PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA



This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Harga Emas Menguat di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas naik tipis pada perdagangan Kamis, mematahkan penurunan yang telah terjadi pada dua sesi perdagangan sebelumnya. Penguatan harga emas ini terhadi di tengah kekhawatiran atas perang dagang yang semakin intensif antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Mengutip Reuters, Jumat (13/7/2018), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.244 per ounce. Di sesi sebelumnya, harga emas sempat tergelincri 1 persen hingga mencapai titik terendah mingguan di 1.240,89 per ounce.

Dagang AS vs China
Sedangkan untuk harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus sedikit berubah menjadi USD 1.244 per ounce.

“Hari ini menjadi salah satu dimana perang dagang membawa minat pelaku pasar untuk mengoleksi emas,” jelas kepala analis ThinkMarkets.com, Naeem Aslam.

“Kami tahu bahwa Trump serius mengenakan tarif datang kepada China dan reaksi balasan China diperkirakan akan ada kecenderungan meningkat sehingga memberikan tenaga sedikit lebih lama kepada emas,” lanjut dia.

Perdagangan saham dan komoditas sedikit pulih pada hari Kamis setelah mengalami tekanan yang sangat dalam pada perdagangan sebelumnya. Tekanan tersebut karena kekhawatiran akan perang dagang yang akan bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global.

China menuduh Amerika Serikat (AS) melakukan intimidasi dan memperingatkan akan memukul balik setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan taruhan dalam sengketa perdagangan mereka.

Siasat Balas Dendam China ke AS
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut antusias penunjukkan negaranya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama dengan Kanada dan Meksiko. (AFP/Nicholas Kamm)

China selama ini mendominasi ekonomi di Asia, dan negara tersebut tengah melakukan ekspansi ekonomi ke Eropa, bahkan Afrika. Sayang, ambisi mereka sedang diguncang perang dagang.

Dilansir CNBC, China yang bersumpah melakukan balas dendam telah memiliki sejumlah rencana selain menerapkan tarif balasan. Salah satunya adalah mempersiapkan industri agrikultur agar tidak bergantung pada kedelai.

China merupakan tujuan utama ekspor kedelai AS. Hampir setengah produksi kedelai Amerika Serikat (AS) dikirim ke negara tersebut. Sebelumnya, China sudah membatalkan pesanan impor kedelai AS sebesar 1,1 juta ton. Umumnya, kedelai itu dipakai sebagai pakan 700 juta babi di sana.

Merespons langkah China, konsultan Majelis Ekspor Kedelai AS John Baize pesimistis terhadap efektifnya rencana China.

“Tidak banyak yang bisa mengganti kacang kedelai. Cepat atau lambat kau butuh suplemen protein,” ucapnya. Ia menambahkan rencana penyetopan kedelai AS hanya rencana politisi yang tidak memahami keadaan ternak.

Media pemerintah China, Global Times, menyebut perang dagang ini sebagai trik pemerasan AS. Mereka juga menyatakan pihak pemerintah telah siap mengambil langkah retaliasi.

“Pemerintahan China telah siap mengambil tindakan pembalasan kapanpun diperlukan,” tulis Global Times.

Lebih lanjut, media China mengakui adanya perusahaan-perusahaan ekspor China sedang menderita akibat perang dagang. Pemerintah China juga menyebut bisa mengurangi ketergantungan dari AS.

“Masyarakat China marah dengan hegemoni dagang AS. Beberapa perusahaan-perusahaan ekspor di China telah menderita secara langsung dari perang dagang dan pantas mendapat bantuan pemerintah untuk meminimalisir kerugian. Pemerintah China bisa menyesuaikan ekonomi dan dagang agar mengurangi ketergantungan dengan AS,” tulis Global Times. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

AS Ancam Tarif Baru Barang China Picu Harga Emas Merosot

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas melemah didorong sentimen Amerika Serikat (AS) akan kenakan tarif baru impor barang China senilai USD 200 miliar.

Selain itu, dolar AS menguat juga menekan harga emas. Pemerintahan AS di bawah kepemimpinanDonald Trump merinci daftar produk China yang dapat kena tarif 10 persen. Rencana tersebutjuga akan meminta tanggapan publik selama dua bulan sebelum pungutan dikenakan.

Sentimen tersebut mendorong dolar AS ke level tertinggi dalam 11 bulan terhadap yuan dan memukul dolar Australia. Akan tetapi, euro cenderung tidak bergerak. Dolar AS yang menguatmembuat emas lebih mahal untuk investor non-AS.

“Emas merasakan tekanan dan dolar AS lebih kencang menguat,” ujar Direktur High Ridge Futures, David Meger, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (12/7/2018).

Harga emas di pasar spot naik 0,9 persen berada di posisi USD 1.243,57 per ounce sebelum turun dari level terendah dalam delapan hari di kisaran USD 1.242,55.

Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun USD 11 atau 0,9 persen ke posisi USD 1.244,40 per ounce.

“Opsi emas akan terus semakin tinggi berarti diposisikan harga naik.Ini artinyaposisi investor terhadap harga akan terus naik,” ujar Analis ING Oliver Nugent.

Namun sentimen tarif impor baru terhadap barang China yang akan dikenakan AS pengaruhiharga emas. Emas di pasar spot dapat tembus di level support USD 1.247 per ouncedan jatuh ke arah support berikutnya di USD 1.237 karena sudah bangkit dari levelterendah pada 3 Juli 2018 yaitu di posisi USD 1.237,32.

“Karena risiko perdagangan meningkat, investor berlindung. Sebagai hedge fund saya selalu memiliki emas dan ini menjadi lebih menantang karena dolar AS,”kata Kepala Perdagangan APAC, Stephen Innes.

Harga logam lainnya juga tertekan. Harga perak turun 1,4 persen ke posisi USD 15,82 per ounce.Harga platinum susut 1,4 persen ke posisi USD 830,60. Harga palladium turun 0,2 persenke posisii USD 939,50 per ounce.PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Tergelincir Penguatan Dolar AS

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas jatuh terbebani penguatan Dolar Amerika Serikat (AS). Indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya menguat 0,33 persen ke posisi 94,386 setelah turun ke level terendah sejak pertengahan Juni pada Senin.

Melansir laman Reuters, Rabu (11/7/2018), harga emas di pasar Spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.255,09 per ounce, setelah turun dari posisi tertinggi sejak 26 Juni di USD 1,265.87 pada sesi sebelumnya.

Adapun harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus stabil USD 4,20, atau 0,3 persen ke posisi USD 1.255,40 per ounce.

“Jika kekuatan dolar ini berlanjut, kita bisa melihat penurunan harga hingga USD 1,240, terendah dari minggu lalu dan pertengahan Desember, ” kata Carsten Fritsch, Analis Komoditas Commerzbank di Frankfurt.

Harga emas telah mengalami downtrend sejak menyentuh USD 1.365,23 pada 11 April, posisi terkuat sejak 25 Januari.

Perdagangan emas dipengaruhi penguatan Dolar. Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama menguat 0,33 persen sebesar 94,386 setelah turun ke level terendah sejak pertengahan Juni pada hari Senin.

Dolar yang lebih kuat membuat emas dalam denominasi mata uang ini menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Pasar saham menguat, pembeli luar negeri perlu Dolar untuk membayar saham, jadi harga emas menjadi mahal,” kata George Gero, Direktur Pengelolaan RBC Wealth Management. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Melonjak Imbas Perang Dagang AS vs China

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup lebih tinggi pada Senin, karena investor beralih ke pembelian asel safe-haven seperti emas di tengah perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Dilansir dari Xinhua, Selasa (10/7/2018), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik USD 3,8 atau 0,3 persen menjadi USD 1.259,6 per ounce.

Investor sangat khawatir tentang dampak dari perang perdagang antara dua ekonomi teratas dunia setelah Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif tambahan 25 persen pada produk China senilai USD 34 miliar pada hari Jumat.

Dolar AS diperdagangkan lebih tinggi pada akhir perdagangan pada hari Senin, tetapi turun 0,5 persen sepanjang bulan ini. Pelemahan dolar AS dapat membuat aset dipatok terhadap mata uang, termasuk emas, lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September bertambah USD 7 sen atau 0,44 persen menjadi USD 16,139 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD 4,9 atau 0,58 persen menjadi USD 853,5 per ounce.

Perang Dagang AS-China
Pada Jumat (6/7/2018), Pemerintahan Donald Trump resmi memulai perang dagang dengan diberlakukannya tarif sebesar USD 34 miliar kepada produk-produk asal China. Kementerian Perdagangan China mengaku siap melawan.

Menurut lansiran CNBC, Kementerian Perdagangan China menyatakan tidak punya pilihan lain selain melawan balik. Pihak kementerian menambahkan bahwa langkah Amerika Serikat (AS) dapat merusak rantai suplai dan nilai global, ditambah dengan membuat pasar bergejolak.

Seraya ingin tampil berbeda dengan Trump, pihak China mengklaim akan terus melakukan reformasi domestik dan membuka diri. Sebelumnya, Presiden Donald Trump menolak istilah perang dagang, sebab menurutnya perang tersebut sudah terjadi, dan AS sudah kalah.

“Kita tidak sedang dalam perang dagang dengan China, perang tersebut sudah dibuat kalah bertahun-tahun lalu oleh orang-orang bodoh atau tak kompeten yang mewakili AS,” ujar Trump di akun Twitter-nya pada awal April lalu.

“Sekarang kita memiliki Defisit Dagang sebesar USD 500 miliar dalam setahun, ditambah kerugian Pencurian Hak Kekayaan Intelektual sebesar USD 300 miliar. Kita tak bisa membiarkan ini berlanjut!” pungkasnya.

Langkah sanksi ini tetap dilaksanakan Trump meski ia sempat memuji Xi Jinping sebagai sahabatnya.  Pihak China pernah mengancam membalas tarif ke produk AS seperti kacang kedelai. Trump tidak bergeming pada ancaman itu, malah pemerintahannya menyebut siap menambah tarif sampai USD 500 miliar.

Selama ini Trump memang selalu mengeluhkan nasib perdagangan AS yang ia anggap selalu dirugikan negara lain, baik itu negara sekutu maupun musuh. Selain China, negara-negara lain yang terancam kena sanksi tarif Trump adalah Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa. Bahkan, Indonesia pun disebut bisa terimbas perang dagang ini. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Dolar dan Perang Dagang AS-China Bikin Harga Emas Jatuh

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas jatuh, namun keluar dari posisi terendahnya seiring pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan ekuitas.

Bila secara mingguan, logam mulia mencatat kenaikan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Melansir laman Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,2 persen ke posisi USD 1.254,45 per ounce. Harga emas menuju kenaikan mingguan pertamanya dalam empat pekan.

Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik USD 3 atau 0,2 persen, menjadi USD 1.255,80 per ounce.

“Emas membutuhkan lebih dari perang dagang untuk mendorongnya lebih tinggi. Itu membutuhkan volatilitas dalam ekuitas, data ekonomi yang lebih lemah,” ujar Josh dari RJO Futures.

Dolar jatuh setelah data menunjukkan tingkat pengangguran AS meningkat dan upah tumbuh kurang dari perkiraan pada bulan Juni.

Kenaikan upah adalah tanda yang diawasi ketat oleh pemerintah AS, karena berdampak ke tingkat inflasi yang dapat mendorong kenaikan suku bunga lebih banyak oleh Federal Reserve.

Dolar yang lemah cenderung mengangkat emas, sebab membuat logam mulia ini lebih murah bagi investor non-AS.

Perang Dagang

Rencana pengenaan tarif impor AS kepada China ikut mempengaruhi pasar emas. Amerika berencana mengenakan tarif impor senilai USD 34 miliar pada produk China, yang berlaku di hari Jumat.

Akibat ini, China menegaskan untuk membalasnya dengan mengenakan tarif sebesar 25 persen untuk impor senilai USD 34 miliar.

Memang, pasar menyerap kebijakan pengenaan tarif dengan tenang. Ini terlihat pada pasar saham yang justru naik. Meningkatnya pasar saham menekan harga emas karena permintaan logam mulia berkukrang.

Adapun harga perak naik 0,2 persen menjadi USD 16,01 per ounce. Kemudian harga platinum turun 0,1 persen menjadi USD 841,24. Adapun harga Palladium tergelincir 0,2 persen menjadi USD 949,95 per ounce. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6