PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Krisis Politik Italia Bawa Harga Emas Naik

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas naik meski terbatas dipicu penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan kondisi krisis politik di Italia yang memicu penjualan penjualan besar-besaran di pasar keuangan Eropa.

Melansir laman Reuters, Rabu (30/5/2018), harga emas di pasar Spot naik 0,18 persen ke posisi US$ 1.300,01 per ounce. Sebelumnya harga emas sempat mencapai posisi terendah dalam lima hari US$ 1.293,40 per ounce. Sedangkan emas berjangka AS untuk pengiriman Juni menetap naik US$ 4,70, atau 0,4 persen menjadi US$ 1.299 per ounce.

Pasar emas antara lain dipengaruhi kondisi politik di Italia. Presiden Italia mengatur berlangsungnya pemilihan awal pada hari Senin, dan menunjuk mantan Kepala Moneter Internasional sebagai perdana menteri sementara dengan tugas perencanaan anggaran.

Para investor pun khawatir dengan berlangsungnya pemilihan yang berulang, yang dapat kembali terjadi secepatnya usai Agustus. Kondisi ini bisa membuat quasi-referendum peran Italia di Uni Eropa. Dan ini memperkuat zona euro di negara tersebut lebih jauh.

Emas, dilihat sebagai tempat berlindung yang aman, sering mendapat keuntungan dari kekacauan politik di satu negara.

Demikian pula, kondisi politik Italia mendorong Dolar menguat ke posisi tertinggi dalam 10 bulan terhadap Euro, membuat emas dengan harga dolar lebih mahal bagi investor non-AS.

“Pasar mendekati peristiwa risk-off besar-besaran,” kata Shree Kargutkar, Wakil Presiden dan Manajer Portofolio Sprott Asset Management.

Dia mengatakan, pedagang mulai memburu dolar AS versus euro, sterling, serta mata uang (emerging market) lainnya. Ini yang menjelaskan sebab Dolar AS menguat.

Emas dinilai berada di posisi sangat baik ketika diukur dengan berbagai mata uang utama dan terus mempertahankan uptrend terhadap dolar AS.

“Imbal hasil obligasi Italia jangka pendek, ukuran risiko politik, melambung ke posisi tertinggi sejak akhir 2013. Ini menjadi langkah terbesar selama 26 tahun,” jelas dia.

Menambah ketidakpastian di Eropa, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy akan menghadapi mosi percaya pada hari Jumat.

Di tempat lain, pasar menunggu data inflasi AS karena ini merupakan pekan yang bisa memberikan petunjuk terkait kenaikan suku bunga di masa depan menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pada Juni.

Suku bunga AS yang lebih tinggi membuat emas kurang menarik bagi investor.

Sementara harga perak di pasar Spot turun 0,5 persen menjadi US$ 16,38 per ounce, dari sebelumnya mencapai US$ 16,28, posisi terendah delapan hari.

Sementara harga Platinum naik 0,4 persen ke poisisi US$ 904,90 per ounce dan paladium menurun 1,1 persen pada US$ 975,75 per ounce. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6