PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Manusia Modern Sebabkan Spesies Hobbit Punah?

Manusia Modern Sebabkan Spesies Hobbit Punah?

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, Selama ratusan ribu tahun Pulau Flores merupakan rumah bagi spesies misterius manusia berukuran Hobbit yang mendadak hilang. Sekarang peneliti percaya, mereka telah menemukan petunjuk penyebab hilangnya manusia-manusia kecil, yang terkenal sebagai Homo Floresiensis.

Peneliti telah menemukan bukti bahwa Homo Sapiens tinggal di pulau tersebut setidaknya pada 41.000 tahun yang lalu dan menggunakan gua yang ditempati Hobbit. Ini menimbulkan prospek bahwa nenek moyang manusia modern kita telah berhadapan dengan sepupu Hobbit kecil mereka dan membawanya kepada kepunahan.

Ahli arkeolog telah menemukan sisa kebakaran yang dibuat oleh manusia modern antara 41.000 hingga 24.000 tahun yang lalu untuk tetap hangat dan memasak. Ini artinya manusia modern menduduki Flores dalam 10.000 tahun, waktu di mana Hobbit diperkirakan telah lenyap.

Fosil tulang dan alat batu Homo Florensiensis ditemukan di Gua Liang Bua Flores antara 190.000 dan 50.000 tahun. Dr Mike Morely, geoarchaeologist di University of Wollongong Australia mengatakan, “Kami sekarang tahu bahwa Hobbit hanya bertahan sampai 50.000 tahun yang lalu di Liang Bua. Kami juga tahu, manusia modern sampai di Asia Tenggara dan Australia setidaknya 50.000 tahun lalu, dan kemungkinan besar cukup sedikit lebih awal. Bukti baru ini, yang merupakan beberapa bukti awal aktivitas manusia modern di Asia Tenggara, mempersempit kesenjangan antara dua spesies hominin di lokasi tersebut,” paparnya.

Ahli antropologi sudah tidak dapat menemukan bukti untuk penggunaan api oleh Home Floresiensis selama 130.000 tahun mereka hidup di Flores. Manusia kecil ditemukan pada 2003, dan pada awalnya diyakini oleh beberapa ahli antrologi menjadi kelompok Homo Sapiens yang menderita dwarfisme. Tapi penelitian yang lebih baru telah menyakinkan banyak orang bahwa Hobbit memang spesies yang terpisah.

Sebuah penemuan terbaru menemukan bukti untuk spesies yang lebih kecil dari manusia yang hidup di pulau hingga 700.000 tahun yang lalu. Hal ini telah menyebabkan banyak klaim, ini bisa menjadi nenek moyang Homo Floresiensis, sebagaimana dilansir Daily Mail, Jumat (1/7/2016).

Kerangka parsial dari sembilan individu yang ditemukan di Liang Bua awalnya diperkirakan antara 94.000 dan 12.000 tahun ini mengangkat prospek bahwa mereka hidup bersama di pulau dengan manusia modern selama ribuan tahun. Namun penggalian baru-baru ini di gua mengungkapkan, mereka lebih mungkin untuk menjadi 190.000 dan 50.000 tahun.

Para ilmuwan di belakang studi menunjukkan, muncul Hobbit menderita nasib yang sama seperti Neanderthal di tangan manusia modern saat mereka menyebar ke wilayah mereka. Temuan baru sekarang menambahkan bukti untuk klaim tersebut dan menyarankan bahwa manusia modern mungkin dengan cepat menyapu bersih Hobbit tak lama setelah tiba di Flores.

Morley dan rekan-rekannya mengatakan, manusia modern merupakan kandidat yang paling mungkin untuk membuat tempat api mereka karena Hobbit tidak pernah terlihat menggunakan api. Studi mereka, yang dipublikasikan dalam jurnal Archaeological Science, memeriksa sedimen mengambil dari belakang Gua Liang Bua. PT. Rifan Financindo Berjangka.

 

 

Sumber : Okezone