PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Kinerja Hangseng dan Nikkei Cukup Fluktuatif Ditengah Tekanan Fundamental Global

Selasa, 9 September 2014

Pekan lalu pergerakan 2 (dua) indeks utama di Bursa Asia bergerak cukup fluktuatif meski beberapa data fundamental global yang telah rilis menunjukkan hasil yang kurang memuaskan.

Pada minggu lalu cukup banyak sentiment negative yang menjadi pemberat bursa, antara lain PDB Q2-2014 Jepang merosot 7,1% dimana kontraksi ini merupakan yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir, lalu ECB memangkas kembali Suku Bunga Rendahnya menjadi 0,9 persen dari 1 persen yang diperkirakan pada kuartal kedua tahun ini.

Selain itu proyeksi untuk tahun 2015 juga diturunkan ECB menjadi 1,6 persen dari 1,7 persen. Kemudian, PDB Kawasan Euro terpantau stagnan dan hampir seluruh kinerja manufaktur dan sektor ritel global terpuruk.

Sementara untuk Indeks Nikkei berjangka di bursa Jepang saat ini ada di level 15670 naik 2 poin atau 0.01%. Indeks ini akan menghadapi support mingguan di 15663.3334 ? 15646.6667. Sedangkan Resistance mingguan akan ditemui pada 15698.3334 ? 15716.6667.

Diperkirakan Indeks Nikkei masih akan berada dalam tekanan kondisi fundamental bullish yang cukup kuat. Hingga akhir minggu ini diperkirakan sentiment teknikal tidak akan berpengaruh banyak terhadap pergerakan indeks ini.

Sedangkan untuk Indeks Hang Seng berjangka di bursa Hong Kong saat ini ada di level 25161,41 atau turun 78,74 poin atau 0,31%. Indeks ini akan menghadapi support mingguan di?22366.6666 ? 23681.3333 dan resistance mingguan akan ditemui pada 22425.6666 ? 23799.3333.

Demikian juga dengan indeks hang seng yang masih akan berada dalam tekanan fundamental bullish yang juga cukup kuat. Hingga akhir minggu ini diperkirakan sentiment teknikal juga tidak akan berpengaruh banyak terhadap pergerakan indeks ini.

Sebagai catatan maka dalam sepekan ke depan, beberapa data ekonomi yang patut diperhatikan para investor antara lain rilis data GDP Jepang, Neraca Pedagangan Tiongkok, Neraca Perdagangan Inggris, Tingkat Kepercayaan Konsumen Inggris dan Prancis, Tingkat Penganguran Australia, Inflasi Tiongkok dan Penjualan Ritel AS.

 

Sumber : Vibiznews

Stephanie Rebecca / Equity Analyst at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Tania Tobing