PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Harga Emas LLG Melemah Tipis, Nilai Dollar AS Lesukan Dorongan Geopolitik

Selasa, 2 September 2014

Harga emas LLG pada penutupan perdagangan Senin 1 September 2014 terpantau ditutup melemah tipis dini hari tadi. Pelemahan harga emas LLG dipicu oleh masih kuatnya nilai Dollar AS yang membuat daya beli investor cenderung lemah.

Pergerakan nilai Dollar AS yang masih cenderung tinggi terpantau masih menjadi momok terhadap pergerakan harga emas LLG. Posisi nilai Dollar AS yang cenderung tinggi, membuat daya beli investor relatif menurun akibat relatif mahalnya emas di pasar komoditas khususnya bagi investor yang memegang uang selain Dollar AS. Dampak dari penguatan Dollar AS tersebut bahkan sejauh ini berhasil cenderung menahan bahkan menekan dorongan penguatan dari sentimen geopolitik.

Selain faktor tekanan dari nilai mata uang Dollar AS, harga emas juga cukup tertekan oleh pergerakan bursa saham global khususnya kawasan Eropa. Masih cenderung dapat ditutup menguatnya bursa saham di wilayah tersebut membuat minat investasi safe haven cukup tertekan. Walaupun demikian, tekanan dari bursa saham Eropa tidak terlalu berdampak signifikan pada pergerakan emas. Hal tersebut disebabkan oleh penguatan yang cenderung flat akibat data manufaktur global yang buruk.

Adapun terkait volume perdagangan emas LLG pada Senin lalu relatif sepi. Sepinya perdagangan emas LLG pada perdagangan Senin lalu disebabkan oleh liburnya kegiatan di kawasan Amerika Serikat untuk memperingati hari buruh Amerika Serikat.

Pada penutupan perdagangan Senin 1 September 2014, harga emas LLG terpantau ditutup melemah tipis. Harga emas LLG ditutup turun 0,02% ke tingkat harga $1.286,95/t oz atau melemah $0,25/t oz.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga emas LLG berpotensi bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh adanya ekspektasi rilis data negatif dari sektor manufaktur AS yang diperkirakan turun dari 57,1 ke 56,8. Terkait pergerakan harga emas LLG, range normal pergerakan diprediksi akan berada di kisaran $1.278-$1.292,75.

 

Sumber : Vibiznews

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Flickr