PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

News 27 juni 2016

Harga Buyback Emas Antam Melonjak Rp 10.000 per Gram

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, Jakarta – Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan awal pekan ini naik Rp 2.000 per gram. Pada Senin (27/6/2016), Emas Antam dibanderol Rp 610 ribu per gram, sedangkan pada perdagangan sebelumnya berada di level Rp 608 ribu per gram.

Sedangkan harga pembelian kembali (buyback) melonjak Rp 10.000 per gram menjadi Rp 553 ribu per gram dari sebelumnya di posisi Rp 543 ribu per gram. Itu artinya jika Anda ingin menjual emas, makaAntam akan membelinya Rp 553 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kg akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.26 WIB, seluruh stok emas Antam dengan berbagai ukuran masih tersedia.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram tercatat Rp 6.210.000 per batang atau Rp 621.000 per gram. Untuk ukuran 20 gram, tercatat Rp 12.025.000 per batang atau Rp 601.250 per gram.

Antam juga mengeluarkan emas batangan kemasan Natal dengan ukuran 2 gram dan 5 gram. Untuk ukuran 2 gram Antam menjualnya di harga Rp 1.205.000 sedangkan untuk 5 gram dijual di harga Rp 2.930.000.

Selain emas edisi Natal, Antam juga mengeluarkan emas edisi Idul Fitri. Untuk emas spesial ini, ukuran yang disediakan 1,2 dan 5 gram. Untuk ukuran 1 gram dijual di harga Rp 685.000, untuk ukuran 2 gram dijual Rp 1.255.000 dan untuk 5 gram dijual Rp 2.980.000.

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 610.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.905.000
* Pecahan 10 gram Rp 5.760.000
* Pecahan 25 gram Rp 14.325.000
* Pecahan 50 gram Rp 28.600.000
* Pecahan 100 gram Rp 57.150.000
* Pecahan 250 gram Rp 142.750.000
* Pecahan 500 gram Rp 285.300.000.

 

Masih Dibayangi Dampak Brexit, Bursa Asia Melemah

Keputusan Inggris untuk lepas dari Uni Eropa membuat pasar global kehilangan US$ 2 triliun pada Jumat kemarin. MSCI turun 4,8 persen, penurunan paling besar sejak sekitar 5 tahun lalu.

Di antara banyak pertanyaan mengenai Brexit, yang paling banyak muncul adalah seberapa besar Ekonomi Inggris dan Eropa akan melambat, bagaimana mereka?bisa bernegosiasi dengan hubungan barunya dan bagaimana para pemimpin Eropa mencoba mempercepat Uni Eropa.

“Kita percaya?bahwa pasar akan tetap hati-hati, di tengah ketidakpastian dari Brexit yang menyebabkan risiko menolak sentimen untuk terus menerus terjadi,” ujar Chief Technical Analyst di RBC Dominion Securities di Toronto seperti dilansir dari Reuters, Senin (27/6/2016).

S&P AS, saham jangka panjang yang paling banyak dijual jatuh 0,7 persen ke level 2.0004 pada Senin.

MSCI Asia Pasifik di luar Jepang juga jatuh 0,5 persen, diikuti 1,2 persen penurunan di Korea Selatan dan 1 persen di Australia.

Sementara Nikkei Jepang naik 1,3 persen, rebound parsial setelah penurunan 7,9 persen pada Jumat.

Pound turun 1,9 persen ke level 1,3433 per dolar, menjauhi level terendah sejak?31 tahun di level 1,3228 per dolar pada Jumat kemarin. PT. Rifan Financindo Berjangka.

 

 

Sumber : Bisnis Liputan 6