PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Nikkei Kembali Mantap di Posisi Tertinggi dalam 8.5 Bulan

Jum’at, 19 September 2014

Pada perdagangan di bursa saham Jepang hari Jumat pagi ini kembali terjadi kenaikan yang membawa indeks Nikkei ke level paling tinggi sejak bulan Desember tahun 2013 lalu (19/9). Nikkei bergerak menguat untuk dua hari berturut-turut masih didukung oleh nilai tukar yen yang mengalami penurunan ke level terendah dalam 6 tahun terhadap dollar AS.

Sentiment positif muncul setelah bursa saham Wall Street kembali ditutup dengan membukukan rekor tertinggi dini hari tadi. Angka klaim pengangguran pekan lalu mengalami penurunan ke level paling rendah dalam dua bulan belakangan dan mendoron prospek membaiknya sektor tenaga kerja di negara tersebut.

Sementara itu bank sentral Tiongkok atau PBOC juga membawa kabar baik. Kemarin PBOC telah menurunkan suku bunga REPO 14 hari sebesar 20 bps menjadi 3.5 persen di tengah upaya untuk meringankan biaya pinjaman jangka pendek perbankan. PBOC juga diperkirakan akan menginjeksi likuiditas sebesar 1.3 miliar dollar ke pasar uang minggu ini.

Saham lapis biru menjadi factor utama yang mengangkat kinerja Nikkei pagi ini. Fast Retailing mengalami rally nyaris 3 persen. Saham Mitsubishi UFJ dan Sumitomo Mitsui Financial masing-masing mengalami kenaikan lebih dari 1 persen.

Hari ini indeks spot Nikkei melanjutkan kenaikan. Indeks spot Nikkei bergerak menguat sebesar 139.04 poin atau 0.87 persen di posisi 16206.61 poin.

Indeks berjangka Nikkei pagi ini dibuka pada posisi 16125 poin. Indeks berjangka turun tipis sebesar 5 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Saat ini indeks berjangka Nikkei tampak berada di kisaran tertinggi sejak Desember 2013.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka di bursa saham pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan terbatas. Indeks berjangka berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 16050 ? 16250 poin.

Sumber : Vibiznews

Ika Akbarwati/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN?
Editor: Jul Allens
Foto: Wikipedia