PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Hang Seng Bergerak Menguat Didukung Ekspektasi Penambahan Stimulus Pemerintah TIongkok

Jum’at, 1 September 2014

Pada perdagangan di bursa saham Hong Kong pagi ini terjadi kenaikan yang cukup signifikan (1/9). Membaiknya bursa saham Hong Kong disebabkan oleh data PMI manufaktur dari Tiongkok pagi ini yang kurang meyakinkan.

PMI manufaktur resmi dari pemerintah Tiongkok untuk bulan Agustus lalu berada pada level 51.1. Angka PMI tersebut lebih rendah dibandingkan dengan PMI final bulan Juli yang berada di level 51.7 poin. Artinya pertumbuhan aktivitas sektor manufaktur di Tiongkok pada bulan Agustus lalu melambat dibandingkan dengan bulan Juli.

Melambatnya aktivitas manufaktur Tiongkok pada bulan Agustus lalu justru membuat spekulasi bahwa pemerintah Tiongkok akan meningkatkan stimulus guna menggenjot aktivitas perekonomian. Hal tersebut membuat para pelaku pasar menunjukkan semangat di perdagangan awal bulan September ini.

Saham-saham lapis biru tampak bergerak cenderung menguat hari ini. Cheung Kong alami kenaikan sebesar 1.24 hkd menjadi 141.90 hkd. The Wharf Holdings membukukan kenaikan sebesar 0.30 hkd ke level 60.90 hkd. Power Assets tampak mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 1.75 hkd ke level 72.35 hkd. HSBC menguat sebesar 0.30 hkd menjadi 83.95 hkd.

Hari ini indeks benchmark di bursa saham Hong Kong terpantau alami rebound yang cukup signifikan. Pada perdagangan pekan lalu indeks spot hang seng membukukan penurunan mingguan sebesar 1.5 persen. Hari ini indeks spot mengalami peningkatan sebesar 108.01 poin atau 0.44 persen di posisi 24850.07 poin.

Hari ini indeks berjangka terpantau dibuka pada posisi 24727 poin. Indeks berjangka tersebut mengalami kenaikan yang lumayan poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di level 24685 poin.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa saham pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan terbatas. Indeks berjangka berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 24650 ? 25800 poin.

Sumber : Vibiznews

Ika Akbarwati/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN?
Editor: Jul Allens
Foto: Wikipedia