PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Indeks Hang Seng Bergerak Menguat Didukung Rencana Stimulus Beijing

Rabu, 17 September 2014

Pada akhir perdagangan di bursa saham Amerika Serikat dini hari tadi terjadi kenaikan yang cukup mengesankan (17/9). Bursa saham Wall Street berakhir menguat dan memberikan dorongan sentiment positif terhadap perdagangan bursa-bursa saham di kawasan Asia. Bursa Hong Kong hari ini bangkit setelah kemarin ditutup anjlok cukup dalam.

Pagi hari ini sentiment positif di Asia datang dari Tiongkok. Para investor di bursa saham terangkat sentimennya setelah adanya kabar bahwa pemerintah Tiongkok akan mengalirkan stimulus untuk sektor perbankan di negara tersebut telah memberikan warna hijau di perdagangan bursa saham kawasan Asia.

Beijing dikabarkan menyediakan 500 miliar yuan (8.14 miliar dollar AS) dalam bentuk likuiditas bagi lima bank terbesarnya. Beijing berupaya untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di tengah sinyal yang menyatakan bahwa ekonomi sedang melambat.

Saham-saham lapis biru tampak bergerak menguat dengan cukup baik pada perdagangan pagi ini. Cheung Kong menguat sebesar 1.80 hkd menjadi 139.50 hkd. HSBC membukukan peningkatan 0.45 hkd ke level 82.80 hkd. CLP Holdings mengalami peningkatan 0.35 hkd ke posisi 64.90 hkd. The Wharf Holdings menguat 1.10 hkd ke posisi 61.05 hkd.

Hari ini indeks benchmark di bursa saham Hong Kong terpantau alami kenaikan signifikan. Indeks spot hang seng tersebut mengalami peningkatan sebesar 260.07 poin atau 1.08 persen dan berada pada posisi 24396.08 poin.

Hari ini indeks berjangka terpantau dibuka pada posisi 24429 poin. Indeks berjangka tersebut mengalami kenaikan sebesar 199 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa saham pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas dari level pembukaan pagi tadi. Indeks berjangka berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 24300 ? 24500 poin.

Sumber : Vibiznews

Ika Akbarwati/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN?
Editor: Jul Allens
Foto: Wikipedia