PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Nikkei Terpukul; Data Inflasi Jepang Kurang Mengesankan

Jum’at, 26 September 2014

Bursa saham Asia pada perdagangan Jumat pagi ini terjadi penurunan yang signifikan (26/9). Sentimen negatif berkembang di Asia setelah Wall Street mengalami penurunan paling parah dalam nyaris dua bulan belakangan. saham-saham teknologi paling tajam alami aksi jual dan menekan Nasdaq anjlok sebesar 2 persen.

Pada perdagangan di bursa saham Jepang hari Jumat pagi ini indeks Nikkei tampak terpuruk. Nikkei terjerat aksi ambil untung di tengah sentiment negative Asia. Indeks benchmark tersebut terpukul turun dari posisi penutupan tertinggi dalam 7 tahun belakangan yang dicapai kemarin. Kenaikan yen juga menjadi penyebab lesunya bursa saham.

Rilis data dari Jepang pagi ini turut memberikan sentiment negative ke bursa. Inflasi konsumen di bulan Agustus lalu ternyata lebih rendah dari ekspektasi.

Saham-saham teknologi di bursa Jepang terpukul iringi sentiment negatif sektor teknologi di Wall Street. Olympus melemah 2.5 persen. Hitachi dan Toshiba mengalami penurunan masing-masing lebih dari 1 persen.

Suntory Beverage mengalami penurunan sebesar 1 persen di tengah kabar bahwa perusahaan akan memisahkan bisnis produksi bir dan spirits dari Suntory Liquors. Sebuah perusahaan baru ? Suntory Beer ? akan dibentuk untuk mengoperasikan bisnis birnya.

Hari ini indeks spot Nikkei terpuruk setelah kemarin naik tajam. Indeks Nikkei melemah sebesar 197.05 poin atau setara dengan 1.2 persen dan berada di level 16177.56 poin.

Indeks berjangka Nikkei pagi ini dibuka pada posisi 16115 poin. Indeks berjangka turun tipis 10 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Saat ini indeks berjangka sudah berada pada posisi 16200 poin.

Sumber : Vibiznews

Ika Akbarwati/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
Foto: Wikipedia