkan pergerakan tersebut.

Pasar saham Asia bercampur kebanyakan melemah, sementara pasar saham Eropa juga dalam keadaan bercampur di dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah sedikit lebih tinggi pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Hari ini adalah hari perdagangan yang baru memasuki bulan dan kuartal yang baru, yang membuat hari ini menjadi hari yang ekstra penting dari perspektif tehnikal.

Pasar saham Asian mengalami tekanan jual setelah demonstrasi di Hong Kong selama 17 minggu berturut-turut tanpa berhenti. Minggu lalu menjadi yang paling buruk, dengan banyak yang ditangkap setelah para protestor membombardir polisi dengan segala sesuatu dari batubata sampai bom Molotov.

Faktor kunci diluar pasar metal kemarin adalah turunnya harga minyak mentah Nymex dan diperdagangkan disekitar $55.25 per barel.

Harga emas sempat tergelincir ke bawah “support” $1,484 pada hari Senin kemarin setelah aksi jual. Sejak menyentuh puncak pada tanggal 4 September, harga metal berharga telah turun hampir 5% dengan para investor mengambil untung dari rally belakangan ini – bersamaan dengan penurunan di dalam keengganan terhadap resiko. Sekarang harga emas cenderung melanjutkan penurunannya ke “support” berikutnya di $1,462 dan kemudian ke $1,450. Apabila terjadi sebaliknya, harga emas akan berhadapan dengan “resistance” awal di $1,507 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke $1,517 dan kemudian $1,537. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews