PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Inilah Kisah Wayan, si Manusia Tangan Robot Buatan Sendiri

Inilah Kisah Wayan, si Manusia Tangan Robot Buatan Sendiri

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, Seorang tukang las di Bali bernama Wayan Sumardana (31) menjadi populer dan dijuluki sebagai manusia robot setelah berita tentang dirinya mendapat perhatian di dunia maya.

Pria yang juga dikenal dengan nama Wayan Sutawan, atau dipanggil Tawan, merakit sendiri tangan robot bioniknya setelah mengalami “stroke ringan” sekitar enam bulan lalu.

“Nangis saya. Stress, saya pikir masa depan sudah ilang. Anak kan masih kecil. Masih sekolah. Makan gimana? Cari uang gimana? Kalau mau mencuri juga sulit, tangan satu,” katanya menceritakan perasaan ketika mengetahui tangan kirinya tak bisa digerakkan.

Tawan mengaku berusaha mencari pengobatan dari dokter hingga dukun untuk memulihkan kondisi, namun nihil hasil.

Dengan kondisi tak bekerja dan tangan yang tak bisa bergerak, satu persatu karyawannya pergi.

“Setelah dua bulan bengong, anak saya datang (menghampiri), meminta uang jajan. Saya bilang ambil uang di laci sana, tapi ternyata gak ada uang, di situ nangis saya. Sedih,” ceritanya kepada wartawan di Bali, dikutip PR Online dari BBC

Dari situlah dia terpacu untuk membuat robot untuk lengannya dengan membuka-buka kembali buku dasar-dasar elektronik dan juga belajar dari internet.

Kisah pria 31 tahun ini kemudian diberitakan oleh banyak media dan beberapa di antaranya menjuluki Tawan sebagai sebagai ‘cyborg’ dan ‘Iron Man dari Bali’.

Wartawan bernama Ragil Lestaru mengunjungi bengkel Tawan, Rabu (20/01) dan mengatakan minat wartawan untuk mendapat kisahnya masih tinggi.

“Menjelang siang, lebih banyak wartawan datang dan bengkel itu semakin padat karena menjadi tontonan warga.”

“Ibu jari dan telunjuknya sudah tak bisa digerakkan, tetapi tiga jari lainnya masih bisa bergerak. Sementara itu lengannya sama sekali sudah tak bisa bergerak,” kata Ragil menjelaskan kondisi Tawan.

Tawan mengatakan dia bisa menggerakkan tangan bioniknya menggunakan sistemElectroencephalography atau EEG, yang memungkinkan mesin menangkap aktivitas elektrik di otak.

“Tujuh kali ganti sistem, dari pakai remote, bluetooth, pernah pakai ponsel android juga tapi cepat hang,” kata pria yang tampak menggunakan semacam plat di kepala.

Dia mengaku hingga kini belum tahu apakah EEG yang dia rakit memiliki efek samping pada otak.
(amr)

 

 

Sumber : Okezone