PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Harga Minyak Menguat, Bursa Asia Sumringah

Beberapa orang tercermin dalam papan yang menampilkan indeks pasar saham terbesar di Tokyo, Jepang, Jumat, (10/7/2015). Meskipun Nikkei mengalami kenaikan pada Jumat pagi, tetapi tertutupi oleh penurunan tajam di Fast Retailing Co. (REUTERS/Thomas Peter)

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, Tokyo – Bursa saham Asia melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Kamis pekan ini seiring?harga minyak menguat. Diikuti bursa saham Amerika Serikat (AS) masih positif.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik menguat 0,8 persen pada pukul 09.33 waktu Tokyo, dan kenaikan itu merupakan tertinggi sejak 6 Januari 2016. Penguatan indeks saham acuan tersebut ditopang dari indeks saham Jepang Topix naik 0,6 persen. Kenaikan indeks saham Topix ditopang sektor saham bank dan pertambangan.

Penguatan indeks saham juga diikuti indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,3 persen. Sektor saham pertambangan dan energi melaju juga mendorong kenaikan indeks saham Australia/ASX 200 sebesar 1 persen. Sedangkan indeks saham Selandia Baru/NZX 50 mendaki 0,6 persen. Selain itu, indeks saham Hong Kong Hang Seng berjangka melemah 0,1 persen.

Harga minyak berada di kisaran level US$ 34,66 per barel di tengah penurunan produksi minyak memberikan sentimen positif ke bursa saham Asia.

Investor dinilai tetap fokus pada rencana negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC untuk membekukan produksi minyak. Di pasar uang, ringgit Malaysia melonjak diikuti dengan won Korea Selatan.

Data ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih baik dari perkiraan dan tanda-tanda China juga bekerja untuk mendapatkan kembali kepercayaan investor juga mendukung penguatan?bursa saham Asia. Sentimen tersebut membantu meringankan pasar keuangan.

“Semakin baik aliran data Amerika Serikat (AS) terus mendukung peningkatan risk appetite di pasar keuangan,” ujar Sharon Zollner, Ekonom Senior ANZ Bank New Zealand Ltd seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (3/3/2016).

Ia menambahkan, pasar global juga relatif lebih baik dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, Sharon menilai masih ada sejumlah masalah mendasar yang belum selesai.

Sejumlah data ekonomi pun akan keluar antara lain Thailand melaporkan kepercayaan konsumen, diikuti penjualan ritel di Hong Kong. (Ahm/Ndw)

 

Sumber : Liputan 6