PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Ngeri, Bayi 16 Bulan Ini Terpaksa Kehilangan Bola Matanya Gara-Gara Drone Tetangga

PT. Rifan Financindo Berjangka, Sekalipun saat ini para pengguna lebih sering memainkan drone mereka di lapangan terbuka dan memakainya sebagai perangkat untuk mendokumentasikan foto/video dari angkasa, namun serbuan drone mini berharga murah telah membuat banyak pengguna memakainya di ruangan-ruangan kecil, bahkan di halaman rumah. Kisah berikut tampaknya bakal membuat Anda lebih berhati-hati ketika memainkan drone, atau segera berinisiatif mengamankan putra-putri Anda seandainya tetangga terdekat mulai bermain drone di halaman rumah mereka.

Seorang bayi berusia 16 bulan di Inggris baru-baru ini terpaksa harus menderita cacat penglihatan gara-gara kecerobohan salah seorang tetangganya ketika bermain drone. Si bayi kini kehilangan salah satu bola matanya dan diganti dengan bola mata palsu dari bahan prostetik.

BBC Watchdog mengabarkan bahwa bayi bernama Oscar Webb tersebut sedang asyik bermain di halaman rumahnya yang terletak di kawasan di Stourport-on-Severn, Worcestershire, dan secara mendadak sebuah drone milik salah satu tetangga menabrak wajahnya. Pemilik sekaligus pilot dari drone tersebut adalah Simon Evans yang juga tetangga dari keluarga Webb; ketika sedang dikendalikan di depan rumah, drone milik Evans tersangkut di pohon dan mendadak tak bisa dikendalikan selama beberapa waktu dan akhirnya menabrak wajah si bayi.

BBC sempat menyebut bahwa Evans sudah berpengalaman mengendalikan drone miliknya. Evans mengatakan kalau insiden terjadi hanya dalam waktu 60 detik saja, dimana dirinya baru menerbangkan drone yang kemudian tersangkut di pohon dan mendadak memutar-mutar sendiri. Sekejap kemudian Evans mendengar tangisan bayi dan mendapati bahwa Oscar Webb sudah berlumuran darah sambil menangis.

Kecelakaan ini terjadi 7 minggu yang lalu, dan tercatat sebagai salah satu kecelakaan terparah bagi para pengguna drone. Bayi Oscar Webb pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dioperasi, namun dokter memutuskan kalau kerusakan sudah terlalu parah dan bola mata si bayi harus diambil. Pihak keluarga Webb sendiri sudah bisa memaafkan insiden tersebut, dan kini Simon Evans sudah tak berani lagi bermain drone.

Saat ini masih baru pemerintah Amerika Serikat yang mewajibkan penduduknya untuk mendaftarkan drone milik mereka. Dengan adanya insiden semacam ini, maka jangan heran jika di masa mendatang bakal ada aturan yang lebih ketat soal kepemilikan drone, bahkan mungkin terbit aturan semacam SIM khusus untuk menerbangkannya.

Sumber : Gopego