PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Harga Emas LLG Tetap Turun Meski Data Pekerja AS Negatif

Jum’at, 12 September 2014

Harga emas LLG pada penutupan perdagangan Kamis 11 September 2014 terpantau ditutup melemah dini hari tadi. Pelemahan harga emas LLG dipicu oleh masih kuatnya kekhawatiran para investor akan potensi pemercepatan peningkatan suku bunga Amerika Serikat.

Data initial jobless claims AS yang berada dalam kondisi negatif terpantau tidak dapat berdampak pada menguatnya harga emas pada perdagangan Kamis lalu. Rilis data yang melaporkan peningkatan initial jobless claims dari level 304.000 ke 315.000 dan jauh dari ekspektasi di 300.000, terlihat masih belum cukup kuat mempengaruhi dorongan fundamental dari ekspektasi kebijakan The Fed.

Adapun terkait kebijiakan The Fed, posisi investor tengah dibayangi oleh kekhawatiran akan percepatan peningkatan suku bunga Amerika Serikat. Efek psikologis dari potensi kebijakan The Fed tersebut sejauh ini telah terus menggerus harga emas diluar dari efek kebijakan terhadap nilai Dollar AS yang semakin melemahkan daya beli investor di pasar komoditas.

Pada penutupan perdagangan emas LLG Kamis lalu, harga emas LLG terpantau ditutup melemah dini hari tadi. Harga emas LLG ditutup turun 0,70% ke tingkat harga $1,240,95/t oz atau melemah $8,80/t oz.

Sementara pada perdagangan emas berjangka di bursa Comex, harga emas juga ditutup melemah dini hari tadi. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014 ditutup turun 0,51% ke tingkat harga $1.239,0/t oz atau melemah $6,3/t oz.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi pergerakan harga emas pada perdagangan hari ini masih akan cenderung bergerak melemah. Hal tersebut dilandasi oleh masih kuatnya dorongan efek psikologis terhadap kebijakan The Fed dan juga ekspektasi akan peningkatan data penjualan ritel Amerika Serikat. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.220,5-$1.258 pada emas LLG dan $1.219-$1.258 pada emas berjangka Comex kontrak Desember 2014.

Sumber : Vibiznews

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Pixabay