PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Ilmuwan Jepang Sukses Kembangkan Kaca Anti-Pecah Sekeras Baja

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, Saat ini lapisan kaca super tangguh dan anti-pecah sudah banyak dipakai di berbagai keperluan; seperti gedung bertingkat, mobil kenegaraan, atau di kebun binatang dimana Anda bisa melihat binatang buas dari atas. Sayangnya metode produksi kaca tersebut masih terlalu mahal dan akhirnya membuat harga bahan tersebut tak terjangkau untuk digunakan di barang-barang rumah tangga.

Namun kini sebuah tim ilmuwan asal Jepang di Universitas Tokyo telah sukses menemukan terobosan baru untuk menghasilkan lapisan kaca super tangguh yang sekeras baja dan hampir tak bisa dipecahkan. Rahasia di balik lapisan kaca anti-pecah ini adalah penggunaan senyawa alumunium oksida alias alumina yang terkenal sangat tangguh, yang akhirnya membuat lapisan kaca tersebut susah retak ataupun digores. Saking tangguhnya, kehebatan kaca ini mungkin cuma setingkat di bawah berlian saja.

Campuran alumina ini memang sudah lama diketahui keunggulannya, namun proses pembuatannya terkenal sangat sulit. Tiap kali para ilmuwan mencoba mencampur alumina dengan kaca, cara tersebut mutlak membutuhkan sebuah kontainer. Namun sayang, campuran dalam bentuk cair tadi sudah mengkristal terlebih dulu di bagian ujung dan samping kontainer sebelum tercampur sempurna dengan kaca.

Sedikit menyegarkan Anda akan teori ilmu pengetahuan dasar, cairan bisa menjadi padat jika ada yang bisa dikristalkan (*titik nukleasi), dan air bisa menjadi es jika ada gelembung atau partikel padat yang dibekukan. Untuk mengatasi masalah alumina tadi, para ilmuwan dari Universitas Tokyo menggunakan metode levitasi dengan menggunakan semburan gas oksigen guna menyampurkan kaca dan alumina. Setelah keduanya menyampur, maka proses kristalisasi bisa dilakukan.

Berikutnya, para ilmuwan bakal melelehkan kedua material tadi bersamaan dengan menggunakan laser karbondioksida yang akhirnya bakal menghasilkan kaca alumina 50%. Cara ini dijuluki sebagai levitasi aerodinamik, dan sudah sering dipakai untuk memproduksi kaca tipis, ringan, transparan dan memiliki kualitas optik yang sangat baik.

Ke depannya, para ilmuwan tadi berharap untuk bisa mengkomersilkan hasil temuannya dalam waktu 5 tahun. Dengan kehadiran metode baru ini, maka jangan kaget jika salah satu industri yang bakal antusias untuk menggunakannya adalah industri smartphone.

 

 

Sumber : Gopego