PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Motivasi Trading

Selasa, 26 Agustus

Apa yang membuat anda ingin belajar trading? Atau, kalo anda memang sudah lama melakukan kegiatan ini, apa sih yang membuat anda bertahan untuk terus ber-trading? Jawaban untuk pertanyaan tentang motivasi untuk melakukan kegiatan trading ini bisa jadi sangat beraneka ragam. Ada temen trader yang menjawab bahwa motivasi dia dalam bertrading adalah karena trading sudah menjadi hobi baginya. Ada yang menjawab, karena trading bisa mendatangkan penghasilan tambahan yang lumayan. Bahkan ada yang menjawab karena trading memang profesi utamanya.
motivasi
Iya sih, memang bisa jadi motivasi antara satu orang dengan orang lainnya berbeda,meskipun untuk kegiatan yang sama. Motivasi itu sendiri bisa diartikan sebagai hal atau faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu. Jadi memang bisa jadi hal yang mendorong satu orang untuk melakukan satu kegiatan akan berbeda dengan orang lain. Bagi temen-temen trader yang menganggap kegiatan trading sebagai hobi, saya bisa kira-kira nih, mereka inilah jenis trader yang biasanya suka telaten ngoprex indikator, betah berjam-jam mengamati chart, dan merasa kesepian saat market tutup di akhir pekan.

Sedangkan bagi trader yang menganggap trading sebagai pekerjaan sampingan atau bahkan yang sudah menjadikan trading sebagai penghasilan utama, bisa jadi mereka malah lebih mengandalkan EA alias robot trading dan berinvestasi sebagaimana investor yang rasional. Syukur-syukur sih kalo ada temen trader yang memang hobi trading dan bisa menjadikan trading sebagai penghasilan utamanya. Wah, bisa kebayang sih asyiknya, kalo kita bisa bekerja sesuai dengan minat kita.

Okelah, bagi temen-temen trader yang sudah “jadi”, saya tidak terlalu mempermasalahkan apa motivasi utama mereka. Yang sering membuat saya prihatin, adalah motivasi temen-temen yang baru mulai belajar trading. Banyak temen-temen (calon) trader yang salah anggapan, menganggap trading adalah jalan singkat menuju kaya. Bahwa hanya dengan sekedar main tebak-tebakan buy atau sell, bisa mengeruk keuntungan tanpa harus bersusah payah.

Biasanya mereka terjun ke dunia trading ini dengan semangat menggebu-gebu, invest dengan nominal yang relatif besar, dengan harapan bakalan memperoleh keuntungan yang juga besar dalam waktu yang singkat. Type (calon) trader semacam inilah yang akhirnya nanti justru mempunyai pandangan yang negatif tentang trading forex. Setelah mengalami MC, barulah mereka sadar bahwa ternyata trading itu tidak semudah yang dibayangkan.

Nah, kalau anda sekarang memang baru dalam tahapan tertarik untuk belajar trading dengan motivasi pengen cepet kaya, wah, saya sarankan untuk stop dulu deh. Coba review dulu sebelum invest atau deposit. Saya ingin tegaskan bahwa trading ini bukanlah jalan cepat dan mudah untuk menjadi kaya. Kalaupun anda mendengar cerita dari trader-trader yang sudah berhasil memperoleh keuntungan yang stabil dan lumayan besar dari trading, jangan cepet-cepat tergiur deh. Coba tanyakan dulu udah berapa lama mereka belajar. Tanyakan juga berapa waktu, tenaga dan biaya yang sudah mereka habiskan dalam prosesnya. Pertimbangkanlah hal-hal tersebut. Apakah anda mau, mampu dan bersedia untuk terus belajar?

Ngomong-ngomong, saya jadi inget salah seorang temen trader suka menguji (calon) trader yang pengen belajar trading. Pertanyaan standarnya adalah: “udah siap babak belur belom? kalo memang udah siap babak belur dan benjut-benjut, ayo kita bareng-bareng belajar”. Nah lo, biasanya sih banyak yang udah mundur duluan tuh, dengan pertanyaan seperti itu. Lah iya, mana ada sih orang yang mau belajar sesuatu yang baru dengan motivasi pengen babak belur?

 

Sumber : Seputar Forex