PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

IHSG Bisa Kembali Menguat

Selasa, 22 Oktober 2014

//images.detik.com/content/2014/10/22/6/bursapascapilpresrachman1_fotor.jpg

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 11 poin terkena sentimen melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Tekanan jual langsung terjadi di tengah perdagangan yang sepi.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (21/10/2014), IHSG ditutup turun 11,188 poin (0,22%) ke level 5.029,344. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 1,599 poin (0,19%) ke level 853,432.

Wall Street melaju kencang didorong oleh kinerja emiten yang rata-rata di atas ekspektasi pasar. Saham Apple melaju kencang setelah mencatat rekor laba triwulanan.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indek Dow Jones menanjak 215,14 poin (1,31%) ke level 16.614,81, Indeks S&P 500 melonjak 37,27 poin (1,96%) ke level 1.941,28 dan Indeks Komposit Nasdaq melompat 103,40 poin (2,4%) ke level 4.419,48.

Hari ini IHSG diperkirakan bisa menguat dibantu lonjakan dari bursa global. Aksi beli investor asing diprediksi akan kembali terjadi.

Pergerakan bursa-bursa Asia pagi hari ini:

Indeks Nikkei 225 melonjak 239,40 poin (1,62%) ke level 15.043,68.
Indeks Hang Seng naik tipis 18,32 poin (0,08%) ke level 23.088,58.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Selasa (21/10) IHSG turun 11 poin (-0,22%) ke level 5.029,34 terkena aksi profit taking sekaligus menanti pengumuman kabinet menteri yang rencananya akan diumumkan hari ini (22/10).

Saham-saham yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. ASII, BBRI, BMRI, PGAS, dan GGRM. Asing kembali mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp 303,7 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual asing a.l. BBRI, BMRI, SMGR, TLKM, dan INDF.

Secara teknikal, penurunan hari ini tidak didukung volume dan masih terlihat test support MA20 serta tutup di area upper band bollinger. Stochastic positif sementara RSI flat dan MACD positif divergence.

Hari ini (22/10), IHSG diperkirakan masih akan menguat dan bergerak di kisaran 5.000-5.100 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBNI, KIJA, MBSS, MLPL, dan TBIG.

Rupiah Selasa (21/10) ditutup di level 11.991 dan hari ini (22/10) diperkirakan akan bergerak di kisaran 11.926-12.024 dengan kecenderungan menguat.

Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS mencetak rekor kenaikan tertingginya sepanjang tahun ini, seiring ekspektasi bank sentral Eropa akan meningkatkan stimulus ekonominya. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +1,31% dan indeks S&P500 sebesar +1,96%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kenaikan bursa global. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +1,83% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,73%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI naik +0,15% ke level US$82,61 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,29% ke posisi US$1.248,10 per troy ounce.

Dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo harus meminta pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait perubahan nomenklatur kabinetnya. Seperti diketahui, Jokowi telah menyatakan kementeriannya akan terdiri dari 33 kementerian dengan empat menteri koordinator di dalamnya.

Jokowi juga akan mengubah atau meleburkan beberapa pos kementerian yang membuatnya berbeda dengan kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memiliki 34 kementerian. Jokowi sendiri sedianya akan mengumumkan susunan kabinetnya pada hari ini.

Di sisi lain, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas menilai jika indeks harga saham gabungan (IHSG) masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak melemah untuk kemudian ditutup pada level 5.029 atau naik -0,22% pada perdagangan kemarin.

Pada perdagangan hari ini IHSG masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dan coba menguji resistance terdekat di 5.100 serta support di 4.955.

 

Sumber : Detik Finance