PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Harga Emas Kehilangan Kemilau di Akhir Pekan

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas dunia melemah di akhir pekan, menuju penurunan mingguan terbesar dalam 2,6 bulan. Penurunan dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi.

Melansir laman Reuters, Sabtu (24/2/2018), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen ke posisi US$ 1.328,74 per ounce.

Sementara harga emas berjangka AS untuk April turun US$ 2,40, atau 0,2 persen ke posisi US$ 1.330,30 per ounce.

Harga emas di pasar spot telah merosot 1,4 persen minggu ini, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak awal Desember, setelah gagal mempertahankan dorongan singkatnya di posisi di atas US$ 1.360 per ounce pada Jumat lalu.

“(Baru-baru ini) tingkat tertinggi multi tahun dalam hasil pasti merupakan faktor untuk logam hari ini, “kata Mike O’Donnell, ahli strategi pasar di RJO Futures.

Harga emas mendapatkan tekanan berat pada minggu ini seiring pulihnya greenback dan ekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan terus melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunganya pada tahun ini.

Kebijakan ini akan membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang diminati.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS telah menempatkan dolar di jalur kenaikan mingguan terbesar kedua tahun ini. Pasar saham AS juga menguat setelah mencatat kerugian tajam baru-baru ini.

Pelemahan euro turut menekan emas. “Kelemahan lebih dalam emas dan euro bisa menjadi awal dari tren baru dan harus berhati-hati,” kata Friedberg Mercantile dari Sholom GroupSanik.

Di pasar emas fisik, pedagang mengatakan pembelian teredam usai berlangsungnya perayaan Imlek.

Sementara harga paladium meningkat 0,8 persen menjadi US$ 1.046,60 per ounce. Harga perak turun 0,6 persen ke posisi US$ 16,51 per ounce, menuju penurunan 0,9 persen secara mingguan.

Harga platinum naik 0,2 persen ke posisi US$ 995,80 per ounce, tapi secara mingguan turun 0,6 persen. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6