PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Indeks Hang Seng Pagi Tergerus Turun ke Level 1 Bulan Terendah

Jum’at, 12 September 2014

Pada akhir perdagangan di bursa saham Amerika Serikat dini hari tadi terjadi penutupan pada teritori negative untuk indeks-indeks benchmark (12/9). Bursa saham Hong Kong di perdagangan pagi ini terpantau ikutan terseret oleh sentiment negative yang berasal dari Amerika Serikat. Bursa-bursa saham Asia hari ini juga tampak cenderung mengalami penurunan. Pergerakan di bursa saham di hari terakhir perdagangan pekan ini relative sepi karena para investor masih memilih untuk menunggu beberapa rilis data dari Tiongkok pada hari Sabtu besok.

Bursa saham Hong Kong tampak mengalami pergerakan yang cenderung melemah. Indeks berjangka terpantau turun untuk lima hari berturut-turut dan sudah mencapai posisi paling rendah sejak tanggal 8 Agustus yang lalu.

Saham-saham lapis biru tampak bergerak masih variatif, meskipun dengan kecenderungan melemah. Cheung Kong alami pelemahan 0.30 hkd menjadi 139.30 hkd. HSBC terpukul turun 0.45 hkd ke level 82.20 hkd. Henderson Land mengalami penurunan 0.20 hkd ke posisi 55.80 hkd. Hutchinson Whampoa melemah 0.20 hkd menjadi 101.40 hkd.

Saham yang mengalami kenaikan terbatas adalah CLP Holdings yang terangkat 0.05 hkd ke posisi 65.05 hkd. The HK and China Gas Company mengalami peningkatan 0.02 hkd ke level 17.78 hkd.

Hari ini indeks benchmark di bursa saham Hong Kong terpantau alami penurunan yang cukup signifikan. Indeks spot tersebut melemah sebesar 94.56 poin atau 0.38 persen dan berada pada posisi 24568.08 poin.

Hari ini indeks berjangka terpantau dibuka pada posisi 24623 poin. Indeks berjangka tersebut mengalami kenaikan amat tipis sebesar 6 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Saat ini indeks sudah sempat mengalami penurunan ke posisi paling rendah dalam lebih dari satu bulan yaitu pada level 24447.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa saham pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Indeks berjangka berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 24400 ? 24700 poin.

Sumber : Vibiznews

Ika Akbarwati/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
Foto: Wikipedia