PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

IMF Cerahkan Kembali Kilau Pergerakan Harga Emas

Senin, 13 Oktober 2014

Harga emas LLG pada penutupan perdagangan pekan lalu, 6-10 Oktober 2014 terpantau ditutup menguat signifikan secara agregat sepekan. Penguatan harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu dipicu oleh rilis data IMF dan hasil rapat FOMC yang memberi fundamental positif kuat pada pergerakan harga emas.

Pergerakan harga emas pada perdagangan pekan lalu terpantau sedang berada dalam trend bulish cukup kuat. Dari total 5 hari perdagangan pekan lalu, seluruh hari perdagangan bahkan dapat ditutup dengan penguatan. Adapun puncak pergerakan harga emas pada pekan lalu berada pada hari pertama perdagangan akibat penguatan aksi beli pasca harga jatuh ke level terendah 10 bulan.

Pada hari pertama perdagangan emas pekan lalu, harga emas telah memulai pergerakan sepekan dengan pola menguat tajam. Indikator teknikal pada harga emas yang telah berada di posisi oversold akibat anjloknya harga emas di akhir pekan sebelumnya menjadi titik balik awal pergerakan harga emas. Dampak dari dorongan teknikal tersebut yang turut tersupport oleh pelemahan nilai Dollar Amerika Serikat membuat harga emas melejit di hari pertama perdagangan.

Memasuki hari kedua perdagangan, harga emas yang sebelumnya diperkirakan akan kembali memasuki fase lesu pasca dorongan teknikal di hari pertama perdagangan pekan lalu justru kembali melejit. Dorongan data IMF yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global kembali melecut permintaan akan safe haven oleh para investor. Pertumbuhan perekonomian global yang dipangkas dari 3,4% sebelumnya ke 3,3% berhasil menjadi fundamental kuat yang mendorong penguatan harga emas.

Dampak dari dorongan data proyeksi pertumbuhan IMF pun semakin menguat pada perdagangan hari ke-3 pekan lalu. Setelah kondisi perekonomian global terindikasi negatif, fondasi dasar pelemahan harga emas dalam pekan-pekan sebelumnya akibat ekspektasi pemercepatan peningkatan suku bunga AS pun relatif runtuh pasca rilis hasil rapat FOMC. Penekanan oleh FOMC bahwa keputusan peningkatan suku bunga masih akan memonitor data-data perekonomian yang cenderung sedang berada dalam kondisi kurang stabil membuat ekspektasi pemercepatan peningkatan suku bunga AS cukup mereda. Dampak dari hal tersebut, harga emas pun semakin melenggan menguat.

Setelah dua faktor fundamental kuat dari data IMF dan rapat FOMC, dorongan-dorongan fundamental baru terhadap pergerakan harga emas relatif tidak mampu menutup dua fundamental kuat tersebut. Bahkan terpantau data initial jobless claims Amerika Serikat yang membaik dari level 288.000 ke 287.000 tidak mampu menahan penguatan harga emas. Imbas hal tersebut, pada 2 hari perdagangan terakhir pekan lalu, harga emas pun masih dapat bergerak menguat.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, 6-10 Oktober 2014, harga emas LLG ditutup dengan mengalami penguatan signifikan dalam sepekan. Harga emas LLG pada pekan lalu ditutup naik 2,71% ke tingkat harga $1.224,30/t oz atau menguat $32,35/t oz.

Sementara pada perdagangan emas berjangka di bursa Comex, harga emas berjangka juga ditutup menguat signifikan dalam sepekan pada perdagangan pekan lalu. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014 ditutup naik hingga 3,29% ke tingkat harga $1.232,1/t oz atau menguat $39,2/t oz.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga emas LLG masih memiliki potensi untuk menguat pada perdagangan pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh ekspektasi cenderung akan buruknya data perekonomian global pada pekan ini seperti estimasi penurunan data sentimen ekonomi Jerman dan penjualan sektor ritel Amerika Serikat. Diluar data-data tersebut, pergerakan harga emas juga akan turun memantau data intial jobless claims Amerika Serikat dan pidata Janet Yellen yang direncanakan akan dilangsungkan pada akhir pekan ini. Sementara terkait pergerakan harga, range normal pekan ini diprediksi akan berada di kisaran $1.175-$1.270 pada emas LLG dan $1.165-$1.275 pada emas berjangka Comex kontrak Desember 2014.

 

Sumber : Vibiznews

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia