PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Harga Minyak Bikin Bursa Saham Asia Melemah

(Foto: Reuters)

PT. Rifan Financindo Berjangka, Tokyo – Aksi jual berlanjut di bursa saham Asia pada perdagangan saham Selasa pekan ini seiring harga minyak tetap berada di level terendah dalam enam tahun. Hal itu memicu sentimen negatif untuk produsen komoditas. Selain itu, mata uang negara berkembang cenderung melemah menjelang data perdagangan China.

Indeks saham Asia Pacific melemah 0,2 persen pukul 09.36 waktu Tokyo. Indeks saham Jepang Topix bergerak variatif. Hal itu diikuti indeks saham Korea Selatan Kospi bergerak fluktuaktif.

Selain itu, indeks saham Australia/ASX 200 melemah 0,7 persen dengan indeks sektor saham energi dan bahan dasar melemah dua persen.

Saham-saham energi di Asia cenderung tertekan seiring harga minyak Amerika Serikat (AS) di bawah US$ 38 per barel. Harga minyak telah jatuh lebih dari 40 persen. Meski demikian, negara produsen minyak atau OPEC juga belum dapat mengatasi pasokan minyak berlebih. Pada Selasa pekan ini, pelaku pasar fokus terhadap rilis data ekonomi China terutama ekspor.

“Fokus pelaku pasar kini melihat potensi efek deflasi mengingat harga minyak rendah, dan signal permintaan melemah. Pelaku pasar kini menanti rilis data perdagangan China, dan rilis data ekonomi ini dapat membawah kepanikan,” tutur Direktur CMC Markets Michael McCarthy, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Selasa (8/12/2015).

Pada perdagangan Selasa pekan ini, harga minyak berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 0,4 persen ke level US$ 37,80 per barel. Pada perdagangan Senin, harga minyak sempat berada di level US$ 37,65, yang merupakan level terendah sejak 18 Februari 2009. (Ahm/Igw)

Sumber : Liputan 6