PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Meski Terus Dibayangi The Fed, Harga Emas Kembali Naik

Aksi jual terjadi dan kekhawatiran terhadap situasi ekonomi China membuat harga emas turun 0,5 persen menjadi US$ 1.153,60 per ounce.

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, New York – Harga emas dunia kembali naik pada perdagangan Selasa kemarin. Harga ini adalah naik yang kedua kalinya setelah 7 kali mengalami penurunan.

Emas untuk pengiuriman Desembr naik 0,06 peresn, atau 40 sen ditutup di level US$ 1.088,5 per ounce di bursa Comex, setelah sempat enyentuh harga rendah pada awal perdagangan.

Tapi harga terus diperdagangkan beberapa dolar dari tingkat penutupan terendah dalam lebih dari 5 tahun. Pelacakan kontrak paling aktif, penyelesaian di bawah level US$ 1,085.50 akan menjadi yang terburuk sejak awal 2010.

Pada hari Senin, harga pada intraday berada di level US$ 1,087.40.

“Tidak ada yang kebetulan bahwa harga emas berada di level ini,” ujar Taki Tsaklanos, kepala penelitian di Sekuler Investor dikutip dari Marketwatch, Rabu (11/11/2015).

Pada tingkat dasar, diskusi tentang prospek untuk emas terfokus pada implikasi dari rencana the Fed menaikkan suku bunga acuan pada Desember nanti.

“Banyak yang berpikir bahwa batalnya kenaikan suku bunga pada September adalah akhir. ujar Adam Koos, president of Libertas Wealth Management Group.

Setelah pertemuan Oktober Fed, bagaimanapun, ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember telah berkembang. Kenaikan suku bunga dinilai bisa menguarangi daya tarik dari emas itu sendiri. (Zul/Gdn)

 

 

Sumber : Liputan 6